Senin, September 27, 2021
BerandaNewsKejari Sumenep Panggil Saksi Soal Kasus Tipikor Teller Bank BUMN

Kejari Sumenep Panggil Saksi Soal Kasus Tipikor Teller Bank BUMN

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – SUMENEP – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur panggil saksi atas kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) penggelapan uang nasabah salah satu Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Kasus rasuah yang menyeret inisial NA, seorang teller Bank BUMN plat merah di wilayah Sumenep ini kian mencuat dan memanggil pihak Bank. Namun, saksi – saksi yang panggil tersebut masih dirahasiakan pihak Kejari.

Kepala Kejari (Kajari) Sumenep, Adi Tyogunawan, mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa menyebutkan prihal materi penyidikan.

“Kalau materi penyidikannya tidak bisa disampaikan. Cuma kita telah memanggil beberapa saksi untuk diperiksa,” katanya saat dihubungi melalui sambungan selularnya, Sabtu 31 Juli 2021.

Selain itu, pihaknya juga mengaku bahwa tidak memastikan secara detail hingga proses penyidikan selesai. “Kita tidak bisa memprediksi berapa saksi yang akan diperiksa,” ujarnya.

Sejak ditetapkannya NA sebagai tersangka oleh Kejari Sumenep pada Senin, 19 Juli 2021 lalu, Adi menuturkan hingga kini belum diketahui secara pasti ada berapa korban atau nasabah yang ditilap uang tabungannya oleh NA.

Saksi yang Telah Dipanggil adalah Korban

“Kemarin itu saksi yang telah dipanggil adalah korban. Jadi mereka yang merasa kehilangan uang, itu yang kami panggil,” jelasnya.

Meski demikian, Kejari Sumenep juga enggan menyebut nama BUMN yang menjadi tempat teller Bank tersebut korupsi uang nasabah.

Kemudian, Adi juga mengaku, bahwa pihak Bank sudah pula dilakukan pemanggilan sebagai saksi. “Untuk pihak Bank sendiri telah dilakukan pemanggilan juga,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, NA dijerat hukuman minimal 4 tahun, maksimal 20 tahun penjara. Kasus Tipikor NA sudah terjadi pada tahun 2019 silam.

NA diketahui menilap uang nasabah sebesar uang sebesar Rp 541.778.000 (lima ratus empat puluh satu juta tujuh ratus tujuh puluh delapan ribu rupiah) untuk kepentingan diri sendiri.

NA terjerat primer pasal 2 ayat 1 Junto pasal 18 Undang-Undang (UU) nomor 20 tahun 2001, tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor Junto pasal 64 ayat 1 kitab undang-undang pidana (KUHP). (nam/aka)

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

The Legion Nutrition dan Amarta Hills Berkolaborasi Gelar Body Competition

NUSADAILY.COM - KOTA BATU - Produsen suplemen olahraga, The Legion Nutrition tak berhenti memberikan dukungannya di bidang olahraga. Kali ini mereka ambil bagian sebagai...