Senin, September 26, 2022
BerandaNewsJatimOmbudsman Temukan Sejumlah Masalah Vaksinasi COVID-19 di Surabaya

Ombudsman Temukan Sejumlah Masalah Vaksinasi COVID-19 di Surabaya

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

NUSADAILY.COM- SURABAYAOmbudsman Jawa Timur menemukan sejumlah masalah dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Surabaya.

Catatannya, antara lain realisasi vaksin jauh dari target sasaran yang ditetapkan. Bahkan sarana penunjang internet pada fasilitas kesehatan penyelenggara memiliki kecepatan yang rendah sehingga kerap trouble saat pencatatan melalui aplikasi yang tersedia.

Ombudsman mendeteksi penyebab realisasi pelaksanaan vaksin yang rendah, terutama karena keengganan calon penerima vaksin mengungkap penyebab ketidakhadirannya pada fasilitas kesehatan, dan kurang aktifnya kelompok sasaran calon penerima vaksin untuk datang sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Penyebab lain, yang tak kalah pentingnya adalah kurang sinkronnya data calon penerima vaksin.dari fasilitas kesehatan sebagai penyelenggara, karena terdapat nama penyintas, bahkan ditemukan ada yang telah divaksin.

Selain itu, Ombudsman juga menemukan sarana penunjang di beberapa fasilitas kesehatan yang meliputi ; ruang tunggu dan pasca vaksin jumlahnya terbatas.

Beberapa diantara fasilitas kesehatan juga melakukan penggabungan dan jumlah kursi di ruang tunggu sangat sedikit. Keadaan itu jelas menganggu pelaksanaan vaksinasi di Surabaya.

Temuan tersebut diperoleh Ombudsman Jawa Timur melalui sidak ke beberapa fasilitas kesehatan penyelenggara di Kota Surabaya sejak Kamis (28/1) kemarin.

“Sidak ini dilakukan di 10 fasilitas kesehatan, antara lain 1 rumah sakit milik Pemerintah Kota Surabaya, 9 (Sembilan) lainnya di Puskesmas Kota Surabaya,” ujar Agus Mutaqin, Komisi Ombudsman Jatim.

Ombudsmen Minta Dinkes Beri Edukasi

Terhadap temuan-temuan itu, Ombudsman Jawa Timur meminta agar Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan beberapa organisasi profesi tenaga kesehatan. Dapat memberikan edukasi dan mendorong tingkat kehadiran tenaga kesehatan sebagai kelompok sasaran penerima vaksin agar berbondong-bondong hadir ke fasilitas kesehatan.

Selain itu, Ombudsman juga meminta dilakukan perbaikan. Dengan menambah bandwith internet di tiap fasilitas kesehatan agar memudahkan pelaksana dalam melakukan pembaruan data melalui aplikasi.

Termasuk memperbaiki sarana penunjang berupa ruang tunggu yang lebih memadai.

Agus Mutaqin, Kepala Perwakilan Ombudsman Jawa Timur berharap bahwa dalam beberapa hari ke depan sudah ada perbaikan. Dan sinkronisasi terhadap data calon penerima vaksin.

“Agar penerima vaksin dapat terpantau dengan baik dan terpadu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, dr Herlin Ferliana, yang dikonfirmasi belum memberikan jawaban.

Termasuk Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr Febria Rachmanita, juga belum memberikan tanggapan. Atas temuan Ombudsman Jawa Timur tersebut.(ima/aka)

BERITA KHUSUS

Unipma Lakukan Pengabdian Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Digitalisasi Pasar Desa Klumutan Saradan Madiun

NUSADAILY.COM – MADIUN - Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan yang saat ini dihadapi oleh sebagian besar masyarakat kita, khususnya masyarakat yang tinggal di pedesaan....

BERITA TERBARU

Ada Mutasi Polri, Tigawakapolda Diganti Termasuk Kapolres Jaksel

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan rotasi terhadap 30 Perwira Menengah (Pamen) dan Perwira Tinggi (Pati) di Korps Bhayangkara. Mutasi tersebut tertuang dalam...