Minggu, September 26, 2021
BerandaNewsJatimTakziah ke Warga Meninggal Akibat Demam Berdarah, Bupati Trenggalek Menangis

Takziah ke Warga Meninggal Akibat Demam Berdarah, Bupati Trenggalek Menangis

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – TRENGGALEK- Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bertakziah ke rumah salah satu warga yang meninggal akibat demam berdarah, ia menangis saat mendengarkan keluhan Keluarga terkait Layanan Dokter di RSUD. Jumat (14/2/2020).

Korban demam berdarah itu bernama Berlian Nur Aini Latifah (15), warga Desa Rejowinangun, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek.

Berlian meninggal pada Minggu (9/2/2020). Ia meninggal di rumah, namun sebelumnya sempat dirawat di RSUD dr Soedomo selama tiga hari sejak Kamis (6/2/2020).

Dalam kunjungannya, bupati tak banyak bicara, ia lebih banyak mendengar ibu korban, Triana Estinengrum, bercerita.

Dalam ceritanya, Triana juga mengeluhkan layanan RSUD dr Soedomo ketika anaknya dirawat di sana.

“Jam 10 anak saya masuk (UGD). Suami saya sampai marah karena sampai jam 3 belum pindah kamar. Padahal katanya sebelumnya, jam 2 masuk, ternyata tidak ada,” imbuhnya

Saat ia menagih kamar sore hari itu, petugas sempat menanyakan apakah Triana menggunakan BPJS Kesehatan atau tidak.
Dari awal mendaftar, Triana masuk sebagai pasien umum.

Bahkan, Triana mengaku mendengar perkataan petugas yang ia anggap tak pantas.

“Terus yang dikatakan petugas, ‘Nik ngertos njenengan (pasien) umum wau, nggih kula padosne kamar, Bu,’ /Kalau tahu ibu (pasien) umum tadi, ya saya carikan kamar, Bu/,” kata dia, menirukan jawaban petugas.

Setelah sang suami marah-marah, anaknya baru mendapat kamar di Ruang Graha Arjuna.

Triana juga mengaku sempat mendapat tanggapan yang ia anggap cenderung menyepelekan kondisi sang anak selama dirawat di rumah sakit.

Ia juga mengeluhkan tindakan dari dokter yang ia anggap lama. Dokter baru memeriksa sang anak sekitar pukul 11 siang esok hari setelah sang anak menginap di rumah sakit.

Hari ketiga, Triana mengatakan, ingin memindah anaknya ke rumah sakit lain. Ia mencari informasi dan tak mendapat kamar.
Selama dirawat, sang anak sudah mengalami mimisan dan batuk berdarah. Anak itu juga telah menjalani serangkaian perawatan.

Akhirnya, sang anak yang saat itu sudah dalam kondisi kurang baik meminta pulang.
“Kesannya aku minta pulang paksa. Padahal aku tanya (rumah sakit lain juga),” kata Triana.

Triana berharap, layanan di rumah sakit ke depan tak buruk. Ia ingin tak ada pasien yang mendapat perlakuan sama seperti anaknya.

Mendengar cerita keluhan itu, Bupati Trenggalek yang kerap di panggil Mas Ipin terlibat menagis. Orang-orang yang datang bertakziah bersama juga turut menangis.
Mas Ipin juga terlihat bersimpuh di kaki sang ibu korban.

Setelah berpamitan, ia mendatangi makam Berlian yang berada tak jauh dari rumah itu.

Ketika dikonfirmasi terkait keluhan itu, Direktur RSUD dr Soedomo Sunarto mengatakan, pasien tersebut datang ke rumah sakit dengan dugaan awal diare.

“Ternyata ada penurunan trombosit dan itu progresif,” ujar Sunarto.

Setelah itu, petugas menjalankan pemeriksaan parsial ke pasien, dalam pemeriksaan itu, darah pasien diambil berkali-kali.

“Memang menyakitkan bagi pasien, tapi itu demi menyelamatkan mereka,” imbuhnya.

Soal ujaran petugas yang keluarga pasien anggap tak pantas, Sunarto menyebut, hal tersebut bergantung penerimaan.

“Penerimaan itu subjektif. Karena kondisi kalut, stres, penerimaan bisa berubah. Kalau memang ada keluhan, kita harus tracking,” tutupnya. (abi)

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

The Legion Nutrition dan Amarta Hills Berkolaborasi Gelar Body Competition

NUSADAILY.COM - KOTA BATU - Produsen suplemen olahraga, The Legion Nutrition tak berhenti memberikan dukungannya di bidang olahraga. Kali ini mereka ambil bagian sebagai...