Jokowi Sebut Reshuffle, MenpanRB Tjahjo Kumolo: Persepsi Pusat dan Daerah Nggak Nyambung

  • Whatsapp
menpanrb tjahjo kumolo
MenpanRB Tjahjo Kumolo
banner 468x60

NUSADAILY.COM–JAKARTA– Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) yang juga merupakan Ketua Tim Reformasi Birokrasi Nasional, Tjahjo Kumolo. Menyampaikan bahwa proses penyederhanaan birokrasi terus dilanjutkan sesuai arahan Presiden dan Wakil Presiden. Namun ia menilai bahwa penyamaan persepsi antara pemerintah pusat dan daerah. Terkait penyederhanaan birokrasi masih menjadi tantangan yang saat ini dihadapi.

“Berangkat dari arahan Presiden dan Wakil Presiden pada akhir tahun 2019 (tentang penyederhanaan birokrasi) yang menjadi pedoman kita. Namun masih banyak beberapa teman baik di pusat maupun daerah menganggap penyederhanaan birokrasi itu tidak merupakan visi misi Presiden dan Wakil Presiden,“ papar Tjahjo di Jakarta, Selasa 30 Juni 2020.

Baca Juga

Sebelumnya, Presiden Jokowi maupun wapres KH Ma’ruf Amin dalam rapat terbatas kemarin. Menyebut reshufle dan meminta ada penyederhanaan birokrasi melalui pemangkasan eselonisasi dalam menghadapi tatanan new normal. Untuk itu, selain diperlukan penyamaan persepsi antara pimpinan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Terkait penyederhanaan tersebut, diperlukan juga penyelesaian regulasinya sebagai payung hukum.

Dikatakan Tjahjo, bahwa progress penyederhanaan birokrasi saat ini telah dilaksanakan oleh beberapa kementerian dan lembaga.

“Sampai bulan Juni 2020 sudah mendekati 60 persen proses (penyederhanaan struktural) yang sudah selesai dari kementerian dan lembaga. Sisanya sudah ada yang mengusulkan dan akan kita dampingi secara periodik dan Insya Allah selesai Desember (tahun 2020),” ungkap MenpanRB Tjahjo Kumolo dikutip nusadaily.com.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Independen Reformasi Birokrasi Eko Prasojo, mengusulkan beberapa hal agar sasaran Reformasi Birokrasi (RB) memiliki dampak yang besar.

“Supaya RB terfokus dan memiliki impact (dampak) yang lebih besar, kita bisa menggunakan indikator kinerja utuk memperbaiki proses perencanaan, penganggaran, penyusunan organisasi, dan juga sasaran kinerja pegawai. Sehingga dengan indikator kinerja ini, sasaran RB dapat terfokus,” usulnya dilansir induk imperiumdaily.com ini.(hud/cak)