Kamis, Januari 20, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsJatimPupuk Bersubsidi Kabupaten Malang Tidak Langka, Petani Tak Paham Alur: Kata Pak...

Pupuk Bersubsidi Kabupaten Malang Tidak Langka, Petani Tak Paham Alur: Kata Pak Kadis

NUSADAILY.COM-MALANG- Pupuk bersubsidi di Kabupaten Malang tidak langka. Menurut Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang Budiar Anwar, kelangkaan pupuk bersubsidi ini tidak terjadi secara nyata. Hanya saja ada perubahan atau transisi dalam mekanisme petani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi ini. Yakni melalui kartu tani.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA: Pandemi, Petani Kabupaten Malang Kesulitan Pupuk – Nusadaily.com

BACA JUGA: Anggota Komisi IV DPR RI Minta Pemerintah Punya Terobosan Soal Pupuk Subsidi – Imperiumdaily.com

“Jadi, regulasi pupuk ini diatur oleh pusat. Yang mana untuk Jatim, termasuk Kabupaten Malang diberi amanah tentang data petani melalui e-RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani). Sedangkan yang ditugaskan membagi kartu tani adalah BNI 46. Dan distribusi pupuk, yang ditugasi adalah Pupuk Indonesia Holding Company,” paparnya, Senin (15/3/2021) hari ini.

Ini bukan kelangkaan, masalahnya di SDM, seperti sejumlah petani di Kabupaten Malang belum mengerti secara menyeluruh bagaimana alur penyerapan pupuk bersubsidi menggunakan Kartu Tani. Dan ditambah memang sistem penyerapannya yang masih belum sempurna.

“Jadi, masalah pupuk diberikan sesuai dengan e-RDKK. Yang menyebabkan pupuk langka adalah mekanisme yang ada. Infrastruktur kartu tani baru berbenah. Dan dari Bank BNI juga masih terus mensosialisasikan bagaimana penggunaannya. Mekanisme pemberian pupuk, karena distribusi belum lancar. Tapi barangnya sudah ada. Untuk menebus itu, harus melalui mekanisme yang sudah disiapkan,” jelas Budiar.

Petani di Kabupaten Malang Mulai Berinovasi

Menurutnya, penggunaan kartu tani sudah menjadi sebuah keharusan. Hal itu mengingat saat ini sedang dalam masa digitilisasi. Atau masa 4.0. Dirinya menyebut, transisi pada mekanisme seperti ini, sebelumnya juga pernah terjadi pada sistem pembayaran tol.

“Ya harus sudah menggunakan kartu tani, karena sudah ‘four point zero’ (era 4.0). Juga untuk menghindari manipulasi dan sebagainya. Artinya, memang awal-awal penerapannya perlu transisi. Seperti e-tol waktu pertama kali diterapkan,” terang pria yang juga pernah menjabat sebagai Kabag Humas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang ini.

Sementara itu, dirinya beranggapan bahwa saat ini, sebagian petani di Kabupaten Malang sudah mulai berinovasi untuk mulai beralih tidak menggunakan pupuk bersubsidi. Menurutnya, hal itu juga perlu dipertimbangkan. Mengingat, subsidi pupuk juga tidak selamanya akan diberikan.

“Sebenarnya, kalau kita renungkan, subsidi tidak akan selamanya didapatkan. Artinya, para petani bisa menggunakan pupuk non subsidi atau pupuk organik. Dan para petani harus siap jika sewaktu-waktu, subsidi ini dihapus. Selain pupuk, sebenarnya petani di Kabupaten Malang juga mendapat bantuan lain seperti bibit,” tutupnya terkait Pupuk bersubsidi Kabupaten Malang.(aje/cak)

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Perampok di Sukun Malang Tertangkap di Taman Dayu Pandaan ##tiktokberita

♬ original sound - Nusa Daily