Kamis, September 29, 2022
BerandaNewsKomitmen Erick Thohir Prioritaskan Vaksin Merah Putih Tuai Dukungan

Komitmen Erick Thohir Prioritaskan Vaksin Merah Putih Tuai Dukungan

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

JAKARTA – Di tengah kerjasama pengadaan vaksin Covid-19 dengan beberapa negara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat mengatasi pandemi Covid-19 di Indonesia.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir terus mendorong pengembangan produksi vaksin Covid-19 buatan dalam negeri atau biasa disebut vaksin merah putih.

Vaksin tersebut dikembangkan oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman di Indonesia yang sudah memasuki tahap uji ke hewan, ditargetkan bisa diproduksi dan digunakan pada tahun 2022.

Pengembangan vaksin Merah Putih sendiri sudah mencapai 55 persen. Pengembangan vaksin telah memasuki tahap menghasilkan protein rekombinan. Vaksin telah diuji ke sel mamalia dan sel ragi.

Uji Coba Kepada Hewan

Jika hasil protein rekombinan stabil, tahap selanjutnya adalah uji coba kepada hewan. Lalu bibit vaksin akan diserahkan ke Bio Farma untuk uji klinis lanjutan. Adapun uji klinis tahap satu, dua dan tiga ditargetkan dilakukan mulai Mei 2021.

Anggota Komisi VI DPR RI Achmad Baidowi mendukung komitmen Erick Thohir yang tetap memprioritaskan vaksin merah putih sebagai hasil karya anak bangsa. Namun ia mengingatkan agar vaksin yang akan diproduksi dalam negeri juga harus memenuhi standar kesahatan dunia internasional.

“Kita kan sangat mendukung vaksin produksi dalam negeri yang kemudian diistilahkan vaksin merah putih, tapi vaksin yang akan diproduksi dalam negeri juga harus memenuhi standar kesahatan dunia, bukan hanya sekedar gagah-gagahan pokoknya bisa memproduksi vaksin, tapi harus benar-benar sesuai dengan standar dunia internasional,” ujar Baidowi, Selasa 3 November 2020.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mengatakan bahwa di era Pandemi Covid-19 saat ini menghasilkan kendala di bisnis kesahatan di tanah air, selain itu juga masih adanya persoalan di bidang kesehatan yang mayoritas berasal dari impor.

Dengan adanya keberpihakan terhadap vaksin Merah Putih, menurut politisi yang akrab disapa Awi itu menganggap sebagai wujud perhatian Erick Thohir untuk meningkatkan kualitas dunia medis dan obat-obatan di Indonesia dan terutama mampu menekan ketergantungan terhadap impor.

“Maka kemudian kalau ada semacam upaya afirmasi terhadap keberpihakan kita terhadap vaksin-vaksin yang diporduksi oleh anak negeri itu luar biasa bagus,” terangnya

Lanjut Awi, vaksin merah putih akan menjadi kebanggan Indonesia dalam dunia medis, selain untuk menciptakan kemandirian dalam bidang kesehatan, sehingga tidak selalu bergantung pada impor.

Bahan Baku Vaksin Produk Dalam Negeri

“Tapi harus dipastikan bahwa bahan baku vaksin yang akan dibuat itu mayoritas produk dalam negeri. Kalau kemudian vaksinnya dibuat di Indonesia tapi bahan bakunya imporkan sama dengan bohong itu. Tetapi ada komposisi produk domestiknya berapa, itu mestinya saya kira untuk memenuhi kualifikasi dia sebagai produk dalam negeri,” pungkasnya.

Sebelumnya Erick Thohir menerangkan bahwa sebagai langkah jangka panjang, pemerintah Indonesia memberikan prioritas untuk mengembangkan vaksin Merah Putih.

Menurut Erick, pengadaan vaksin Merah Putih merupakan langkah penting bagi pemerintah Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada vaksin impor Covid-19.

Vaksin Merah Putih ditargetkan bisa diproduksi massal pada 2022. Tetapi untuk 2020 dan 2021, untuk mengatasi pandemi virus corona, pemerintah akan mengandalkan vaksin buatan luar.

“Pengembangan vaksin Merah Putih adalah sangat penting. Karena pengadaan vaksin impor tidak boleh menjadi kebiasaan. Kita harus mengadakan vaksin Merah Putih sendiri agar di 2022 tidak beli lagi vaksin dari luar negeri, tapi lakukan sendiri,” katanya

Presiden Joko Widodo dikabarkan memberikan dukungan penuh kepada pengembangan dan pembuatan vaksin Merah Putih. Erick menilai jika industri farmasi di Indonesia mampu untuk memproduksi vaksin Covid-19 sendiri.

Erick mencontohkan Bio Farma yang telah memproduksi 15 jenis vaksin dan diekspor ke 150 negara. Selain itu, dari tinjauan WHO ke lapangan, lanjut Erick, Bio Farma dinilai mempunyai standar internasional.

“Ini yang membuat kita terdorong untuk mewujudkan vaksin Merah Putih hadir untuk Indonesia. Kita suhda punya Bio Farma yang kemarin sudah dicek oleh WHO mempunyai standar internasional yang bisa dipertanggungjawabkan untuk memproduksi vaksin,” beber Erick.

Meski pengembangan dan produksi vaksin Covid-19 terus digencarkan di berbagai negara termasuk Indonesia. Satgas Covid-19 tetap menekankan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dengan selalu melakukan selalu 3M: Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Jauhi Kerumunan serta Mencuci Tangan Pakai Sabun.(dan/aka)

BERITA KHUSUS

Tujuh Poktan Situbondo Bakal Dapat Bantuan Alat Jemur Tembakau

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menggelontorkan anggaran dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2022 sekitar Rp180 juta. Duit jumbo...

