Jumat, Juli 8, 2022
BerandaHeadlineRisma Tes Saluran Air Setelah Ada Rumah Pompa Wisata Mangrove Wonorejo

Risma Tes Saluran Air Setelah Ada Rumah Pompa Wisata Mangrove Wonorejo

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meninjau rumah pompa dan saluran air yang berada di kawasan Timur Kota Surabaya, Jawa Timur, Rabu 1 Januari 2020. Ini sebagai antisipasi agar tidak terjadi banjir di Kota Surabaya seperti yang sudah melanda Jakarta dan sekitarnya.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Saya ingin ngetes kekuatan saluran air ini setelah ditambah pompa dan genset baru, harapannya nanti nariknya lebih kencang,” kata Wali Kota Risma.

Lokasi pertama yang dikunjungi Wali Kota Risma adalah rumah pompa yang berada di kawasan wisata Mangrove Wonorejo. Saat meninjau, Risma ingin memastikan kekuatan tarikan pompa air.

Hal ini dikarenakan sebelumnya rumah pompa tersebut telah ditambahkan dua pompa air dan genset untuk menambah kapasitas tarikan debit air di kawasan Surabaya Timur.

Menurutnya, rumah pompa tersebut berdiri di kawasan lindung sehingga kawasan itu tidak bisa dialiri listrik untuk operasional rumah pompa. Makanya, lanjut dia, pihaknya menambahkan genset untuk operasional rumah pompa tersebut.

“Harapannya nanti air di saluran warga dan di jalanan lebih cepat tersalurkan ke laut. Targetnya, air yang menggenang itu nanti dalam waktu tiga jam sudah habis,” ujar Risma.

Sementara itu, lokasi kedua yang di kunjungi Wali Kota Risma adalah sungai di kawasan Gunung Anyar. Risma meminta kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP), Erna Purnawati melakukan pengerukan sungai untuk menambah kapasitas penampungan air. Nantinya di saluran itu, Risma meminta agar pinggiran sungai dikeruk dan dibentuk terasiring. Tujuannya, agar mampu menampung air lebih banyak lagi.

“Ibu memerintahkan untuk mengeruk sedikit pinggiran sungai, dan dibetuk lebih terasiring. Tujuannya agar air bisa ditambung lebih banyak,” pungkas Erna. (ant/gas)

BERITA KHUSUS

Sampaikan LPJ APBD 2021, Gus Ipul: Jadi Motivasi Tingkatkan Transparansi dan Akuntabilitas Kinerja Keuangan

NUSADAILY.COM – KOTA PASURUAN – DPRD Kota Pasuruan menggelar Rapat Paripurna I dengan agenda Penyampaian Nota Keuangan Raperda tentang Pertanggungjawaban (LPJ) Pelaksanaan APBD Kota...

BERITA TERBARU

Chelsea Tawar Cristiano Ronaldo Rp 251 Miliar, MU Segera Beri Jawaban

NUSADAILY.COM - LONDON - Kabar terbaru dari situasi Cristiano Ronaldo yang rumornya mau tinggalkan Manchester United. Chelsea disebut akan tawarkan harga 14 juta Pounds...

NUSADAILY.COM - SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meninjau rumah pompa dan saluran air yang berada di kawasan Timur Kota Surabaya, Jawa Timur, Rabu 1 Januari 2020. Ini sebagai antisipasi agar tidak terjadi banjir di Kota Surabaya seperti yang sudah melanda Jakarta dan sekitarnya.

"Saya ingin ngetes kekuatan saluran air ini setelah ditambah pompa dan genset baru, harapannya nanti nariknya lebih kencang," kata Wali Kota Risma.

Lokasi pertama yang dikunjungi Wali Kota Risma adalah rumah pompa yang berada di kawasan wisata Mangrove Wonorejo. Saat meninjau, Risma ingin memastikan kekuatan tarikan pompa air.

Hal ini dikarenakan sebelumnya rumah pompa tersebut telah ditambahkan dua pompa air dan genset untuk menambah kapasitas tarikan debit air di kawasan Surabaya Timur.

Menurutnya, rumah pompa tersebut berdiri di kawasan lindung sehingga kawasan itu tidak bisa dialiri listrik untuk operasional rumah pompa. Makanya, lanjut dia, pihaknya menambahkan genset untuk operasional rumah pompa tersebut.

"Harapannya nanti air di saluran warga dan di jalanan lebih cepat tersalurkan ke laut. Targetnya, air yang menggenang itu nanti dalam waktu tiga jam sudah habis," ujar Risma.

Sementara itu, lokasi kedua yang di kunjungi Wali Kota Risma adalah sungai di kawasan Gunung Anyar. Risma meminta kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP), Erna Purnawati melakukan pengerukan sungai untuk menambah kapasitas penampungan air. Nantinya di saluran itu, Risma meminta agar pinggiran sungai dikeruk dan dibentuk terasiring. Tujuannya, agar mampu menampung air lebih banyak lagi.

"Ibu memerintahkan untuk mengeruk sedikit pinggiran sungai, dan dibetuk lebih terasiring. Tujuannya agar air bisa ditambung lebih banyak," pungkas Erna. (ant/gas)