Kamis, Oktober 28, 2021
BerandaNewsJokowi Soroti Bansos Belum 100 Persen, Mensos Akui 95,4 Persen

Jokowi Soroti Bansos Belum 100 Persen, Mensos Akui 95,4 Persen

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Menteri Sosial Juliari Batubara mengakui bantuan sosial pada masyarakat terdampak pandemi Covid-19 memang belum tersalurkan 100 persen. Menurutnya, penyaluran bansos reguler di Kementerian Sosial saat ini terdiri dari dua program, yaitu Program Keluarga Harapan (PKH) dan program Kartu Sembako.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Untuk PKH, Realisasi per bulan Juni ini sudah 95,4 persen yaitu 9,54 juta keluarga penerima manfaat sudah menerima dana. Totalnya sekitar Rp 2,42 triliun,” kata Juliari dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Senin 29 Juni 2020.

Juliari mengatakan, di Juni ini, masih ada kurang lebih 456.671 keluarga yang belum menerima bantuan atau dana kurang lebih sekitar Rp130 miliar. “Insya Allah sampai akhir bulan ini bisa seluruhnya tersalurkan hingga pencapaian bisa 100 persen atau 10 juta penerima manfaat,” ujarnya.

Adapun, untuk program bansos reguler kedua adalah Kartu Sembako atau bantuan pangan non-tunai. Juliari menyebut progress penyalurannya hingga Juni 2020 telah mencapai 18,3 juta keluarga. Realisasi itu masih dibawah target yang ditetapkan yaitu menjangkau 20 juta keluarga penerima manfaat.

Menurut dia, belum tercapainya progress 100 persen disebabkan penyaluran bansos harus menyesuaikan protokol kesehatan. Sebagian besar dari sisa penerima manfaat juga berada di wilayah terpencil yang sulit dijangkau.

“Insya Allah di bulan depan kita bisa capai 20 juta warga untuk kartu sembako. Sehingga target 20 juta penerima manfaat bisa tercapai,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas sempat menyoroti penyaluran bantuan sosial (Bansos) yang belum 100%. Jokowi menyampaikan hal itu saat memberikan arahan kepada Kabinet Indonesia Maju dalam rapat terbatas 18 Juni 2020 lalu, seperti yang ditayangkan YouTube Setpres pada Minggu 28 Juni 2020.

Jokowi awalnya menyoroti laporan belanja kementerian yang dinilainya masih standar. Padahal suasana sedang darurat Corona.

“Belanja-belanja di kementerian, saya lihat laporan-laporan masih biasa-biasa saja. Segera keluarkan belanja itu secepat-cepatnya. Karena uang beredar akan semakin banyak, konsumsi masyarakat nanti akan naik. Jadi belanja-belanja kementerian tolong dipercepat,” tegas Jokowi.

“Sekali lagi, jangan menganggap ini biasa-biasa saja, percepat, kalau ada hambatan keluarkan peraturan menterinya agar cepat. Kalau perlu Perpres saya akan keluarkan perpresnya,” tambahnya. (hud/lna)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Istri Selingkuh, Suami Bawa Alat Berat Hancurkan Rumah😱##tiktokberita

♬ kau curangi cintaku - Milan indramayu