Senin, Oktober 25, 2021
BerandaNewsJokowi: Demo Tolak Omnibus Law Didasari Hoax Sosmed

Jokowi: Demo Tolak Omnibus Law Didasari Hoax Sosmed

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Presiden Joko Widodo menyatakan jika aksi demonstrasi menolak Omnibus Law yang terjadi di berbagai wilayah didasari oleh mahasiswa atau buruh yang termakan hoax sosial media (sosmed).

“Saya melihat adanya unjuk rasa penolakan Undang-undang Cipta Kerja yang pada dasarnya dilatarbelakangi oleh informasi mengenai substansi dari undang-undang ini dan hoaks di media sosial,” ucap Jokowi dalam jumpa pers virtual, Jumat, 09 Oktober 2020.

BACA JUGA: 9 Hoax Omnibus Law yang Beredar, Ini Faktanya

Jokowi menggelar rapat terbatas bersama menteri terkait dan gubernur membahas RUU Omnibus Law Cipta Kerja yang memicu penolakan luas.

“Saya ambil contoh ada informasi yang menyebut tentang penghapusan UMP (upah minimum provinsi), UMK (upah minimum kota/kabupaten, UMSP (upah minimum sektoral provinsi). Hal ini tidak benar karena faktanya upah minimum regional UMR tetap ada,” ucap Jokowi.

Hoaks lain yang beredar kata Jokowi, upah minimum dihitung per jam. Padahal tidak ada perubahan dengan sistem yang sekarang. Upah bisa dihitung berdasarkan waktu dan berdasarkan hasil.

BACA JUGA: Enam Jurnalis Dipulangkan Usai Ditangkap, saat Liput Demo Tolak UU Ciptaker

Lalu hoax mengenai penghapusan cuti dan ditiadakannya kompensasi. Jokowi menegaskan jika itu tidak benar. Hak cuti tetap ada dan dijamin.

Kemudian hoaks soal perusahaan bisa mem-PHK kapan pun buruh/pegawai secara sepihak.

Juga hoaks soal jaminan sosial dihapuskan.”Benarkah jaminan sosial dan kesejahteraan lainnya hilang? Yang benar jaminan sosial tetap ada,” pungkas Jokowi. (kal)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Istri Selingkuh, Suami Bawa Alat Berat Hancurkan Rumah😱##tiktokberita

♬ kau curangi cintaku - Milan indramayu