Senin, September 27, 2021
BerandaNewsKemenag: Rp.3,667 T Dana BOS Madrasah Tahap II 2021 Siap Cair

Kemenag: Rp.3,667 T Dana BOS Madrasah Tahap II 2021 Siap Cair

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan bahwa pencairan dana Biaya Operasional (BOP) Raudlatul Athfal (RA) dan Biaya Operasional Sekolah (BOS) Madrasah Tahap I sudah selesai dilakukan.

Dijelaskan, Total ada Rp 3,62 triliun dana yang sudah disalurkan Ditjen Pendidikan Islam untuk sekitar 48 ribu madrasah swasta. Ini belum termasuk anggaran BOP RA yang dicairkan Kanwil Kemenag Provinsi dan BOS Madrasah Negeri yang anggarannya sudah ada di satker masing-masing.

“Kini, Kemenag bersiap untuk pencairan dana BOS Madrasah swasta Tahap II tahun 2021,” kata Menag Yaqut kepada Wartawan di Jakarta Senin (2/8/2021).

Ia juga menambahkan, bahwa Ditjen Pendidikan Islam tengah memproses pencairan BOS Madrasah swasta tahap II, dan Anggaran yang akan disalurkan mencapai Rp 3,668 triliun.

Menteri yang akrab disapa Gus Yaqut ini juga mengungkapkan, jika tahun ini Kementerian Agama mengalokasikan anggaran BOP RA dan BOS Madrasah hingga Rp10,077 triliun.

“Jumlah ini terdiri atas Rp7,319 triliun untuk madrasah swasta yang Akan dicairkan oleh Ditjen Pendidikan Islam, sebesar Rp 1,958 triliun, sedangkan untuk madrasah negeri dan anggarannya sudah ada di masing-masing satker madrasah negeri, serta Rp800,670 miliar untuk RA yang anggarannya dicairkan oleh Kanwil Kemenag Provinsi atau Kakankemenag Kab/Kota,” paparnya.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani merinci anggaran BOS madrasah swasta tahun 2021. Menurutnya, sebanyak Rp 3,079 triliun dialokasikan untuk 3.422.021 siswa Madrasah Ibtidaiyah atau MI (42%). Sebanyak Rp2,746 triliun untuk 2.496.647 siswa Madrasah Tsanawiyah atau MTs (38%). Sementara untuk 995.274 siswa Madrasah Aliyah (MA), dialokasikan Rp1,492 triliun (20%).

“BOP RA dan BOS Madrasah diberikan per tahun. Besaran BOP RA, 600 ribu per siswa, BOS MI, Rp900ribu per siswa, BOS MTs Rp1,1 juta per siswa, dan BOS MA, Rp1,5 juta per siswa,” jelas pria yang akrab disapa Dhani ini.

“Proses pencairan dimungkinkan sudah bisa dilakukan pada bulan Agustus ini. Saya harap dana BOP RA dan BOS Madrasah ini bisa dioptimalkan juga untuk mendukung penguatan digitalisasi madrasah,” pesannya.

Terpisah, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah M Isom Yusqi meminta RA dan madrasah untuk segera memproses pencairan BOP dan BOS tahap II. Ada sejumlah mekanisme yang harus diselesaikan dan itu sudah dituangkan dalam pedoman, mulai upload berkas administrasi, verifikasi, hingga teknis pencairan di bank.

Dijelaskan Isom, untuk memudahkan RA dan madrasah, pihaknya sudah menyiapkan layanan berbasis digital melalui Portal https://bos.kemenag.go.id. Jika ada permasalahan atau kesulitan, RA dan madrasah juga dapat menghubungi Madrasah Digital Care melalui Whatsapp 081147402020.

“Gunakan dana bos sesuai aturan yang berlaku dan untuk mempercepat peningkatan capaian pembelajaran,” pesan Isom.

“Gunakan dana bos secara efektif dan efisien, tepat sasaran, tepat waktu dan tepat laporannya,” tandasnya. (sir/kal)

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

The Legion Nutrition dan Amarta Hills Berkolaborasi Gelar Body Competition

NUSADAILY.COM - KOTA BATU - Produsen suplemen olahraga, The Legion Nutrition tak berhenti memberikan dukungannya di bidang olahraga. Kali ini mereka ambil bagian sebagai...