Karyawan Kantor Cabang BRI di Berbagai Tempat Disatroni Covid-19, Kenapa Ya?

  • Whatsapp
Logo Bank Rakyat Indonesia (BRI)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Bank Rakyat Indonesia (BRI) tertimpa musibah. Ratusan karyawan yang bertugas di beberapa kantor cabangnya terserang Covid-19.

Ini hasil rangkuman Nusadaily.com dari beberapa kejadian sejak pertama penyakit mematikan ini menghantam Indonesia.

"
"

Baca Juga

"
"

Kabar pertama adalah saat Karyawan BRI kena COVID-19 di Pekanbaru Riau, bahkan kasus BRI menjadi klaster tersendiri.

Hal itu diterangkan Juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Riau dr Indra Yovi, mengumumkan adanya penambahan delapan pasien positif Covid-19 di Riau per hari Jumat (19/6/2020). Dari delapan pasien positif Covid-19 tersebut, tujuh di antaranya berasal dari klaster Bank BRI.

“Dengan adanya penambahan delapan pasien positif tersebut, total pasien positif Covid-19 di Riau saat ini menjadi 142 dari sebelumnya 134,” katanya dikutip nusadaily.com dari riaupos.co.

Untuk pasien ke 135 yakni berinisial IB, pasien ke 136 FA, pasien 137 CG, pasien ke 138 H, pasien ke 139 RD , pasien ke 140 NI, pasien ke 141 MS yang ketujuhnya merupakan kontak erat pasien positif sebelumnya atau berasal dari klaster Bank BRI.

Hantam Kota Malang

Setelah kasus Riau tertangani, Covid-19 kembali berulah dan menyasar Kanwil BRI Malang. Tak ayal Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 langsung melakukan tracing di rumah Wakil Pemimpin Wilayah atau Kanwil BRI Malang yang meninggal dunia. Diketahui rumah PDP terkonfirmasi positif COVID-19 tersebut terletak di perumahan elit, yakni Perumahan Ijen Nirwana.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Kota Malang, dr. Husnul Muarif mengungkapkan, setelah diketahui meninggal dunia, pihaknya langsung melakukan tracing. Termasuk di kawasan perumahan tempat tinggal PDP tersebut.

“Kami sudah melakukan tracing oleh teman-teman yang berasal dari Puskesmas wilayah sekitar,” terang dia ketika dikonfirmasi NusaDaily.com, Rabu (8/7/2020).

Namun, Husnul belum bisa menyimpulkan kronologis penularan PDP yang meninggal dunia itu berasal dari mana.

“Kami masih mengumpulkan dulu hasil tracing dan swab. Setelah itu, baru bisa disimpulkan, kronologisnya seperti apa dan yang mana yang primer,” lanjut dia kepada induk imperiumdaily.com ini.

BRI Pamekasan Juga Jadi sasaran

Setelah karyawan Bank BRI Kantor Wilayah (Kanwil) Malang terkonfirmasi positif Covid-19, kini giliran 13 karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Pamekasan, Jawa Timur ikut dikabarkan positif.

Tim medis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) melakukan penyelidikan epidemiologi pada kasus 13 karyawan tersebut.

 “Saat ini tim medis dari Dinas Kesehatan Pamekasan sudah turun tangan, guna melacak orang-orang yang pernah kontak dengan pasien positif COVID-19 dari BRI tersebut,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan dr Syaiful Hidayat .

Temuan adanya karyawan BRI yang terpapar COVID-19 ini, setelah perusahaan jasa keuangan ini melakukan tes usap (swab) kepada semua karyawannya di Surabaya. Hasilnya, sebanyak 13 orang dinyatakan positif.

Menurut Syaiful, para karyawan BRI yang positif terpapar COVID-19 itu masuk kategori orang tanpa gejala (OTG) dan semuanya sehat.

“Karena jenisnya OTG, maka karantina yang dilakukan adalah karantina mandiri. Mereka tidak dirawat di RSUD Pamekasan ataupun di rumah sakit rujukan kasus COVID-19 di Pamekasan ini,” katanya.

