Kamis, Januari 27, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsJatimPSBB Berakhir Hari Ini, Khofifah Finalkan Pedoman Transisi Malang Raya ...

PSBB Berakhir Hari Ini, Khofifah Finalkan Pedoman Transisi Malang Raya ke New Normal

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

NUSADAILY.COM- SURABAYA– Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Malang Raya berakhir hari ini, Sabtu 30 Mei 2020.

Untuk itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, memfinalkan pedoman masa transisi.

Sesuai regulasi pasca PSBB suatu daerah memasuki masa transisi sebelum menuju the new normal life dijalankan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menegaskan penerapan PSBB Malang Raya tidak diperpanjang.

Dasar keputusan tidak memperpanjang setelah menganalisa hasil evaluasi pelaksanaan PSBB Malang Raya yang dinilai telah berhasil mengontrol penyebaran Covid-19.

“Rate of transmission di Malang Raya terkontrol dengan PSBB sekali saja. Yaitu dari 3 menjadi 1. Ini menjadi poin utama yang kita analisa setelah di Malang Raya diterapkan PSBB selama 14 hari,” papar Gubernur Khofifah, Sabtu (30/5).

Selain itu, kemampuan kawasan Malang Raya dalam melakukan tes Covid-19 secara mandiri juga sudah tersedia. Ada RSUD dr Saiful Anwar, Rumah Sakit Universitas Brawijaya dan juga Rumah Sakit Lavallete yang kini mampu melakukan tes spesimen sampel Covid-19.

“Saat ini segi layanan kesehatan berupa bed isolasi di Malang Raya juga dalam kondisi yang sangat cukup,” ujarnya.

Transisi PSBB Malang Raya Dilihat dari Komitmen 3 Pemda

Khofifah, menegaskan pertimbangan memasuki masa transisi pasca PSBB di Malang Raya juga dilihat dari komitmen ketiga Pemda dalam melindungi dan melakukan screening pada populasi berisiko tinggi atau rentan terpapar Covid-19 seperti lansia dan memiliki komorbid.

“Untuk komitmen melindungi komunitas berisiko, dilakukan Malang Raya melalui kerjasama dengan BPJS khususnya lansia dan pasien hipertensi serta diabetes, yang menjadi komorbid paling berisiko jika terpapar covid-19,” tegas Gubernur Khofifah.

Di Malang Raya, juga ada komitmen kuat dari Pemda untuk melakukan sosialisasi berkelanjutan, tentang physical distancing pemakaian masker, protokol kesehatan dan pola hidup sehat.

Selain itu penyebaran Covid-19 di Malang Raya juga dilakukan dengan isolasi yang cepat. Serta gerakan komunitas menjadi kunci dalam melawan penyebaran Covid-19 di Malang Raya.

Bahkan kampung tangguh di Malang Raya sudah mencapai 290 titik. Tepatnya 200 kampung di Kabupaten Malang, 86 di Kota Malang dan 4 di Kota Batu.

Kampung tangguh yang berbasis masyarakat dengan bantuan pembinaan dari TNI – Polri serta perguruan tinggi menjadi modal sosial (social capital) yang terbaik dalam melawan Covid-19 sesuai dengan arahan WHO.

Yang menggembirakan, di Malang Raya telah ada 61 pasar berformat ganjil genap dilaksanakan dengan jaga jarak. Format pasar ganjil genap sudah diterapkan di 34 pasar di Kabupaten Malang, 25 di Kota Malang serta 1 di Kota Batu.

“Apa yang telah dilakukan di Malang Raya selama masa PSBB akan terus dilanjutkan di masa transisi menuju new normal life. Bahwa transisi bukan relaksasi seluas-luasnya. Tapi justru transisi adalah penyiapan ketika new normal akan mereka lakukan maka kewaspadaan harus dibangun secara lebih kuat agar suasana sosial ekonomi terus meningkat ,” tegasnya.

PSBB Malang Raya Cukup Sekali

Poin-poin pertimbangan PSBB Malang Raya cukup sekali saja dan dilanjutkan transisi menuju new normal life telah selaras dengan pedoman World Health Organization (WHO).

Terakhir, maka penyelesaian buku pedoman hidup sehat di tengah Covid-19 sedang disusun secara kolaboratif pentahelix antara akademisi, pemerintah, dunia usaha, masyarakat dan media.

“Hari ini vaksin Covid-19 belum ditemukan. Maka hari ini vaksin terbaik adalah pola hidup sehat, vaksin terbaik adalah kedisiplinan. Disiplin menggunakan masker, disiplin physical distancing dan disiplin menerapkan hidup bersih dan sehat,” pungkas Gubernur Khofifah.(ima/aka)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com Nadzira Shafa sempat hamil anak Ameer Azzikra #tiktoktaiment ♬ Filtered Light - Nik Ammar / Mike Reed