Selasa, September 21, 2021
BerandaNewsJatimTingkat BOR Melonjak Tinggi, WHO Beri Sinyal Waspada Bagi Jawa Timur

Tingkat BOR Melonjak Tinggi, WHO Beri Sinyal Waspada Bagi Jawa Timur

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Melonjaknya persentase Bed Occupancy Rate (BOR) dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, menjadi catatan serius bagi Pemprov Jatim.

Kabar terbaru, World Health Organization (WHO) bahkan memberi sinyal waspada bagi Jawa Timur.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, dr Herlin Ferliana. Ia memaparkan bahwa saat ini Provinsi Jawa Timur dan Indonesia umumnya, telah diberi peringatan oleh WHO.

“WHO sudah memberikan kita sinyal warning, bahwa BOR itu tidak boleh lebih dari 60 persen  jika lebih dari itu harus hati-hati,” ujar dr Herlin, Jumat (25/06/2021).

Pada beberapa waktu yang lalu, dr Herlin juga menyebutkan bahwa tingkat ketersediaan tempat tidur Rumah Sakit di daerah Jawa Timur meningkat. Ia mengatakan hingga minggu ini ada yang mencapai 80 persen.

BACA JUGA: Gawat! Kadinkes Jatim Sebut BOR di Sejumlah Rumah Sakit Sudah Tembus Angka 80 Persen

Seperti yang diketahui sebelumnya, jika angka BOR atau ketersediaan tempat tidur di Rumah Sakit sudah melebihi 60 persen.

Maka mau tidak mau Pemprov Jatim melalui Dinas Kesehatan Provinsi mengimbau untuk menambah jumlah tempat tidur di Rumah Sakit tersebut.

- Advertisement -

Badan Kesehatan Internasional atau WHO tersebut memberi peringatan khususnya untuk Provinsi Jawa Timur.

Agar segera menambah jumlah ketersediaan tempat tidur di beberapa Rumah Sakit yang angka BOR meninggi.

“Jadi, yang disebut dengan overload capacity atau kelebihan kapasitas terhadap Rumah Sakit itu ketika kita melihat dari nilai BOR nya. Jika nilai BORnya tinggi, maka kita akan dorong untuk penambahan tempat tidur di Rumah Sakit tersebut,” jelasnya.

BACA JUGA: BOR RSUD Sidoarjo Mulai Penuh, Neng Sasha Minta Masyarakat Jaga Kesehatan Orang Tua

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur tersebut, menganggap pernyataan WHO baru-baru ini adalah sebagai upaya Pemerintah Provinsi dan dinas-dinas terkait untuk lebih ekstra waspada lagi dengan penyebaran COVID-19 yang ada di Jawa Timur.

“Maka dari itu, selain RS lapangan di Jl Indrapura, Pemprov Jatim mendirikan RS lapangan sekalgus karantina di BPWS. Semoga ini bisa mengatasi dari tingginya BOR yang ada di Jatim, Khususnya di Ibukota Provinsi ini,” pungkasnya.(jar/lna)

AnyFlip LightBox Embed Demo

popular minggu ini

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Genjot Pelatihan Inkubasi, Pemkot Mojokerto Targetkan Bentuk Ribuan Wirausahawan Baru

NUSADAILY.COM - MOJOKERTO - Pemerintah Kota Mojokerto menargetkan ribuan pengusaha baru bakal terlahir di tengah pandemi COVID-19. Hal itu ditegaskan Wali Kota Mojokerto, Ika...