BERITA TERBARU

Tarif 4 Jalan Tol Ini Bakal Naik, Ada Tangerang-Merak hingga Pandaan-Malang

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Sebanyak empat jalan tol kelolaan PT Astra Infrastruktur bakal naik tarifnya dalam waktu dekat. Sebanyak empat ruas jalan tol tersebut...

JAKARTA - Di tengah kerjasama pengadaan vaksin Covid-19 dengan beberapa negara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat mengatasi pandemi Covid-19 di Indonesia.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir terus mendorong pengembangan produksi vaksin Covid-19 buatan dalam negeri atau biasa disebut vaksin merah putih.

Vaksin tersebut dikembangkan oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman di Indonesia yang sudah memasuki tahap uji ke hewan, ditargetkan bisa diproduksi dan digunakan pada tahun 2022.

Pengembangan vaksin Merah Putih sendiri sudah mencapai 55 persen. Pengembangan vaksin telah memasuki tahap menghasilkan protein rekombinan. Vaksin telah diuji ke sel mamalia dan sel ragi.

Uji Coba Kepada Hewan

Jika hasil protein rekombinan stabil, tahap selanjutnya adalah uji coba kepada hewan. Lalu bibit vaksin akan diserahkan ke Bio Farma untuk uji klinis lanjutan. Adapun uji klinis tahap satu, dua dan tiga ditargetkan dilakukan mulai Mei 2021.

Anggota Komisi VI DPR RI Achmad Baidowi mendukung komitmen Erick Thohir yang tetap memprioritaskan vaksin merah putih sebagai hasil karya anak bangsa. Namun ia mengingatkan agar vaksin yang akan diproduksi dalam negeri juga harus memenuhi standar kesahatan dunia internasional.

“Kita kan sangat mendukung vaksin produksi dalam negeri yang kemudian diistilahkan vaksin merah putih, tapi vaksin yang akan diproduksi dalam negeri juga harus memenuhi standar kesahatan dunia, bukan hanya sekedar gagah-gagahan pokoknya bisa memproduksi vaksin, tapi harus benar-benar sesuai dengan standar dunia internasional,” ujar Baidowi, Selasa 3 November 2020.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mengatakan bahwa di era Pandemi Covid-19 saat ini menghasilkan kendala di bisnis kesahatan di tanah air, selain itu juga masih adanya persoalan di bidang kesehatan yang mayoritas berasal dari impor.

Dengan adanya keberpihakan terhadap vaksin Merah Putih, menurut politisi yang akrab disapa Awi itu menganggap sebagai wujud perhatian Erick Thohir untuk meningkatkan kualitas dunia medis dan obat-obatan di Indonesia dan terutama mampu menekan ketergantungan terhadap impor.

“Maka kemudian kalau ada semacam upaya afirmasi terhadap keberpihakan kita terhadap vaksin-vaksin yang diporduksi oleh anak negeri itu luar biasa bagus,” terangnya

Lanjut Awi, vaksin merah putih akan menjadi kebanggan Indonesia dalam dunia medis, selain untuk menciptakan kemandirian dalam bidang kesehatan, sehingga tidak selalu bergantung pada impor.

Bahan Baku Vaksin Produk Dalam Negeri

“Tapi harus dipastikan bahwa bahan baku vaksin yang akan dibuat itu mayoritas produk dalam negeri. Kalau kemudian vaksinnya dibuat di Indonesia tapi bahan bakunya imporkan sama dengan bohong itu. Tetapi ada komposisi produk domestiknya berapa, itu mestinya saya kira untuk memenuhi kualifikasi dia sebagai produk dalam negeri,” pungkasnya.

Sebelumnya Erick Thohir menerangkan bahwa sebagai langkah jangka panjang, pemerintah Indonesia memberikan prioritas untuk mengembangkan vaksin Merah Putih.

Menurut Erick, pengadaan vaksin Merah Putih merupakan langkah penting bagi pemerintah Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada vaksin impor Covid-19.

Vaksin Merah Putih ditargetkan bisa diproduksi massal pada 2022. Tetapi untuk 2020 dan 2021, untuk mengatasi pandemi virus corona, pemerintah akan mengandalkan vaksin buatan luar.

"Pengembangan vaksin Merah Putih adalah sangat penting. Karena pengadaan vaksin impor tidak boleh menjadi kebiasaan. Kita harus mengadakan vaksin Merah Putih sendiri agar di 2022 tidak beli lagi vaksin dari luar negeri, tapi lakukan sendiri," katanya

Presiden Joko Widodo dikabarkan memberikan dukungan penuh kepada pengembangan dan pembuatan vaksin Merah Putih. Erick menilai jika industri farmasi di Indonesia mampu untuk memproduksi vaksin Covid-19 sendiri.

Erick mencontohkan Bio Farma yang telah memproduksi 15 jenis vaksin dan diekspor ke 150 negara. Selain itu, dari tinjauan WHO ke lapangan, lanjut Erick, Bio Farma dinilai mempunyai standar internasional.

"Ini yang membuat kita terdorong untuk mewujudkan vaksin Merah Putih hadir untuk Indonesia. Kita suhda punya Bio Farma yang kemarin sudah dicek oleh WHO mempunyai standar internasional yang bisa dipertanggungjawabkan untuk memproduksi vaksin," beber Erick.

Meski pengembangan dan produksi vaksin Covid-19 terus digencarkan di berbagai negara termasuk Indonesia. Satgas Covid-19 tetap menekankan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dengan selalu melakukan selalu 3M: Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Jauhi Kerumunan serta Mencuci Tangan Pakai Sabun.(dan/aka)