Senin, September 20, 2021
BerandaNewsJatimSaksikan Pelantikan Pengurus AMSI Jatim 2020-2023, Khofifah Optimistis AMSI Bangun Literasi Digital

Saksikan Pelantikan Pengurus AMSI Jatim 2020-2023, Khofifah Optimistis AMSI Bangun Literasi Digital

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyaksikan pelantikan Pengurus Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jatim periode 2020-2023 di Gedung Negara Grahadi, Rabu (21/4/2021).

Ketua Umum AMSI Pusat Wenseslaus Manggut turut hadir secara virtual dalam agenda penting tersebut. Pelantikan itu dipimpin oleh Dwi Eko Lokononto selaku anggota Badan Pertimbangan dan Pengawas AMSI Pusat.

Secara khusus, Khofifah mengapresiasi peran AMSI dalam proses literasi digital. Asosiasi yang merupakan gabungan dari berbagai kantor berita digital ini diharapkan mampu memberikan informasi bagi masyarakat dalam memerangi hoaks. Khofifah Indar Parawansa juga berpesan agar AMSI segera membuat action plan.

Salah satu action plan yang disarankan oleh Khofifah adalah membuat pertemuan dengan KEK Singhasari. Di tempat itu, Khofifah berencana untuk membuat tempat pengembangan bisnis digital.

“Rasanya tahun 2023 sudah bisa. Silicon Valley Jatim ada di KEK Singhasari. Produk yang disiapkan strategis dan efektif untuk kebutuhan Masyarakat,” ujar dia.

Mantan Menteri Sosial ini juga menyinggung persiapan dan rencana membuat digital talent scholarship. Rencana ini sedang dikomunikasikan dengan Menkominfo dan disiapkan untuk 100,000 warga pada tahun 2021.

“Tahun ini 100 ribu yang dapat scholarship. Tahun depan 2,5 juta. Digital talent scholarship utk AMSI kebutuhannya sangat besar. Bisa masuk ke action plan Dan membantu program kerja AMSI,” ujar Khofifah.

AMSI Jadi Partner Kolaborasi Pemerintah Provinsi Jatim

Ia juga menjelaskan bahwa Sistem digital menjadi fokus Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Khofifah menyebut beberapa daerah sudah melakukan digitalisasi IT.

Misalnya, lanjut Khofifah, pasar tradisional sudah menggunakan QR code.

“Di Tuban, tukang becak sudah pakai QRis. Digitalisasi sistem ternyata sudah naik kelas,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa peran AMSI sangat penting untuk membangun literasi penetrasi informasi pendidikan. Dirinya berharap AMSI mampu mencegah hoaks dan ujaran kebencian.

“AMSI akan menjadi partner bagi seluruh lini dan stakeholder. Bisa kuat dan bersatu padu. Pemerintah Jawa Timur juga menggunakan sistem digital. Artinya semua sudah butuh sistem digital. Dengan AMSI, maka kolaborasi lebih mudah dilakukan,” tuturnya.

Sementara itu, Arief Rahman sebagai Ketua AMSI Jawa Timur menjelaskan bahwa AMSI merupakan Asosiasi yang mengedepankan kolaborasi. Ia melihat di zaman digital ini, semua sudah menggunakan sistem digital.

“AMSI memiliki beberapa nilai. Di antaranya adalah berintegritas dan independen Sebagai media yang objektif, bebas, bertanggung jawab dan tidak berpihak,” ujar dia.

AMSI sendiri memiliki beberapa misi. Di antaranya adalah:

  1. Memastikan dan memperjuangkan peraturan perundangan yang menjamin dan melindungi kemerdekaan pers.
  2. Meningkatkan profesionalisme media sumber berpedoman UU pers, kode etik jurnalistik, pedoman pemberitaan media siber maupun perusahaan yang memenuhi perundangan pers
  3. Memperjuangkan regulasi dan membangun ekosistem media digital yang mengedepankan jurnalisme berkualitas di tingkat wilayah dan nasional.(aka)
RELATED ARTICLES
- Advertisement -spot_img

popular minggu ini

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Pemkot Malang Alokasikan Dana Cukai Hasil Tembakau untuk Jaminan Kesehatan

NUSADAILY.COM - MALANG - Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan memanfaatkan Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau (CHT) untuk program pemenuhan dan penyediaan...