Kementan Komitmen Jaga Kesejahteraan Petani

  • Whatsapp
Seorang petani menaburkan pupuk di lahan sawah di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. ANTARA/Adiwinata Solihin
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya meningkatkan produksi pangan untuk tetap memenuhi kebutuhan masyarakat dengan menjaga produksi berbagai komoditas pertanian sekaligus juga menjaga kesejahteraan petani dengan menstabilkan harga jual.

“Kita berkomitmen menjaga produksi dan kesejahteraan petani. Bahkan di masa panen raya ini, kami aktif turun ke lapangan untuk menjaga harga jual gabah petani. Petani harus kita jaga kegembiraannya di masa panen,” kata Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/3).

Baca Juga

Dia mengatakan, tugas untuk menjaga produksi dan meningkatkan kesejahteraan petani tersebut sesuai amanat Undang-Undang. Upaya Kementan salah satunya dengan membentuk Tim Terpadu Gerakan Serap Gabah Petani. 

Mentan telah menerbitkan surat Menteri Pertanian Nomor 28/TP.100/M/03/2021, dengan komposisi tim jajaran Kementerian Pertanian, jajaran Perum Bulog, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kodim, Polres, Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi), serta Komando Strategi Penggilingan Padi (Kostraling).

“Tim tersebut bergerak menyerap produksi dengan membeli gabah di tingkat petani sesuai dengan HPP. Itu yang ingin dipastikan,” jelasnya.

Hasil survei kerangka sampel area (KSA) BPS menunjukkan potensi luas panen padi pada musim Januari-April 2021 mencapai 4,86 juta hektare atau naik sekitar 1,02 juta hektare (26,53 persen) dibandingkan dengan subround Januari-April 2020 yang sebesar 3,84 juta hektare. Kenaikan terjadi karena panen raya di awal tahun, terutama di sejumlah daerah terus menunjukkan tren positif.

“Pak Mentan sudah bersurat juga pada Kepala Bulog agar mempercepat penyerapan gabah petani. Kita ingin harga tidak anjlok dan petani dapat menikmati hasil panen. Ini langkah kongkret pemerintah,” tutup Kuntoro.

Saat ini, produksi pertanian terbilang memadai seiring masifnya pembangunan sarana prasarana pertanian, mekanisasi dan pemanfaatan teknologi mekanisasi, serta upaya-upaya lainnya.(lna)