Kamis, Desember 9, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsJatimSoal Larangan Mudik, Khofifah Minta Masyarakat Legowo dan Patuh

Soal Larangan Mudik, Khofifah Minta Masyarakat Legowo dan Patuh

NUSADAILY.COM – PONOROGO – Kebijakan pemerintah melarang mudik tidak lain untuk mencegah sebaran Covid-19 meluas, demi keselamatan rakyat. Untuk itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta masyarakat Jawa Timur legowo menerima kebijakan pemerintah itu.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Pemerintah masih melarang mudik. Kita harus longgar hati untuk menjaga keselamatan bersama. Tolong dipatuhi aturan ini,” kata Khofifah saat ziarah di makam Agung Kai Ageng Muhammad Besari di Kabupaten Ponorogo, Senin (5/4/2021) kemarin.

BACA JUGA: Ikuti Instruksi Pusat, Gubernur Jawa Timur Minta Masyarakat Agar Tak Mudik

Khofifah mengimbau, seperti pada Idul Fitri 2020 lalu, kebiasaan masyarakat untuk silaturrahim sanak keluarga dan berhalal bi halal harus ditunda dulu dan bisa dilakukan secara daring.

Seiring pandemi Covid-19 melandai, tak bisa dilepas dari upaya pemerintah menerapkan kebijakan Pemberlakuan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, vaksinasi dan perketat protokol kesehatan.

“Kita bersyukur dan berterima kasih seluruh elemen berikhtiar. Meski saat ini proses penyebaran Covid-19 belum berhenti tapi sudah melandai. Vaksinasi terus dimaksimalkan dan tetap waspada protokol kesehatan ketat,” terangnya.

Jika masyarakat diperbolehkan untuk mudik, pemerintah mengkhawatirkan sebaran Covid-19 yang tak diinginkan, seperti kejadian di Eropa yang menerapkan lockdown, semisal Filipina, Bangladesh dan India.

“Jadi, negara itu masuk fase gelombang ketiga. Tentu kita berharap situasi yang melandai ini kita jaga, termasuk vaksinasi kita maksimalkan, menjaga jarak serta menggunakan masker dengan benar,” jelas Khofifah.

Sambut Ramadan, Siapkan Satgas Covid-19

Meski mudik Idul Fitri 2021 ini tidak diperbolehkan, namun ibadah salat tarawih dan Idul Fitri tetap boleh digelar dengan prokes ketat.

“Harus ada tim satgas covid-19 di musalla dan masjid sehingga saat menjalankan salat tarawih, termasuk salat Ied terjaga prokes baik,” tegasnya.

BACA JUGA: Mudik Dilarang, Pemkot Malang Minta Tiap RT Awasi Warga

Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 7 tahun 2021, PPKM Mikro akan kembali diberlakukan mulai 6 hingga 19 April 2021.

“Terdapat perluasan wilayah pada PPKM mikro kali ini. Jika sebelumnya hanya 7 hingga 10 provinsi, saat ini , diperbanyak menjadi 20 provinsi,” jelasnya.

Khofifah dalam ziarah kali ini ditemani Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan Wakil Bupati Ponorogo Lisdyarita serta jajaran Forkopimda setempat.

Kata dia, pendekatan profesionalisme teknokratik dan birokratik perlu diikuti pendekatan spiritual sehingga terjadi keseimbangan lahir batin dalam menjalankan pemerintahan.(ima/lna)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Peningkatan aktivitas gunung Semeru ##tiktokberita

♬ suara asli - Nusa Daily