Jumat, Mei 27, 2022
BerandaNewsJatimPedagang Pasar Tradisional Magetan Menanti Minyak Goreng Satu Harga Rp14 Ribu

Pedagang Pasar Tradisional Magetan Menanti Minyak Goreng Satu Harga Rp14 Ribu

NUSADAILY.COM – MAGETAN – Sepekan sudah kebijakan minyak goreng satu harga ditetapkan pemerintah. Namun, minyak goreng yang dijual seharga Rp14.000 per liter tersebut belum tersedia di pasar tradisional, termasuk di pasar Magetan.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Tak ingin rugi, para pedagang di Pasar Sayur Magetan pun terpaksa menjual dengan harga lama, yakni Rp19.000 hingga Rp20.000 per liternya.

Sejumlah pedagang membenarkan perihal minyak goreng satu harga yang baru masuk di toko modern saja.

BACA JUGA: Minyak Goreng Mahal, Produsen Minyak Kelapa di Pacitan Ketiban Berkah

Pedagang mengaku baru didata oleh pihak Disperindag. Namun belum menerima subsidi minyak goreng seharga Rp14.000 yang dimaksud.

“Belum, belum ada, kalo baru didata iya. Ya terpaksa kita jual minyak yang ada, masih kita jual dengan harga lama Rp19 ribu hingga hingga Rp20ribu per liternya,” kata salah satu pedagang, Suyatmi kepada nusadaily.com Selasa (25/1/2022).

BACA JUGA: Ibu-ibu di Kota Malang Akui Kesulitan Cari Minyak Goreng Rp14 Ribu

Pedagang merasa kebingungan. Pasalnya, sejumlah produsen minyak goreng telah menarik barang dari pasaran. Sementara, minyak goreng dengan harga yang dijanjikan pemerintah tak kunjung datang.

“Sebagian produsen menarik barangnya dari pasar, namun hingga hari ini belum ada pengganti minyak goreng dengan harga yang dijanjikan pemerintah. Bingung kami,” ungkap Suyatmi.

BACA JUGA: Meski Subsidi Harga Rp14 Ribu, Minyak Goreng di Ritel Modern Menjadi Langka

Pedagang berharap kebijakan minyak goreng satu harga ini segera disamaratakan. Baik di pasar tradisional maupun di toko modern. Utamanya agar para pedagang maupun konsumen tidak berlarut-larut dirugikan.

“Segeralah gelontor pasar dengan minyak goreng satu harga tersebut. Kami pedagang kecil saat ini jangan dibuat bingung. Kasian masyarakat yang menjadi konsumen. Masih membeli minyak goreng dengan harga lama. Segerakan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan menyampaikan, distribusi minyak goreng Rp14.000 di pasar tradisional akan dilakukan mulai Rabu (26/1/2022) mendatang.

Menurutnya, pemerintah mendistribusikan minyak goreng Rp14.000 terlebih dahulu ke pasar ritel modern. Pasalnya, di pasar ritel, rantai distribusi juga lebih sederhana. Dari produsen langsung ke distribution centre (DC) dan selanjutnya langsung ke gerai.

BACA JUGA: Minyak Goreng di Minimarket Langka Sejak Harga Subsidi Rp14 Ribu/Liter

Sementara untuk skema distribusi minyak goreng di pasar tradisional, diserahkan pada produsen atau pemasok. Menurut Oke, para pemasok harus dapat memastikan ketersediaan dan penyebaran minyak goreng Rp14 ribu untuk pasar tradisional terlebih dahulu, sehingga dapat mulai dijual.

“Kami di pemerintah tidak bisa memonitor sampai sana, ini kaitannya dengan kelengkapan dokumen yang harus mereka siapkan dalam rangka mengklaim selisih harga ke Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Mereka yang harus menyusun itu,” kata Oke, Senin (24/1).

“Kami paham ada rantai distribusi di antara mereka mungkin ada yang tidak taat dalam pajaknya. Ditambah pedagang pasar mungkin saja tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP),” sambung Oke.(nto/lna)

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

Pakar Politik Nilai PDIP Jadi Kunci Prabowo Menang Pilpres 2024

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Dukungan kepada Prabowo Subianto untuk maju menjadi calon presiden digaungkan sejumlah kalangan salah satunya baru-baru ini dari Persatuan Purnawirawan Indonesia...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily