Kamis, Januari 27, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsJatimSanksi Lebih Ketat, PSBB Surabaya Raya Tahap II Sampai H+1 Lebaran

Sanksi Lebih Ketat, PSBB Surabaya Raya Tahap II Sampai H+1 Lebaran

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Rapat pembahasan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Surabaya Raya (Sidoarjo, Kota Surabaya dan Gresik), memutuskan perpanjangan.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Forkopimda Provinsi dan Gubernur Jatim, bersama Forkopimda tiga daerah menelaah dan mengevaluasi perkembangan sebaran Covid dengan seksama, sesuai rekomendasi Tim Ahli Epidemiologi FKM Unair, Sabtu 9 Mei 2020 sore.

Secara faktuil, 70 persen infeksi COVID-19 ini bergerak di atas 14 hari. Sehingga waktu 14 hari di PSBB tahap I, secara ilmiah epidemiologis ini belum cukup menjamin berhentinya penyebaran Covid-19.

Dari telaah pakar epidemiologi dan evaluasi PSBB, seluruh Forkopimda sepakat memperpanjang masa PSBB di Surabaya Raya.

“Jadi perpanjangan dimulai dari tanggal 12 hingga 25 Mei 2020, atau H+1 lebaran. Kira-kira begitu teman-teman,” ujar Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memimpin rapat.

Tentu saja akan ada perbedaan pelaksanaan PSBB, ke depan. Pertama check point akan lebih massif dan lebih ketat. Kedua, pengetatan physical distancing protokol kesehatan lebih ketat di pabrik, perusahaan, industri dan pasar.

Kemudian terkait penindakan akan lebih nampak di PSBB jilid II ini. Semisal ada sanksi tidak boleh memperpanjang SIM hingga 6 bulan bagi pelanggar pengendara kendaraan bermotor.

Termasuk tidak bisa mengurus SKCK selama 6 bulan. Namun, kata kuncinya tetap kepada kepatuhan dan kedisiplinan jalankan protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid.

Pola Penyebaran Masih Tinggi

Gubernur mengatakan, keputusan untuk memperpanjang masa PSBB diambil setelah melihat hasil kajian epidemiologi yang menunjukkan pola penyebaran covid-19 di Surabaya Raya masih tinggi. Terutama untuk daerah Kota Surabaya.

Di sana disebutkan sebagian pasien yang terjangkit covid-19 memiliki masa penularan lebih dari 14 hari. Hanya 30 persen positif covid-19 yang masa penularannya hanya 14 hari. 35 persen bisa menularkan hingga 21 hari, dan sebanyak 15 persen orang yang terinfeksi covid-19 masa penularannya mencapai 28 hingga 30 hari.

Alasan lain perpanjangan PSBB Surabaya Raya yaitu belum tercapainya semua indikator keberhasilan PSBB. Sesuai Permenkes 9 tahun 2020 tentang Pedoman PSBB.

Diantaranya yang belum tercapai penurunan jumlah kasus konfirmasi covid-19, penurunan angka kematian kasus covid-19, dan tidak ada penyebaran ke area wilayah baru atau terjadinya transmisi lokal.

Meski selama pelaksanaan PSBB di Gresik dan Sidoarjo relatif berhasil dimana terjadi penurunan tren persebaran penularan Covid-19. Namun di Kota Surabaya masih perlu kerja keras lagi karena masih terus mengalami peningkatan jumlah pasien positif Covid-19.

“Karena memang PSBB bukan hanya tanggungjawab pemerintah, namun juga masyarakat. Kalau masyarakatnya kurang patuh dan disiplin, sekalipun diperpanjang lagi maka jumlah pasien akan tetap bertambah,” imbuhnya.

Maka dari itu, nantinya pada masa perpanjangan PSBB akan dilaksanakan lebih ketat oleh petugas. Dan akan diikuti oleh penindakan secara tegas bagi para pelanggar.

Ketua Tim Advokasi PSBB dan Survilans Covid-19 dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair, Windhu Purnomo mengatakan, pihaknya mengkhawatirkan munculnya gelombang kedua penularan Covid-19 jika PSBB tidak diperpanjang.(ima)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com Nadzira Shafa sempat hamil anak Ameer Azzikra #tiktoktaiment ♬ Filtered Light - Nik Ammar / Mike Reed