Kesolidan KLHK dan Satgas Berhasil Menekan Karhutla 2020

  • Whatsapp
Kasubdit Penanggulangan Karhutla, Radian Bagiyono mewakili Direktur PKHLdalam.kegiatan Webinar Pengendalian Karhutla di Tingkat Tapak Selasa kemarin Foto : kementerian LHK for Nusadaily.Com
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berhasil menekan karhutla di tahun 2020, ini dibuktikan Puncak musim kemarau yang diprediksi BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) terjadi pada bulan Agustus hingga awal September.

Keberhasilan ini berkat adanya konsulidasi yang kuat antara KLHK
beserta seluruh para pemangku kepentingan hingga ke tingkat tapak, dan keberhasilan ini juga sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, yang menginginkan adanya solusi permanen dari kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berulang.

"
"

Baca Juga

"
"

BACA JUGA: PDIP Bela Ahok: Tapi Ingatkan Agar Ahok Tetap Menjaga Sikapnya

Hal ini diungkapkan oleh Direktur PKHL yang diwakili oleh Kasubdit Penanggulangan Karhutla, Radian Bagiyono, dalam acara Media Briefing “Pengendalian Karhutla di Tingkat Tapak” yang dilaksanakan secara virtual, Selasa kemarin.

“Data hotspot berdasarkan satelit NOAA dan TERRA/AQUA (NASA) dari 1 Januari – 14 September 2019 dibandingkan periode yang sama tahun 2020 menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Disamping kondisi iklim yang relatif lembab dikarenakan kemarau 2020 menurut BMKG merupakan kemarau basah, hal ini juga terjadi karena upaya-upaya yang dilakukan dengan cukup masif oleh satgas di daerah yang sudah mulai bergerak sejak bulan awal tahun, sehingga hotspot bisa diturunkan sedemikian rupa, hampir 90%,” ucap Radian Bagiyono.

Dirinya juga menambahkan bahwa berbeda dari pola sebelumnya, sejak 2016 terjadi pergeseran paradigma, paradigma baru lebih mengedepankan upaya pencegahan, melibatkan masyarakat, early warning and detection system, early respons dan pengembangan instrumen.

“Ada tiga komponen penting dalam pengendalian karhutla yaitu pencegahan, penanggulangan dan penanganan paska karhutla”, ucap Radian.

BACA JUGA: Ini Muasal Andre Rosiade Minta Ahok Dicopot dari Pertamina

Salah satu contoh adalah operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang pada awalnya dilakukan untuk proses penanggulangan atau pemadaman, pada tahun ini TMC dilakukan untuk upaya pencegahan, bertujuan untuk memperpanjang musim hujan dengan cara menginduksi awan-awan yang potensial untuk menambah curah hujan di daerah-daerah yang kekeringan atau yang memiliki resiko terjadinya karhutla. (sir)

Post Terkait

banner 468x60