Kamis, Oktober 21, 2021
BerandaNewsKejar Ketertinggalan, Disparta Kota Batu Susun Kajian Perencanaan Rippda

Kejar Ketertinggalan, Disparta Kota Batu Susun Kajian Perencanaan Rippda

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM-KOTA BATU – Kota Batu memproklamirkan dirinya sebagai kota wisata. Akan tetapi masih ada yang pekerjaan yang tertinggal. Julukan itu terkesan sumir karena belum memiliki pedoman arah pengembangan pariwisata. Hingga kini Kota Batu memiliki rencana induk pengembangan pariwisata daerah (Rippda). 

Pembentukan RIPPDA kabupaten/kota tertuang dalam amanat yang dicantumkan dalam PP Nomor 50 Tahun 2011 tentang rencana induk pembangunan kepariwisataan nasional (Ripparnas) 2010-2025. Rippda sebagai pedoman untuk melakukan penataan dan pengelolaan, pemberdayaan serta pengembangan potensi pariwisata secara tepat, terencana dan terukur. 

Selain itu pengembangan pariwisata tak bisa dikotomikan dengan pemanfaatan ruang agar tetap menjaga daya dukung lingkungan selaras pelestarian ekologis. Sehingga nantinya dituntut pula untuk memperhatikan kebijakan yang dituangkan dalam RTRW Kota Batu.

Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq mengatakan, pihaknya mulai mempersiapkan dokumen perencanaan Rippda. Dokumen ini sebagai landasan awal untuk proses penyusunan ranperda Rippda yang akan dilemparkan ke legislatif. “Dokumen kajian perencanaan Rippda bagian dari pembentukan ranperda yang akan disampaikan ke legislatif. Hingga hasil akhirnya berupa perda,” kata Arief dilansir Nusadaily.com.

Jasa konsultasi perencanaan review Rippda tercantum LPSE Disparta Kota Batu. Pagu anggaran senilai Rp 250 juta bersumber dari APBD 2021. Belanja jasa konsultasi layanan kepariwisataan ini dimenangkan PT Presisitektur Karya Utama dengan harga penawaran sebesar Rp 162,7 juta.

“Kajian ini mereview dokumen perencanaan pada tahun sebelumnya. Harapan kami, akhir tahun 2021 atau awal 2022, dokumen kajian bisa diselesaikan. Selanjutnya dilemparkan ke legislatif untuk pembahasan ranperda,” papar Arief.

Selama belum memiliki Perda Rippda, lanjut Arief, penataan dan pengembangan kepariwisataan berkiblat pada Perda Kota Batu nomor 1 tahun 2013 tentang penyelenggaraan kepariwisataan. Dengan adanya Perda Rippda nantinya, ia berkeyakinan dapat memaksimalkan penataan dan pengembangan kepariwisataan di Kota Batu. 

“Rippda juga ada kaitannya, sinergi dengan kebijakan pemanfaatan ruang dan dampak KLHS. Semua terintegrasi dalam pengembangan kepariwisataan berbasis kearifan lokal dan berbasis lingkungan. Kajian ini mencakup aspek tata kelola pemanfaatan ruang, pembangunan kepariwisataan, sosial budaya masyarakat,” urai dia. (wok/wan)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

Polda Metro Periksa Rachel Vennya Hari Ini

0
NUSADAILY.COM - JAKARTA - Penyidik Polda Metro Jaya berencana memeriksa ​selebgram Rachel Vennya terkait dugaan kabur dari isolasi di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet...