Senin, September 20, 2021
BerandaNewsJatimRasa Jumud Sulut Ragam Reaksi Warga Saat Hadapi COVID-19 yang Kian Barbar

Rasa Jumud Sulut Ragam Reaksi Warga Saat Hadapi COVID-19 yang Kian Barbar

NUSADAILY.COM – JEMBER – Tiga dari delapan petugas pemakaman menjadi sasaran amukan massa warga Desa Jatian, Kecamatan Pakusari, dan perebutan paksa jenazah disertai perusakan mobil ambulan juga oleh warga Desa Pace, Kecamatan Silo terjadi di Kabupaten Jember.

Kemudian, di Kabupaten Bondowoso berupa kejadian aksi ratusan warga yang tiba-tiba mendatangi Puskesmas Pujer untuk mengambil paksa jenazah pasien meninggal dunia dengan vonis medis terjangkit COVID-19.

Rentetan peristiwa tersebut mengiringi lonjakan gila-gilaan penularan corona virus yang terus meningkat di Jember maupun Bondowoso seperti halnya kondisi umum se-Indonesia. Per tanggal 25 Juli 2021, Jember mencatat total 10.522 warga terinfeksi COVID-19, dan Bondowoso jumlah keseluruhan terkonfirmasi COVID-19 sudah sebanyak 4.933 orang pada tanggal 26 Juli 2021.

BACA JUGA: Mahasiswa UIN KHAS Jember Geram Bakar Ban Saat Demonstrasi Tuntut Potongan Biaya Kuliah

Walaupun tindakan warga tergolong anarkis dan berpotensi pidana, tapi tanpa ada yang berlanjut ke proses hukum. Sepertinya, fenomena kekerasan cenderung dimaklumi dengan alasan menilai berbagai reaksi warga adalah bentuk kejumudan atas situasi pandemi yang tingkat penularannya semakin bar-bar.

Pemakluman seperti yang dilakukan Plt Kepala BPBD Jember Jamil dengan memilih memaafkan para pelaku aniaya terhadap petugas pemakaman. Padahal, mulanya ia ingin agar polisi bertindak tegas. Pertimbangannya, karena warga dianggap terprovokasi dan pihak keluarga pasien meminta maaf meski tidak turut menganiaya.

BACA JUGA: BPBD Jember Tuntut Polisi Proses Hukum Pelaku Aniaya Petugas Pemakaman COVID-19

“Teman-teman BPBD Jember memaafkan mereka. Semoga tidak terulang kembali. Sebaliknya, kami juga meminta maaf kepada mereka. Kami memahami situasi warga saat itu,” ucap Jamil Senin, 26 Juli 2021 merespon insiden di Desa Jatian yang terjadi pada Sabtu, 17 Juli 2021.

Sedangkan, dua hari lalu kejadian perebutan paksa jenazah di Desa Pace menimbulkan kerusakan ambulan RS Bina Sehat juga belum tampak adanya reaksi dari pihak rumah sakit milik mantan Bupati Jember, Faida itu untuk melangkah ke ranah hukum.

Terpengaruh Isu Tak Benar

Adapun kerusuhan di Bondowoso pada Minggu, 25 Juli 2021 dikatakan oleh Kepala Puskesmas Pujer, Widjajanto bahwa aksi massa terpengaruhi oleh isu-isu tidak benar yang tersebar secara liar. Muncul berbagai kabar di media sosial yang menuding petugas medis sengaja memberi vonis COVID-19 terhadap pasien.

BACA JUGA: PPKM Darurat dan Isu Lampor, Mana yang Lebih Efektif?

“Padahal, memang pasien sudah terkonfirmasi positif COVID-19. Kondisinya sudah parah dengan komorbid penyakit jantung. Mungkin terpengaruh dari media-media sosial itu, keluarganya datang dengan membawa massa,” tutur Widjajanto.

Pengamanan Puskesmas Pujer lewat penjagaan oleh 10 personel polisi dan belasan anggota TNI dari Koramil Pujer. Petugas kewalahan menangani massa yang jumlahnya lebih banyak dan enggan menerima penjelasan medis.

BACA JUGA: Dinkes Jember Dituding Tak Becus Urus Anggaran Hingga Sengsarakan Nakes

Perkataan Widjajanto serta penjelasan paramedis Puskesmas Pujer dibaikan oleh warga. Ratusan massa tetap bersikeras membawa jenazah memakai kendaraan mobil pick-up, sebelum sempat dimandikan secara protokol kesehatan.

“Kita sudah menjelaskan setiap pasien COVID-19 semestinya melewati Prokes demi kebaikan bersama, dan keluarga bisa ikut memandikan jenazah memakai pelindung. Tapi, situasinya lain. Kami hanya bisa menghimbau,” tukasnya. (sut/lna)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

AnyFlip LightBox Embed Demo

popular minggu ini

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

berita khusus

Pemkot Malang Alokasikan Dana Cukai Hasil Tembakau untuk Jaminan Kesehatan

NUSADAILY.COM - MALANG - Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan memanfaatkan Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau (CHT) untuk program pemenuhan dan penyediaan...