Kebutuhan UDD Mendesak, Pemkot Batu Kucurkan Hibah Rp 400 Juta

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM-KOTA BATU- Seiring perkembangannya, jumlah penduduk di Kota Batu menunjukkan peningkatan. Idealnya, peningkatan jumlah populasi penduduk harus diikuti peningkatan pelayanan kesehatan.

Baca Juga

Diketahui jumlah rumah sakit di Kota Batu berjumlah enam unit rumah sakit umum dan lima Puskesmas serta beberapa poliklinik. Saat ini baru ada dua rumah sakit yang memiliki bank darah rumah sakit (BDRS) yaitu Rumah Sakit Karsa Husada dan Rumah Sakit Baptis.

Keduanya mengambil stok darah dari UDD Kota Malang dan UDD Kabupaten Malang dengan Jarak tempuh lebih dari 1 jam perjalanan jika jalan normal. Karena hingga kini belum ada Unit Donor Darah (UDD) atau Unit Transfusi Darah di Kota Batu yang dikelola PMI.

UDD merupakan salah satu unit kerja yang ada di PMI. Tugas dan fungsi utamanya ialah meningkatkan derajat kesehatan melalui pengelolaan darah yang berkualitas, mewujudkan pelayanan penyediaan darah yang aman, tepat waktu, terjangkau dan berkesinambungan.

PMI Tingkatkan Fasilitas

Ketua PMI Kota Batu Punjul Santoso mengatakan bahwa saat ini organisasi yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan lingkup Kota Batu ini, bakal meningkatkan fasilitasnya. Utamanya UDD yang sampai saat ini PMI Kota Batu belum memilikinya.

Berdirinya Unit Donor Darah di Kota Batu secara tidak langsung akan menjaga kualitas darah yang dibutuhkan oleh pasien. Pengelolaan UDD ditangani langsung PMI Kota Batu. Dilihat dari letaknya, lokasi UDD PMI Kota Batu sangat strategis karena jaraknya yang berdekatan dengan rumah sakit.

“Jarak terjauh antara PMI Kota Batu dengan rumah sakit sejauh 5 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 10 menit dari Rumah Sakit Baptis maupun Rumah Sakit Punten yang merupakan jarak yang paling jauh dari PMI Kota Batu,” urai Punjul.

Dengan berdirinya UDD PMI Kota Batu selain untuk memenuhi kebutuhan darah di rumah sakit yang ada di Kota Batu, juga bisa untuk memenuhi kebutuhan darah pada rumah sakit yang ada di Wilayah Malang Barat. Seperti rumah sakit atau puskesmas yang ada di wilayah Kecamatan Pujon, Kecamatan Ngantang serta Kecamatan Dau dan Karangploso.

Lakukan MoU dengan Kabupaten Malang

“Karena itu kami telah melakukan MoU dengan PMI Kabupaten Malang yang di tindaklanjuti kerja sama dengan UDD Kabupaten Malang terkait pelatihan tenaga PTTD yang akan di pekerjakan di UDD Kota Batu,” imbuhnya.

Dalam menjalankan UDD, PMI Kota Batu akan didukung oleh kelompok pedonor. Selama ini telah terbentuk di wilayah Kota Batu sebanyak kelompok donor dengan anggota pedonor aktif sekitar 1500 2000 pedonor. serta masyarakat secara umum yang secara sukarela datang ke UDD PMI untuk menyumbangkan darahnya.

“Kami usahakan untuk tahun ini fasilitas UDD bisa terealisasi. Mengingat untuk Kota Batu tercatat ribuan orang yang aktif mendonorkan darah,” ujar Punjul.

Untuk mewujudkan berdirinya UDD, PMI Kota Batu mendapat dana hibah dari Pemkot Batu melalui anggaran tahun 2021. Dana hibah senilai Rp 400 juta akan dimanfaatkan untuk pembelian reagen dan bahan habis pakai serta operasional yang lainnya.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Batu untuk menyiapkan tempat sebagai laboratorium dan proses pelayanan darah. Juga melakukan koordinasi dengan rumah sakit dan Puskesmas yang ada diwilayah Kota Batu.

“Karena itu PMI Kota Batu akan melakukan penjaringan atau penerimaan tenaga untuk UDD. Melakukan sosialisasi ke rumah sakit dan pelayanan kesehatan lainnya yang berada di wilayah Kota Batu dan Malang bagian barat dan masyarakat tentang keberadaan UDD PMI Kota Batu,” ungakpnya Wakil Wali Kota Batu ini.(wok/aka)