Selain dilakukan penyelidikan penelitian epidemiologi, juga telah dilakukan penyemprotan disinfektan di semua kantor BRI unit yang ada di Kabupaten Pamekasan.

 “Kecuali kantor BRI cabang. Kalau semua BRI unit, sudah di lakukan penyemprotan atas permintaan BRI sendiri,” kata Ketua Forum Relawan Penanggulangan Bencana Daerah (FRPB) Pamekasan Budi Cahyono.

Kantor BRI unit yang disemprot adalah yang karyawannya positif terpapar COVID-19, masing-masing BRI unit Gaden, Terminal, Trunojoyo, Pakong, Palengaan, Ponteh dan BRI unit Waru.

Sementara itu, hingga 18 Juli 2020 terdata warga Pamekasan terpapar COVID-19 sebanyak 201 orang dengan perincian sebanyak 101 orang masih menjalani perawatan, 75 orang sembuh dan 25 orang sisanya meninggal dunia.

Sasar Blitar

Berikutnya kabar mencengtangkan juga datang dari Blitar. Sebanyak 18 pegawai Bank Rakyat Indonesia (BRI) kantor cabang Blitar terkonfirmasi positif virus COVID-19. Kluster baru BRI ini diketahui setelah salah satu pegawai dinyatakan positif corona. Selain 18 karyawan ada juga lima anggota keluarga karyawan BRI yang positif COVID-19.

“Jadi kasus ini kita ketahui setelah salah satu pegawai terkonfirmasi positif corona. Akhirnya kita lakukan swab massal. Dan akhirnya muncul 23 pegawai terpapar positif corona,” kata Hakim Sisworo, Sekretaris Gugus Tugas Kota Blitar Senin 14 September 2020.

Lebih lanjut Hakim menuturkan, dari 18 karyawan BRI Jalan A. Yani Kota Blitar tersebut. Sepuluh di antaranya warga Kota Blitar yang saat ini menjalani isolasi di rumah sakit swasta, rumah karantina milik Pemkot Blitar. Serta di rumah masing-masing. Sementara 13 (termasuk keluarga) lainnya menjalani perawatan di masing-masing wilayahnya, seperti Kabupaten Blitar, Malang, dan Kediri.

“Dengan temuan ini, kita terus melakukan tracing dan sterilisasi di kantor Bank BRI Cabang Blitar,” pungkasnya.

20 Persen Karyawan BRI Blitar WFH

Sementara itu, Pemimpin Cabang BRI Blitar, Anis Abdul Hakim mengatakan, operasional tetap berjalan seperti biasa dan tidak ada kendala. Sekitar 20 persen karyawan sudah diberlakukan Work From Home (WFH). Sudah melakukan koordinasi dengan gugus tugas dan menyatakan langkah yang dilakukan pihaknya sudah benar.

“Jadi intinya BRI tidak ada kendala untuk operasional. Untuk teman-teman sudah kita lakukan sesuai SOP BRI di safe house. Kita sudah koordinasi dengan gugus tugas, artinya langkah yang sudah kita lakukan sudah betul. Termasuk keluarganya dari temen-temen yang positif ikut diswab,” tuturnya terkait pegawai BRI Blitar.

Anis melanjutkan, operasional BRI Blitar tetap jalan karena bisa melalui mobile banking kemudian melalui BRI unit. Pihaknya mempunyai 35 unit dan satu KCP. Menurutnya, jika ada transaksi tertentu yang harus di KCP, maka akan dilayani. Namun hanya dengan dua teller dan dua customer service karena yang lain harus WFH.

“Untuk nasabah yang datang ke sini, dia tidak bawa kendaraan dan harus ke unit, disediakan tiga mobil. Jadi nanti kita antar ke unit yang antreannya tidak panjang memakai mobil untuk bertransaksi,” imbuhnya.(han)

Post Terkait

banner 468x60