Jumat, Mei 27, 2022
BerandaNewsJatimPolda Tetapkan 4 Tersangka Penjemput Paksa Jenazah Covid-19 di Surabaya

Polda Tetapkan 4 Tersangka Penjemput Paksa Jenazah Covid-19 di Surabaya

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Masih ingat kejadian penjemputan jenazah pasien Covid-19 di Rumah Sakit Paru Karang Tembok, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, lima hari lalu?

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Kini kasusnya berujung proses hukum. Polda Jatim telah menetapkan 4 tersangka atas kejadian pengambilan paksa jenazah Covid-19 tersebut.

Sebelumnya, beredar video penjemputan paksa jenazah Covid hingga viral. Keluarga jenazah nekat membawa pulang jenazah beserta ranjang milik RS. Polisi pun menjadikan kasus itu atensi.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si mangatakan video viral yang merekam pihak keluarga mengambil paksa jenazah Covid-19 dari dalam RS Paru Karang Tembok Surabaya telah ditangani.

Penyelidikan dan penyidikan telah berlangsung. Sejumlah pihak juga telah dilakukan pemanggilan untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

“Polda Jawa Timur sudah memanggil beberapa saksi atas kejadian pengambilan paksa Jenazah Covid-19 di RS Paru Surabaya di Jalan Karang Tembok yang terjadi pada tanggal 4 Juni 2020,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si, Jumat, 12 Juni 2020.

Sejumlah saksi-saksi telah didengar keterangannya. Polda Jawa Timur melalui Ditreskrimum Polda Jatim akhirnya menetapkan empat tersangka atas kejadian pengambilan paksa jenazah Covid-19 tersebut.

“Iya benar Polda Jatim sudah menahan dan menetetapkan 4 orang tersangka. Langkah ini diambil sebagai tindakan tegas Polri dari sisi hukum,” tukasnya.

Pelaku penjemput paksa jenazah.

Kata Kapolda, fungsi Polri khususnya Polda Jatim melakukan tindakan tegas terukur berupa penegakan hukum untuk memberikan perlindungan secara humanis.

Pihaknya tetap mengedepankan preventif justice, dan membantarkan 4 tersangka untuk dilakukan isolasi di RS untuk karantina.

Mereka termasuk kategori ODR, pernah kontak fisik dengan jenazah Covid-19 yang mereka ambil paksa di RS Paru di Jalan Karang Tembok Surabaya.

“Itu untuk memberi perlindungan kesehatan mereka, keluarganya dan masyarakat lain lebih luas lagi,” tegasnya.

Keempat tersangka itu adalah anak dari jenazah Covid-19 terdiri dari M-I (28), M-A (25), M-K (23) dan M-B P (22). Kesemuanya warga Jalan Wonokusumo , Kelurahan Pegirian, Semampir, Surabaya.

Keempatnya dijerat dengan UU No 6 tahun 1962 yang diubah dengan UU No 7 Tahun 1968 yang diubah dengan UU No 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, UU Karantina Kesehatan No 6 tahun 2018, dan KUHP pasal 214 dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun.(ima)

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

PHK Besar-besaran Guncang Startup, Ini Penyebabnya

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Dua perusahaan rintisan atau startup tanah air, PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) atau LinkAja dan Zenius Education belum lama ini...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily