Rabu, September 28, 2022
BerandaNewsJatimSepi Peminat, Maskapai Penerbangan Komersial di Bandara Trunojoyo Sumenep Undur Diri

Sepi Peminat, Maskapai Penerbangan Komersial di Bandara Trunojoyo Sumenep Undur Diri

Menurut Qodri, akses transportasi darat sejauh ini masih dominan diminati warga Madura khususnya masyarakat Kabupaten Sumenep dibandingkan transportasi udara.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Sejauh ini kami menganalisisnya untuk rute Sumenep-Surabaya dan Surabaya-Sumenep dari transportasi daratnya ini cukup berat jika mau bersaing. Jadi kita yang dijalur penerbangan untuk berkompetisi masih kalah ke yang darat,” urainya.

Di samping perbedaan harga tiket yang cukup signifikan, kata Qodri, tranportasi darat menjadi faktor dominan yang membuat masyarakat belum meminati transportasi udara.

Pihaknya berharap, agar beberapa maskapai bisa lagi menerima penerbangan rute Sumenep-Surabaya tersebut.

Sekedar diketahui, Bandara Trunojoyo Sumenep bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat sudah mengkapanyekan adanya rute lain sepet ke Jakarta, Denpasar dan Provinsi Kalimantan. Namun, hasilnya masih nihil. Sementara itu, maskapai sudah pamit pulang.

“Karena kami melihat penerbangan Surabaya-Banjarmasin itu cukup bagus dan di dominasi oleh warga Madura. Makanya wacana itu kami bersama Pak Bupati gaungkan waktu itu,” imbuhnya.

BACA JUGA: Kompak! Jokowi dan Menhan Prabowo Pakai Blangkon Madura Saat Peresmian Bandara Trunojoyo Sumenep

“Tapi hingga saat ini belum ada respon dari maskapai, mungkin masih melihat dan mengkaji lagi target pasar jika rencana rute baru tersebut bisa dilanjutkan,” timpalnya.

Sejauh ini, kata dia, pihaknya masih memberikan data dan peluang dari masyarakat Madura yang ada di beberapa daerah.

Disamping itu, dirinya juga mendorong masyarakat agar bisa menciptakan pasar di transportasi udara, menurutnya harus cukup usaha yang keras.

Apalagi ditambah dengan dampak pandemi Covid-19 dua tahun terakhir yang menghantam ekonomi masyarakat.

“Yang paling penting sebenarnya bukan hanya soal penerbangannya, tapi ada tidak penumpangnya,” sentil Qodri.

Jika diprosentase dari segi aturan tranportasi darat memang lebih mudah dan terjangkau. Apalagi Surat Edaran (SE) tranportasi udara terbaru yang mewajibkannya para penumpang perjalanan dalam negeri maupun luar negeri harus menyertakan vaksin dosis ketiga atau Booster.

“Kalau tidak ada vaksin ketiga itu harus ada biaya tambahan yakni antigen. Nah, masyarakat ini kan melihatnya pasti akan mengeluarkan uang lagi,” tegasnya.

“Sekarang mungkin di transportasi alternatif tidak terlalu ketat regulasinya ya. Tapi kalau pesawat ini ya seperti yang saya jelaskan tadi,” pungkasnya.

Qodri berharap, perhatian semua pihak khususnya Pemkab Sumenep lebih bisa mengutamakan adanya tranportasi udara demi berkembangnya Kabupaten Sumenep. (nam/lna)

BERITA KHUSUS

Enam Poktan Tembakau Situbondo Dapat Bantuan Kendaraan Roda Tiga, Ini Daftarnya

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Enam kelompok tani (Poktan) tembakau di Kabupaten Situbondo bakal mendapat bantuan kendaraan roda tiga. Bantuan itu berasal dari Dinas Pertanian...

BERITA TERBARU

Dampak Suporter Rusuh, Keuangan Persebaya Tergerus Seperempat

NUSADAILY.COM - SURABAYA - Buntut kerusuhan yang terjadi di Gelora Delta, Sidoarjo, seusai Persebaya dikalahkan Rans Nusantara FC dengan skor 1-2 pada 15 September...