Minggu, Desember 5, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsKorut Tutup Total Jika Kesehatan Kim Jong Un Memburuk

Korut Tutup Total Jika Kesehatan Kim Jong Un Memburuk

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM PYONGYANG Jika sesuatu yang sangat buruk terjadi pada pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong Un, Korea Utara (Korut) akan tutup perbatasannya dan para diplomat serta jurnalis asing di Pyongyang akan diawasi dengan ketat.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Profesor Yang Moo-jin di Universitas Studi Korea Utara mengatakan, negara tersebut akan ditutup jika sesuatu yang buruk terjadi pada Pemimpin Tertinggi Kim Jong Un, jelasnya.

Yang Moo-jin mengaku skeptis orang-orang di sekitar Kim Jong Un berani berbicara tentang kondisi kesehatan Sang Pemimpin Tertinggi.

“Sangat tidak mungkin bahwa tenaga medis atau orang lain di sekitar Kim Jong Un akan berani berbicara tentang kondisi kesehatannya dalam keadaan apa pun,” dikutip dari South China Morning Post Selasa (21/4/2020).

Profesor itu juga mencatat rumor yang belum dikonfirmasi tentang kondisi Kim Jong Un tersebar selama pemilihan parlemen Korea Selatan oleh sayap kanan, dalam upaya nyata meningkatkan dukungan untuk oposisi konservatif United Future Party.

Daily NK, harian berbasis di Korea Selatan yang fokus kepada Korea Utara melaporkan, Kim menjalani prosedur operasi kardiovaskular pada 12 April. Berdasarkan pemberitaan harian itu, Kim harus menjalani prosedur tersebut karena “obesitas, merokok, dan bekerja secara berlebihan”.

Sang Pemimpin Tertinggi saat ini dilaporkan menjalani perawatan di sebuah vila yang berlokasi di kawasan Hyangsan County.

Setelah dinyatakan Kim Jong Un kritis, kondisinya disebut mulai membaik dengan sebagian dokter yang merawatnya pulang ke Pyongyang pada 19 April.

Hanya sebagian kecil tim medis yang masih ditempatkan di Hyangsan untuk memantau perkembangan kesehatan pemimpin yang berkuasa sejak 2011 itu.

Juru bicara Kantor Kepresidenan Korea Selatan memberikan tanggapan bahwa mereka tidak bisa mengonfirmasi atau membantah kabar itu. “Kami tidak punya apa pun untuk dikomentari, dan sejauh ini, belum ada pergerakan baru yang terdeteksi,” ujar pemerintah dikutip AFP Selasa (21/4/2020). (han)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR