Senin, November 29, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsJatimTahun Ajaran Baru 13 Juli 2020 Belum Bisa Jadi Pedoman

Tahun Ajaran Baru 13 Juli 2020 Belum Bisa Jadi Pedoman

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM-SURABAYA- Tahun ajaran baru 13 Juli 2020 belum bisa jadi pedoman di Kota Surabaya. Sifatnya masih sementara, belum bisa jadi patokan dimulainya belajar dan mengajar untuk siswa SD dan SMP. Sebab dasarnya masih berupa statement, belum ada surat resmi.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Supomo di Surabaya, Kamis (4/6/2020). Dia mengatakan ada beberapa statement dari pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Menyatakan bahwa pembelajaran dimulai 13 Juli 2020.

“Namun itu belum bisa dijadikan pedoman karena belum ada surat resmi,” katanya dikutip nusadaily.com.

Menurut Supomo, pengertian awal tahun ajaran baru yang dimulai 13 Juli 2020 tersebut sistem pembelajarannya tidak harus melalui tatap muka langsung, melainkan dengan sistem daring.

“Seperti kemarin-kemarin yang sudah terjadi (di Surabaya) pembelajarannya melalui daring, jadi seperti itu. Jadi kita masih menunggu petunjuk resmi dari Kemendikbud,” urainya.

Meski begitu, Supomo menilai mungkin saja pada 13 Juli 2020 itu ada daerah yang bisa menerapkan sistem pembelajaran langsung melalui tatap muka. Namun, hal ini pastinya harus disesuaikan dahulu dengan kondisi wilayah masing-masing.

“Kalau di Surabaya juga menunggu rekomendasi dari Gugus Tugas tentang kondisi di Surabaya. Tentunya nanti analisanya lebih dalam lagi,” katanya.’

Kemendikbud Belum Keluarkan Surat

Sedangkan untuk sistem pembelajaran melalui daring, kata dia, Dispendik Surabaya sebelumnya telah menerapkan hal itu. Namun begitu, kata dia, pihaknya yakin jika nantinya Kemendikbud memberikan aturan tentang dimulainya sistem pembelajaran tatap muka di sekolah. Pastinya mereka juga memberikan pedoman-pedoman apa saja yang harus dilakukan dan diantisipasi.

“Karena saat ini masih dalam kondisi COVID-19, maka kita juga harus sangat peduli dengan kondisi (kesehatan) anak-anak,” ujarnya dikutip induk imperiumdaily.com ini.

Mantan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya ini mencontohkan sebelum ada pandemi COVID-19. Anak-anak biasa berangkat ke sekolah beramai-ramai, bahkan ketika bermain juga bersama. Namun, ketika dalam perjalanannya dari rumah ke sekolah atau sebaliknya, siapa yang bisa memastikan anak-anak itu menerapkan protokol kesehatan.

“Begitu sampai di sekolah kita terapkan protokol, tapi pada waktu berangkat dan pulang sekolah siapa yang bisa menjamin anak-anak itu menerapkan protokol kesehatan sebagaimana disiplin. Mungkin kendala-kendala seperti itu kalau (diterapkan) belajar secara fisik (tatap muka),” kata Supomo.

Atas dasar itu, kata Supomo, pihaknya menyatakan tahun ajaran baru Surabaya, masih menunggu surat atau pedoman resmi dari Kemendikbud. Sebab, pedoman resmi itu akan dijadikan pegangan untuk kemudian diterapkan di Kota Surabaya.

“Apa yang bisa dilakukan dan apa yang harus diantisipasi, sehingga pembelajaran itu bisa berjalan dengan baik,” katanya.(cak)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR