Kamis, Januari 20, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsJatimPolres Trenggalek Tetapkan Dua Tersangka Pembudidaya Udang Vaname

Polres Trenggalek Tetapkan Dua Tersangka Pembudidaya Udang Vaname

NUSADAILY.COM-TRENGGALEK- Polres Trenggalek tetapkan dua orang tersangka pembudidaya udang vaname. Satreskrim menetapkan itu atas dugaan kerusakan lingkungan hidup.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA: KPU Trenggalek Tekan Penyebaran Covid-19 Lewat Simulasi Pencoblosan – Imperiumdaily.com

BACA JUGA: Wisata Pantai Kebo Trenggalek Lagi Hits, Sungguh Indah dan Menawan

Lokasi budidaya udang vaname di Kawasan Hutan Negara petak 95K Blok Cengkrong RPH Watulimo BKPH Bandung RPH Kediri. Masuk kawasan Dusun Cengkrong Desa Prigi Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek.

Kedua tersangka pembudidaya udang vaname itu adalah Giyono (49) dan Sukri (50). Keduanya adalah warga Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo Trenggalek.

Wakapolres Trenggalek Kompol Mujito, mengatakan pengungkapan kasus budidaya udang vaname ini merupakan yang pertama kali di Jawa Timur. Hal tersebut tak lepas dari dedikasi dan integritas jajarannya hingga berhasil mengungkap secara tuntas.

“Tidak menutup kemungkinan penyelidikan kasus kerusakan lingkungan hidup akan berkembang ke daerah pesisir lainnya,” imbuhnya di Polres Trenggalek soal budidaya udang vaname, Rabu (2/12/2020).

Kasus Udang Vaname Diteliti Sejumlah Saksi Ahli

Dari hasil penyelidikan dan keterangan soal kasus udang vaname dari sejumlah saksi ahli di antaranya ahli titik koordinat BPKH wilayah XI Yogyakarta. Lalu ahli kehutanan, ahli perikanan, ahli kerusakan tanah dan lingkungan dan ahli pidana.

Hasil laboratorium sejumlah barang bukti menyatakan bahwa keberadaan tambak udang vaname tersebut mengakibatkan kerusakan lingkungan. Dan bisa berpengaruh terhadap lingkungan sekitar maupun habitat laut yang berada di sekitar lokasi tambak udang.

“Kedua tersangka dijerat dengan pasal 98 ayat (1) dan/atau pasal 99 ayat (1) UU RI nomor 32 tahun 2009. Tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup Jo pasal 55 ayat (1). Dengan ancaman hukumannya minimal 3 tahun dan maksimal 10 tahun penjara. Serta denda minimal Rp 3 miliar dan maksimal Rp 10 miliar,” terangnya soal udang vaname.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, bahwa aktivitas tambak udang vaname tersebut sudah berlangsung pada kurun waktu mulai bulan Agustus 2019. Sampai dengan sekarang.

Adapun taksir kerugian secara materill kerusakan lingkungan hidup soal budidaya udang vaname. Berdasarkan perhitungan kerusakaan lingkungan dari ahli kerusakan tanah dan lingkungan hidup mencapai Rp 3 miliar.

“Kedua tersangka telah setahun lebih menggunakan lahan kawasan hutan di dekat Pantai Cengkrong, Desa Prigi, Kecamatan Watulimo Trenggalek. Untuk dijadikan tambak udang vaname. Luas lahan yang dipakai sekitar 3 hektare,” paparnya.

Tersangka Giyono mengaku, sudah setahun lebih memanfaatkan lahan di kawasan hutan sebagai tambak udang vaname.

“Awalnya saya sendiri. Namun karena kehabisan modal, saya mengajak Sukri untuk bergabung. Memang benar bangunan tambak tersebut di kawasan pesisir pantai,” terangnya terkait kasus udang vaname.

Giyono mengaku telah dua kali mengajukan izin pembangunan tambak udang vaname. Namun, izin tak pernah keluar.

Meski demikian, para tersangka nekat melanjutkan usaha ilegal udang vaname tersebut hingga sebelum mereka ditahan.(aby/cak)

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Perampok di Sukun Malang Tertangkap di Taman Dayu Pandaan ##tiktokberita

♬ original sound - Nusa Daily