Senin, September 20, 2021
BerandaNewsJatimPemkab Jember Tidak Punya Duit, Penanganan Banjir Minta Tolong Pemprov Jatim

Pemkab Jember Tidak Punya Duit, Penanganan Banjir Minta Tolong Pemprov Jatim

NUSADAILY.COM – JEMBER – Pemerintah Provinsi diminta mengirim bantuan oleh Pemerintah Kabupaten Jember untuk menangani musibah banjir yang baru saja terjadi. Hal itu terpaksa dilakukan karena kondisi Pemkab Jember sedang tidak memiliki anggaran sama sekali alias bokek.

“Bantuan dari Pemprov sudah datang. Ada sembako, selimut dan bahan-bahan lain yang kira-kira dibutuhkan, tapi kami tidak punya,” ungkap Mat Satuki, Kepala Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember ke nusadaily.com pada Sabtu, 30 Januari 2021.

Pemkab Jember tidak mempunya duit gara-gara gagalnya pembahasan Raperda APBD 2021. Upaya melalui Perbup APBD yang hanya bisa menyediakan anggaran untuk kebutuhan rutin pun baru kelar beberapa hari lalu.

Satuki menyampaikan terima kasih kepada para pihak terutama masyarakat yang telah banyak membantu penanganan banjir di tengah situasi pelik ketiadaan anggaran di Pemkab Jember. Apalagi, beragam bantuan pada saat banjir dua pekan sebelumnya juga masih ada sisa.

Stok bantuan berlebih tersebut kemudian digunakan oleh BPBD untuk memasak makanan bagi para korban terdampak banjir yang terjadi pada Jum’at 29 Januari 2021 malam kemarin.

“Meski tidak ada anggaran tetap kita tangani. Sore ini, kami masak lagi makanan siap saji lebih dari 2.000 bungkus. Diberikan menyebar kepada warga yang tidak sempat memasak,” urai Satuki.

Banjir kali ini dampaknya lebih parah, karena menyasar 6 desa dan 7 kelurahan yang berada di kawasan perkotaan padat penduduk. Kendati tidak sampai menimbulkan korban jiwa, namun dampak kerusakannya cukup besar.

9 Rumah Dilaporkan Hanyut

Berdasarkan data BPBD dilaporkan, sebanyak 9 unit rumah hanyut terseret air, 2 tempat ibadah rusak, 1 fasilitas pendidikan rusak, 7 unit rumah rusak ringan, 10 unit rumah rusak sedang, 436 kepala keluarga (KK) terdampak langsung terendam air. Sekitar 110 warga sempat mengungsi di SD Al Furqon, dan selebihnya memilih pengungsian di tempat aman terdekat.

“Saat ini, kita fokus pemulihan dan pembersihan dengan tanggap darurat minimal seminggu. Kalau pengungsi sudah balik karena air sudah surut. Mudah-mudahan tidak hujan lagi, tapi teman-teman di lapangan terus memantau kondisi air sungai,” jelas Satuki.

Adapun titik lokasi banjir wilayah perkotaan seperti Kelurahan Patrang; Kelurahan Jember Lor, di Kecamatan Patrang; Kelurahan Sumbersari, Kelurahan Kebonsari di Kecamatan Sumbersari; dan Kelurahan Kepatihan, Kelurahan Tegal Besar, Kelurahan Mangli di Kecamatan Kaliwates.

Banjir di pedesaan mulai dari Dusun Tengger Barat, Desa/ Kecamatan Jelbuk; Dusun Krajan, Desa/ Kecamatan Kalisat; dan Dusun Gempal Desa Pakusari, dan Dusun Klonceng, Desa Patemon, di Kecamatan Pakusari; Desa Nogosari dan Desa Kaliwining di Kecamatan Rambipuji.

Satuki menyebut berbagai kalangan turut terjun menangani banjir. Diantaranya seperti Kodim 0824 Jember, Polres Jember, Basarnas Pos SAR, Tagana, Destana Suci Panti, SAR OPA, MDMC Jember, Rumah Zakat Action, Relawan ¾ Kalisat, Baret Rescue, Relawan PSBB, IEA Jember, RPAI Jember. (sut/aka)

RELATED ARTICLES
- Advertisement -spot_img

popular minggu ini

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Pemkot Malang Alokasikan Dana Cukai Hasil Tembakau untuk Jaminan Kesehatan

NUSADAILY.COM - MALANG - Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan memanfaatkan Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau (CHT) untuk program pemenuhan dan penyediaan...