Senin, November 29, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsJatimObati Rindu PMI Jatim, Gubernur Khofifah Ajak Makan Ketupat Sayur dan Lepet...

Obati Rindu PMI Jatim, Gubernur Khofifah Ajak Makan Ketupat Sayur dan Lepet di Hari Lebaran

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Suasana kebersamaan di perayaan Idul Fitri 1442 Hijriyah dilakukan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk mengobati rindunya para PMI ke ke keluarganya karena harus menjalani masa karantina di Asrama Haji Surabaya, Kamis (13/5/2021) sore.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Khofifah sontak disambut penuh suka cita para PMI karena termasuk membawa makanan khas lebaran di antaranya Ketupat Sayur dan Lepet juga kurma.

Nuansa hangat serta haru begitu terlihat di wajah para Pekerja Migran yang baru saja tiba dari berbagai negara.

“Hari ini tepat 1 Syawal 1442 Hijriah. Lebaran ini adalah momen untuk berbagi kebahagiaan dan kebersamaan. Alhamdulillah saya bisa merayakan Idul Fitri dengan teman-teman PMI yang pastinya merindukan rumah dan keluarga, tapi tetap menaati peraturan untuk karantina setelah hasil swab negatif mereka akan dijemput kabupaten/ kota asal mereka,” ujarnya.

Kini mereka menunggu hasil swab, dan masih belum bisa bertemu dengan keluarganya. Maka melalui silaturrahim menu ketupat sayur dan lepet serta kurma ini Khofifah berharap bisa mengobati rasa rindu kampung halaman mereka.

BACA JUGA: Beri Perhatian Wong Cilik, Gubernur Khofifah Berbagi 200 Paket Pangan – Nusadaily.com

“Kita ingin berbagi rasa, berbagi suka meskipun mereka sudah sangat rindu ketemu keluarganya. Paling tidak ada suasana serasa di rumah,” jelasnya.

Gubernur Pesan Ketupat Lebaran Khusus

Tak hanya bersama para PMI, kebersamaan dengan Gubernur Khofifah bersama para relawan Covid-19, Satpol PP, petugas serta perawat di area Asrama Haji Surabaya. Semuanya merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Secara khusus saya pesan ketupat lebaran, sudah lepet dan kurma memang untuk kita semua yang ada di Asrama haji, baik PMI maupun semua relawan dan petugas yang sama- sama melaksanakan tugas disini. Mari kita merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah bersama. Mohon maaf lahir dan batin,” ajak Khofifah.

Sebelumnya, Khofifah menyempatkan diri untuk meninjau lokasi asrama haji dan dapur umum di Asrama Haji Surabaya. Gubernur Khofifah pun menyempatkan diri berdialog dengan beberapa PMI.

Mantan Menteri Sosial RI itu menanyakan kondisi dan asal mereka. Tak lupa, pengalaman merantau menjadi pekerja migran juga ia tanyakan.

Gubernur Pastikan Kondisi Kesehatan PMI

Selain ingin berbagi kebahagiaan dan kebersamaan, kehadiran Gubernur Jatim bertemu para PMI di Asrama Haji Surabaya juga ingin memastikan keamanan mereka sebelum kembali ke daerah asal.

“Jadi ada tiga lapis. Saat datang disini, diswab jika hasilnya negatif dapat dijemput daerahnya dan pulang untuk dilanjutkan karantina lokal. Kalau positif dirujuk ke Rumah Sakit Lapangan Indrapura. Saat ini tercatat 76 yang positif,” ujar Khofifah.

PMI yang habis masa kontraknya tidak boleh dibiarkan overstay. Karena, urusan kepulangan dan pengkarantinaan telah menjadi tugas Pemprov Jatim. Maka dari itu, dirinya pun memastikan bahwa PMI yang hasil swabnya telah terbukti negatif dapat langsung dijemput oleh daerah dimana mereka berasal..

“Bukan hanya dari luar negeri, yang datang dari kota lain dari luar Jatim pun harus melakukan karantina. Ini untuk memastikan agar kita bisa melindungi orang yang kita cintai di keluarga kita masing-masing,” ungkapnya.

“Pengkarantinaan ini merupakan usaha untuk memastikan bahwa para pekerja migran dan keluarga mereka tetap aman dan terjaga dari penyebaran Covid-19,” imbuh Gubernur Khofifah.

PMI yang negatif akan dijemput Pemda masing- masing serta dilengkapi surat keterangan negatif Covid-19 dan mereka wajib menjalani karantina lagi selama 3 hari.

Setelah itu, PMI akan menjalani swab kedua, diikuti PPKM Mikro selama 14 hari.

BACA JUGA: Gus Ipul Dampingi Gubernur Khofifah Memborong Bipang Pasuruan – Noktahmerah.com

“Karantina berlapis harus dilakukan agar semua senantiasa terlindungi dan dipastikan sehat, baik keluarga yang ada di kampung, pun PMI sendiri,” terangnya.

Sejak dimulainya karantina 28 April 2021 lalu, hingga Kamis (13/5) tecatat 76 PMI yang terkonfirmasi positif Covid-19 dari total 8.188 PMI yang telah tiba di Jawa Timur.

Dari jumlah itu, hingga hari ini, terdapat 359 PMI yang masih menjalani masa karantina aktif. Kedatangan PMI diperkirakan akan berlangsung hingga Juli 2021.(ima/eky)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR