Jumat, Mei 27, 2022
BerandaNewsJatimWow.. Laki - laki Diabet Rentan Meninggal jika Terpapar Corona

Wow.. Laki – laki Diabet Rentan Meninggal jika Terpapar Corona

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Hasil pelacakan dari Tim Tracing Gugus Tugas COVID-19 Pemprov Jawa Timur, mengungkap bahwa tingkat mortalitas kematian laki – laki lebih besar dibandingkan dengan perempuan. Termasuk tingkat penularannya didominasi laki – laki.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Dari data Tim Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Jatim, per 10 April 2020 dilakukan tracing untuk menemukan karakteristik virus Corona. Termasuk hasil tracing akan lebih memberi petunjuk arah bagi tim lain bekerja, semisal kuratif, promotif, preventif dan dampak sosial ekonomi.

Tercatat dari 22 orang yang meninggal dari kelompok positif Corona ditambah data dari kelompok PDP , ODP dan OTG yang meninggal, di Jawa Timur didominasi laki laki dengan persentase 77 persen. Sisanya 23 persen yang meninggal adalah perempuan.

Ketua Tim Tracing, dr Kohar Hari Santoso, yang juga Direktur RSUD dr Syaiful Anwar Malang mengatakan, laki-laki lebih tidak tahan serangan virus hingga meninggal disebabkan banyak faktor. Antara lain comorbid atau penyakit bawaan.

Dari data itu diolah lagi dan ditracing bahwa Virus Corona akan sangat mematikan jika terpapar ke seseorang yang memiliki penyakit bawaan. Penyakit bawaan atau comorbid yang tertinggi adalah penyakit diabetes melitus.

“Jadi pasien yang meninggal, status ODP, status PDP atau lainnya karena ada penyakit bawaan terutama jenis diabetes melitus,” ujar dr Kohar.

Apa saja penyakit comorbid yang mendorong pasien Covid cepat meninggal? Kedua adalah penyakit jantung (cardio vascular), lalu urutan ketiga diabetes campur hipertensi, lalu sepsis atau infeksi akut organ dalam, hipertensi, jantung bengkak atau cardiomega, urutan selanjutnya semakin kecil demam berdarah, obesitas atau kegemukan, bronkitis dan terakhir asma.

Penyakit di atas mendominasi penyebab pasien atau orang yang terpapar sulit ditolong atau dikendalikan. Apalagi obat Covid belum ada.

“Kalau diprosentase yang meninggal dengan penyakit bawaan atau comorbid adalah 82 persen, sisanya 18 persen tanpa penyakit bawaan,” papar dr Kohar.

Orang Tanpa Gejala

Mereka yang terpapar tanpa gejala atau OTG sebenarnya sangat berbahaya karena mereka bisa aktivitas ke mana mana tetapi tanpa sadar dia positif terpapar. Merasa sehat akhirnya melanggar isolasi diri di rumah. Akibatnya membawa spreading virus lebih luas.

“Persentase di Jatim orang tanpa gejala (OTG) ini jumlahnya 9 persen , sisanya 81 persen dengan gejala mirip flu, batuk, panas, demam, nyeri otot, dan sesak nafas,” pungkasnya sambil meminta kelompok OTG yang hasil test rapid positif atau PCR positif tidak sombong, tetap di dalam rumah isolasi di kamar sendiri.(ima)

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

Cacar Monyet Mewabah, ECDC: Lebih dari 200 Ribu Kasus Terdeteksi

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Lebih dari belasan negara di mana cacar monyet mewabah, yang sebagian besar terjadi di Eropa, telah melaporkan setidaknya satu kasus...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily