Rabu, September 28, 2022
BerandaNewsKetika Gibran Kritisi Pemimpin Sebelumnya soal Solo Gagal Jadi UNESCO CCN

Ketika Gibran Kritisi Pemimpin Sebelumnya soal Solo Gagal Jadi UNESCO CCN

Menurut Gibran, dossier yang dikirimkan Pemkot Solo saat itu minim data dan dikemas seadanya. Selain itu, event-event di Kota Solo kurang terarah, bahkan cenderung seremonial.

Dia pun memandang nama Kota Solo yang belum dikenal di luar negeri juga menjadi hambatan.

“Portofolionya sedikit, portofolio di luar negeri juga sedikit. Pokoknya nggak serius,” katanya.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA: Tutup Pendidikan Taruna Akpol Angkatan ke-53, Kapolri: Dengar dan Serap Aspirasi Masyarakat

Atas dasar itu, dia mengaku menyayangkan kepemimpinan pemkot Solo periode sebelumnya yang kurang serius mengurus keanggotaan Kota Solo di UCCN.

Padahal menurut Gibran Kota Solo memiliki potensi yang cukup besar. Hanya saja, ia menilai Pemkot Solo periode yang lalu kurang mengelola potensi tersebut dengan baik.

“Festivalnya banyak. Tapi nggak tematik, kebanyakan seremonial. Orang luar negeri kan nggak seneng,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno, mengatakan Workshop KaTa Kreatif yang digelar di Solo merupakan salah satu persiapan untuk menyusun dossier baru. Dossier tersebut akan diajukan kepada UNESCO tahun 2023.

“Outcome dan output-nya agar tahun depan Solo dapat masuk dalam Creative Cities Network,” katanya.

BACA JUGA: Bamsoet Sebut NasDem Pendukung Utama Golongan Kembali Masuk MPR

Ia pun memastikan Kemenparekraf akan mengawal Kota Solo agar lolos menjadi anggota UCCN. Kota Solo akan diusulkan ke UNESCO sebagai Kota Seni Pertunjukan.

“Saya sudah instruksikan teman-teman di Kemenparekraf untuk mengawal proses ini. Kalau kemarin informasi dan kelengkapan data belum cukup, kali ini kita tidak akan lengah. Kita totalitas ajukan Solo,” katanya.

Sementara itu, kata dia, untuk 2022 ini pihaknya tengah mengusulkan Kota Bitung (Sulawesi Utara) dan Kabupaten Ponorogo (Jawa Timur) menjadi anggota UCCN.

“Tahun depan baru Solo yang sudah kita putuskan, yang satu lagi belum. Kita setiap tahun dapat dua kesempatan,” kata Sandiaga.(han)

BERITA KHUSUS

Tujuh Poktan Situbondo Bakal Dapat Bantuan Alat Jemur Tembakau

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menggelontorkan anggaran dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2022 sekitar Rp180 juta. Duit jumbo...

BERITA TERBARU

Karier Harry Maguire di MU Sudah di Ujung Tanduk?

NUSADAILY.COM - MANCHESTER - Legenda Liverpool, Jamie Carragher beri kritik kepada Harry Maguire. Katanya, bek tengah itu sudah habis waktunya di Manchester United untuk...

NUSADAILY.COM – SOLO - Kota Solo, Jawa Tengah, dua kali gagal menjadi bagian dari jaringan kota kreatif dunia (Creative Cities Network/CCN) di bawah asuhan badan PBB, UNESCO. Untuk penilaian tahun 2023, Kota Solo kembali akan diusulkan.

Maka dossier atau dokumen pengajuan saat ini tengah disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bersama sejumlah instansi dan kementerian.

Kota Solo pernah dua kali gagal menjadi anggota UCCN saat mengajukan kepada UNESCO pada 2017 dan 2019 lalu. Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka membeberkan kala itu data yang ada di dossier yang diajukan Pemkot Solo kurang lengkap.

BACA JUGA: NasDem Desak Bupati Kep Seribu Beri Penjelasan soal Helipad ‘Siluman’ di Pulau Panjang

"Dan sepertinya pemimpin yang sebelumnya kurang serius menggarap ini," katanya saat mengisi Workshop Kabupatan dan Kota (KaTa) Kreatif yang digelar di The Purwohamijayan, Kelurahan Baluwarti, Solo, Sabtu (2/6).

Gibran mengaku baru tahu hal tersebut setelah dirinya bertemu dengan petinggi UNESCO di Paris, Prancis beberapa waktu lalu. Dia mengaku sempat bertanya kepada petinggi UNESCO tersebut alasan Solo gagal menjadi UCCN dua kali sebelumnya.

BACA JUGA: Publik Puji Suara Mahalini saat Nyanyi Indonesia Raya Kritik Baju yang Dikenakan

"Salahnya dimana kok kita gagal terus. Setelah ditunjukkan dossier kita. Ternyata memang memalukan," kata Gibran usai acara.

"Kurang detail, kurang apik. Saksake (sekenanya)," lanjut putra sulung Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) itu.

Menurut Gibran, dossier yang dikirimkan Pemkot Solo saat itu minim data dan dikemas seadanya. Selain itu, event-event di Kota Solo kurang terarah, bahkan cenderung seremonial.

Dia pun memandang nama Kota Solo yang belum dikenal di luar negeri juga menjadi hambatan.

"Portofolionya sedikit, portofolio di luar negeri juga sedikit. Pokoknya nggak serius," katanya.

BACA JUGA: Tutup Pendidikan Taruna Akpol Angkatan ke-53, Kapolri: Dengar dan Serap Aspirasi Masyarakat

Atas dasar itu, dia mengaku menyayangkan kepemimpinan pemkot Solo periode sebelumnya yang kurang serius mengurus keanggotaan Kota Solo di UCCN.

Padahal menurut Gibran Kota Solo memiliki potensi yang cukup besar. Hanya saja, ia menilai Pemkot Solo periode yang lalu kurang mengelola potensi tersebut dengan baik.

"Festivalnya banyak. Tapi nggak tematik, kebanyakan seremonial. Orang luar negeri kan nggak seneng," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno, mengatakan Workshop KaTa Kreatif yang digelar di Solo merupakan salah satu persiapan untuk menyusun dossier baru. Dossier tersebut akan diajukan kepada UNESCO tahun 2023.

"Outcome dan output-nya agar tahun depan Solo dapat masuk dalam Creative Cities Network," katanya.

BACA JUGA: Bamsoet Sebut NasDem Pendukung Utama Golongan Kembali Masuk MPR

Ia pun memastikan Kemenparekraf akan mengawal Kota Solo agar lolos menjadi anggota UCCN. Kota Solo akan diusulkan ke UNESCO sebagai Kota Seni Pertunjukan.

"Saya sudah instruksikan teman-teman di Kemenparekraf untuk mengawal proses ini. Kalau kemarin informasi dan kelengkapan data belum cukup, kali ini kita tidak akan lengah. Kita totalitas ajukan Solo," katanya.

Sementara itu, kata dia, untuk 2022 ini pihaknya tengah mengusulkan Kota Bitung (Sulawesi Utara) dan Kabupaten Ponorogo (Jawa Timur) menjadi anggota UCCN.

"Tahun depan baru Solo yang sudah kita putuskan, yang satu lagi belum. Kita setiap tahun dapat dua kesempatan," kata Sandiaga.(han)