Komodo vs Truk Proyek ‘Jurassic Park’ Pulau Rinca, Netizen Menangis

  • Whatsapp
pulau komodo
Komodo berhadapan dengan truk proyek bangunan Wisata Jurassic di Pulau Rinca.(Twitter)
banner 468x60

JAKARTA – Netizen Indonesia dibuat patah hati melihat pemandangan tak biasa di Taman Nasional Komodo, Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur (NTT). Beredar sebuah foto memperlihatkan seekor komodo tengah berhadapan langsung dengan truk proyek.

Sudah jadi rahasia umum jika Pulau Rinca bakal disulap menjadi wisata premium. Pemerintah merencanakan pulau tersebut dibangun dengan pendekatan konsep geopark atau wilayah terpadu, yang mengedepankan perlindungan dan penggunaan warisan geologi dengan cara yang berkelanjutan. Konsep pengembangan geopark ini popular dinamakan “Jurassic Park”.

Baca Juga

BACA JUGA: Eksotisnya Pemandangan di Pulau Padar Labuan Bajo NTT

Rakyat Indonesia menyambut rencana tersebut dengan pro dan kontra. Namun pembangunan tersebut tetap berjalan sejak awal September lalu.

Di tengah pembangunan wisata super prioritas, para ‘penghuni’ pulau tersebut rupanya harus sedikit mengalah. Foto seekor Komodo yang seolah menghadang para pekerja proyek pun menjadi sorotan netizen.

Salah satu akun Twitter @KawanBaikKomodo mengunggah foto pembangunan Jurassic Park Pulau Rinca sembari menyesalkan keberadaan proyek tersebut.

“Sedih! Komodo berhadap2an dengan truk proyek bangunan Wisata Jurassic di Pulau Rinca. Untuk pertama kalinya Komodo2 ini mendengar deru mesin2 mobil dan menghirup bau asapnya. Akan spt apa dampak proyek2 ini ke depannya? Masih adakah yg peduli dg konservasi?,” tulis @KawanBaikKomodo.

Unggahan tersebut mendapat respons serupa dari netizen lain di Twitter. Bahkan tagar Jurassic Park dan Save Komodo sempat menduduki puncak trending pada Minggu, 25 Oktober 2020.

“Dulu nenek moyang komodo, varanus priscus menghilang dari daratan australia karena kedatangan manusia pertama disana. sekarang, dengan kedatangan orang2 proyek dari kota buat bikin taman nasional apa komodo bakal mengalami nasib yang sama dengan nenek moyangnya?,” tulis akun twitter @Art_Mizu_X.

“Sedih banget. Komodo tu ada org dateng aja merasa terganggu dan bisa gigit ngebunuh musuh, dan skrng harus berhadapan sm para mobil2 proyek ini!!Yg lbh kasian sbnernya warga sekitar harus diusir dr tmpt tinggal mereka yg udh puluhan tahun demi proyek ini dan warga kalah sm negara,” tulis akun twitter @dewimaulati.

“Uda bener2 dia tinggal dihabitatnya walopun dia ditonton org2 tp seengganya dia bisa hidup bebas dihabitat aslinya, ini malah mau dijadiin tontonan iya, ditempatin di tempat yg bikin dia ga ngerasa bebas pula kasian mana komodo uda langka,” tulis akun @kaniaasy.

Tak hanya di Twitter, foto Komodo vs Truk Proyek juga menghebohkan netizen di Instagram.

View this post on Instagram

Dapat kiriman foto tentang situasi pembangunan “jurassic park” ini dr seorang teman.⁣ Komodo “hadang” Truck pembangunan Jurassic Park di Rinca. ⁣ ⁣ Ini benar-benar “gila”, tak pernah dibayangkan sebelumnya bisa terjadi. ⁣ ⁣ Truk masuk ke dalam kawasan konservasi yang dijaga ketat selama puluhan tahun dan telah secara sistematik meminggirkan masyarakat dari akses terhadap pembangunan yg layak demi konservasi. ⁣ ⁣ Ini barangkali truk pertama yang masuk ke dalam kawasan konservasi komodo sejak komodo menjadi perhatian dunia tahun 1912.⁣ ⁣ Dengan santuy, orang menyaksikan dari atas truk, tanpa mereka menyadari bahwa kawasan ini telah melewati sejarah yang sangat panjang dan melibatkan narasi-narasi pengorbanan dari berbagai pihak. ⁣ ⁣ Semua cara untuk menentang rencana ini sudah dilakukan dan dilakukan secara terhomat sebagaimana pemuja rejim ini kehendaki baik di jalanan maupun di kantor-kantor pemerintahan, namun nyatanya memang tidak didengarkan. ⁣ ⁣ Pembangunan ini berawal dari kunjungan presiden Jokowi pada Juli 2019. Dalam kunjungan itu, ia mengumumkan rencana pembangunan tersebut. KLHK yang menjadi pengelolah TNK, hanya “nurut” saja kemauan presiden. ⁣ ⁣ Padahal tahun sebelumnya, beramai-ramai orang membongkar pengaplingan PT. Segara Komodo Lestari, milik David Makes (adiknya, Josua Makes, pemilik plataran komodo) di kawasan yang sama dan KLHK berkomitmen meninjau kembali ijin pembangunan dalam kawasan. ⁣ ⁣ Saya sendiri skeptis apakah pembangunan ini benar-benar suatu keputusan yang terencana atau rencana yang impulsif karena momentum saja. Jokowi sendiri mungkin tak banyak paham tentang konservasi komodo jika hanya mengandalkan satu-dua kali kunjungan saja. ⁣ ⁣ Dalam kunjungan kedua itu, kita mudah melihat siapa yang memfasilitasi Jokowi saat itu (bdk, kapal, tempat nginap, dan orang-orang yang mendampingi). ⁣ Presiden yang terobsesi dengan investasi apalagi yg menjual “kesejahteraan” masyarakat, tentu sangat antusias dg rencana itu. Padahal konsekuensinya banyak.⁣ ⁣ Melihat foto ini, dalih zona pemanfaatan hanyalah alibi semata. tahapan proses pembangunan ini saja, sdh jelas mengabaikan prinsip konservasi, apalagi bangunan dan model pengelolaan.

A post shared by gregorius afioma (@gregoriusafioma) on

Proyek Pulau Rinca

Dilansir dari Kompas.com, melalui Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR telah menganggarkan Rp 69,96 miliar untuk menata kawasan Pulau Rinca yang meliputi bangunan pusat informasi, sentra suvenir, kafe, dan toilet publik.

Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT).(Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)

Kemudian dibangun pula kantor pengelola kawasan, selfie spot, klinik, gudang, ruang terbuka publik, penginapan untuk peneliti, dan pemandu wisata (ranger). Area trekking untuk pejalan kaki dan selter pengunjung didesain melayang atau elevated agar tidak mengganggu lalu lintas Komodo.

BACA JUGA: Polres Manggarai Barat Gagas ESIS Dukung Wisata Super Premium

Selain itu, untuk meningkatkan kualitas dermaga di Pulau Rinca, dibangun sarana dan prasarana pengaman pantai dan dermaga Loh Buaya yang akan dilaksanakan oleh Ditjen Sumber Daya Air pada tahun 2020 ini.(lna)

Post Terkait

banner 468x60