Kasus Covid-19 Makin Tinggi, Ketua MPR: Pemda Jangan Paksakan Pola Hidup Baru

  • Whatsapp
Ketua MPR Bambang Soesatyo. (ist)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Ketua MPR Bambang Soesatyo mengingatkan, semua Pemerintah Daerah (Pemda) agar semakin bijaksana dan lebih mengutamakan aspek kehati-hatian, dalam melonggarkan ketentuan pembatasan sosial atau menerapkan pola hidup baru.

Untuk itu, kalau masih ada kelompok-kelompok masyarakat, menolak melaksanakan protokol kesehatan, penerapan kenormalan baru, sebaiknya tidak dipaksakan.

"
"

Baca Juga

"
"

“Kalau pelanggaran protokol kesehatan masih marak sebagaimana terlihat pada sejumlah kota di pulau Jawa, itu berarti Pemda masih gagal. Sehingga, sebagian masyarakatnya belum berkesadaran penuh, akan pentingnya mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan,” ungkap politisi yang akrab disapa Bamsoet ini, di Jakarta, Senin 27 Juli 2020.

Lebih lanjut, Mantan Ketua DPR RI ini menuturkan, maraknya pelanggaran protokol kesehatan, masih terlihat di Jakarta dan sejumlah kota di Jawa Timur. Kecenderungan itu, tercermin dari lonjakan kasus baru di Jakarta maupun Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengakui, bahwa penyebab lonjakan kasus Covid-19 di Jawa Timur adalah, ketidakpatuhan sebagian masyarakat pada protokol kesehatan. Di Jakarta, aparatur Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI, sudah mencatat 27 ribu lebih kasus pelanggaran warga yang tidak menggunakan masker.

BACA JUGA: Satpol PP DKI Tindak 37.883 Warga Tak Pakai Masker, Denda Capai Rp 570 Juta

“Ini menjadi penanda bahwa Jakarta, Jawa Timur dan beberapa kota lainnya memang belum siap menerapkan pola hidup baru. Karena itu, jangan dipaksakan karena risikonya cukup besar,” tegas politisi kelahiran Jakarta itu.

Selanjutnya, Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga mengingatkan, jika ketidakpatuhan pada protokol kesehatan masih marak, lonjakan kasus baru Covid-19, seperti yang terjadi sekarang akan berkelanjutan. Kecenderungan seperti itu sudah barang tentu akan membuat banyak orang takut dan ragu, untuk mulai membiasakan pola hidup baru di ruang publik.

“Lonjakan kasus baru yang berkelanjutan pun bisa berakibat fatal, seperti terjadi di Eropa, Amerika Serikat hingga Brasil. Sebagaimana dilaporkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Jumat 24 Juli 2020 lalu, Eropa sedang mencatat peningkatan kasus Covid-19, dalam dua minggu terakhir. Dari sekitar 15 juta kasus Covid-19 di seluruh dunia, seperlimanya tercatat di Eropa dengan total kematian 207.118,” urai Bamsoet.

BACA JUGA: Ratusan Ilmuwan Sebut Virus Corona Mengudara, Desak WHO Ralat Saran

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menjabarkan, lonjakan kasus di benua Eropa terjadi akibat kelalaian warga Eropa melaksanakan protokol kesehatan selama fase pelonggaran. Sejak pekan lalu, Prancis, Jerman, Austria dan Inggris mulai memperketat lagi pelaksanaan protokol kesehatan. Utamanya penggunaan masker, serta menerapkan denda bagi siapa saja yang tidak mengenakan masker.

“Dampak pandemi Covid-19 di Amerika Serikat dan Brasil, bahkan lebih parah lagi. Pekan lalu, Amerika Serikat sudah mencatatkan empat juta lebih kasus dengan total kematian 144.167. Sedangkan Brasil sudah mencatat kasus 2,2 juta dengan total kematian 82.771. Karenanya, saya meminta Pemda untuk mendorong semua elemen masyarakat di daerah, agar patuh dan melaksanakan protokol kesehatan, jika ingin menerapkan pola hidup baru,” ulasnya.(via/lna)

Post Terkait

banner 468x60