Sabtu, Mei 28, 2022
BerandaNewsJatimTergiur HP Murah di Medsos, Rp 34 Juta Raib

Tergiur HP Murah di Medsos, Rp 34 Juta Raib

NUSADAILY.COM – PROBOLINGGO – Kejadian ini menjadi peringatan buat masyarakat yang ingin membeli barang online terutama di media sosial (medsos). Harus dicermati betul, apakah penjual itu jujur atau hendak menipu.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Karena tergiur harga murah atau miring, membuat warga Kota Probolinggo Jawa Timur membeli handphone di medsos (instagram). Namun, uang terlanjur dikirim barang malah tak kunjung diterima.

Nasib tak beruntung itu dialami oleh Muhammad Dodin Alfaris (21) warga Kelurahan Kebonsari Kulon Kecamatan Kanigaran. Pada awak media, ia menceritakan sambil melapor ke polisi.

“Jadi saya hendak beli handphone melalui instagram. Karena harga murah saya semangat beli. Namun uang dikirim berkali-kali tidak ada konfirmasi barang akan dikirim,”ucapnya Kamis (30/1).

Ia membeli HP harga miring melalui akun instagram @hpmurah_bali_celluler. Disitu sejumlah HP terdaftar dengan harga promo murah.

Misalnya saja Iphone 11 Pro Max 256 GB, harganya sangat miring hanya 1,5 juta rupiah. Tidak tanggung-tanggung, jika kita beli dua unit maka akan ditambah bonus satu unit lagi secara cuma-cuma.

Tak hanya sekali pada Rabu (29/1), dalam sehari dia transfer uang sampai beberapa kali dengan nominal 5 juta rupiah, 7,5 juta rupiah, 2,5 juta rupiah total mencapai 34 juta rupiah.

Ironisnya, ia menggunakan kartu ATM kakaknya bernama Muhammad Irwansyah (32) warga Kelurahan Pilang Kecamatan Kademangan. Kejadian itu membuat Dodin merasa bersalah.

“Awalnya saya sadar, tapi lama kelamaan saya mengikuti apa yang dia (penjual, red) perintahkan (untuk mentransfer sejumlah uang),” tambah Dodin. Korban sempat komunikasi dengan penjual, namun tidak ada kejelasan bahkan sering tidak ada respons.

Sementara itu, kakaknya Muhammad Irwansyah sudah mendatangi bank untuk memblokir ATMnya. “Awalnya saya tidak tahu, karena adik mau beli HP. Saya kasihkan, setelah itu saya dapat kabar dari istri kalau saldo ATM sudah ludes,”jelasnya sambil menunjukkan bukti transfer.

Melalui sambungan seluler, Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Nanang Fendi Dwi Susanto akan memeriksa laporan korban. Pihaknya akan mendalami dulu bagaimana kronologis.

“Kita dalami dulu, bagaimana kronologi, bukti-bukti. Yang jelas laporan kita terima dulu,”ucap Nanang. (ras)

BERITA KHUSUS

Logo dan Maskot MTQ XXX Jatim 2023 Segera Rilis, Gus Ipul Apresiasi Karya Para Desainer

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bakal segera memperkenalkan logo dan maskot ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an ke XXX Jawa Timur tahun 2023...

BERITA TERBARU

Update Siswi SMP Ngawi Kabur, Netizen: Infonya Udah Ketemu Keluarga Lur

NUSADAILY.COM – NGAWI – Seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) melarikan diri dari rumah Jumat, 27 Mei 2022, sekitar subuh dan viral di media...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

NUSADAILY.COM - PROBOLINGGO - Kejadian ini menjadi peringatan buat masyarakat yang ingin membeli barang online terutama di media sosial (medsos). Harus dicermati betul, apakah penjual itu jujur atau hendak menipu.

Karena tergiur harga murah atau miring, membuat warga Kota Probolinggo Jawa Timur membeli handphone di medsos (instagram). Namun, uang terlanjur dikirim barang malah tak kunjung diterima.

Nasib tak beruntung itu dialami oleh Muhammad Dodin Alfaris (21) warga Kelurahan Kebonsari Kulon Kecamatan Kanigaran. Pada awak media, ia menceritakan sambil melapor ke polisi.

"Jadi saya hendak beli handphone melalui instagram. Karena harga murah saya semangat beli. Namun uang dikirim berkali-kali tidak ada konfirmasi barang akan dikirim,"ucapnya Kamis (30/1).

Ia membeli HP harga miring melalui akun instagram @hpmurah_bali_celluler. Disitu sejumlah HP terdaftar dengan harga promo murah.

Misalnya saja Iphone 11 Pro Max 256 GB, harganya sangat miring hanya 1,5 juta rupiah. Tidak tanggung-tanggung, jika kita beli dua unit maka akan ditambah bonus satu unit lagi secara cuma-cuma.

Tak hanya sekali pada Rabu (29/1), dalam sehari dia transfer uang sampai beberapa kali dengan nominal 5 juta rupiah, 7,5 juta rupiah, 2,5 juta rupiah total mencapai 34 juta rupiah.

Ironisnya, ia menggunakan kartu ATM kakaknya bernama Muhammad Irwansyah (32) warga Kelurahan Pilang Kecamatan Kademangan. Kejadian itu membuat Dodin merasa bersalah.

"Awalnya saya sadar, tapi lama kelamaan saya mengikuti apa yang dia (penjual, red) perintahkan (untuk mentransfer sejumlah uang)," tambah Dodin. Korban sempat komunikasi dengan penjual, namun tidak ada kejelasan bahkan sering tidak ada respons.

Sementara itu, kakaknya Muhammad Irwansyah sudah mendatangi bank untuk memblokir ATMnya. "Awalnya saya tidak tahu, karena adik mau beli HP. Saya kasihkan, setelah itu saya dapat kabar dari istri kalau saldo ATM sudah ludes,"jelasnya sambil menunjukkan bukti transfer.

Melalui sambungan seluler, Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Nanang Fendi Dwi Susanto akan memeriksa laporan korban. Pihaknya akan mendalami dulu bagaimana kronologis.

"Kita dalami dulu, bagaimana kronologi, bukti-bukti. Yang jelas laporan kita terima dulu,"ucap Nanang. (ras)