Sabtu, Agustus 13, 2022
BerandaNewsJatimNgatain Profesi Wartawan Hina, Warga Magetan Diciduk Polisi

Ngatain Profesi Wartawan Hina, Warga Magetan Diciduk Polisi

NUSADAILY.COM – KOTA MADIUN – Seorang pria berinisial AA asal Kabupaten Magetan harus berurusan dengan polisi akibat komentarnya di media sosial Facebook.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

AA diamankan Satreskrim Polres Madiun Kota setelah sejumlah wartawan melaporkannya atas dugaan penghinaan profesi wartawan di media sosial.

Dalam sebuah unggahan di Facebook yang berisikan video seseorang menghirup napas pasien Covid-19 di rumah sakit, pemilik akun bernama Mas Aziz berkomentar kurang sedap dan menyentil pekerjaan wartawan.

BACA JUGA: Wartawan Asing Menggerutu Tak Boleh Liput Situs Non-Olimpiade

“layo endi Vidio pas detik” e wonge mati (mana video detik-detik orang tersebut meninggal).. tenan kenak korona opo Ra.. opo mati mergo obat (benar-benar kena corona atau meninggal karena obat). Neng agama wae di ajarne.. pekerjaan paling hina itu seorang wartawan.. kenapa bisa hina.. karna selalu menyampaikan berita” untuk saling memfitnah sana sini.. alias hoax,” tulis akun Mas Aziz di kolom komentar.

Saat ini akun Facebook Mas Aziz telah dihapus.

Dugaan penghinaan terhadap profesi jurnalis tersebut dilaporkan ke Mapolres Madiun Kota pada 20 Juli 2021 lalu.

Polisi bergerak cepat dan melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku di Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan pada Selasa pagi (27/07/2021).

Hari ini di hadapan para wartawan, pria berusia 23 tahun itu mengaku menyesal atas komentarnya di media sosial. Dia pun meminta maaf atas komentarnya itu.

“Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh wartawan, Madiun khususnya. Atas komentar saya sebelumnya yang telah menyinggung wartawan dan pihak lain. Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Saya akan lebih bijak lagi di media sosial,” ucap AA.

Sementara itu Kapolres Madiun Kota, AKBP Dewa Putu Eka Darmawan menyampaikan, alasan pelaku menyampaikan komentarnya tersebut karena untuk membela sosok yang dianggapnya sebagai ulama.

“Saat ini pelaku memang sudah mengakui dan sudah meminta maaf. Alasan pelaku melakukan itu karena membela ulama. Karena di video itu ada seorang yang dianggapnya sebagai ulama,” terangnya.

Dalam penyelesaian kasus ini, lajut Dewa, akan dilakukan pendekatan retorastive justice. Pendekatan ini mengedapkan mediasi antara korban dan pelaku untuk mencari solusi. Termasuk pelaku dugaan penghinaan ini dijerat dengan UU ITE Nomor 19 tahun 2016.

BACA JUGA: Kasus Kekerasan Wartawan, Forum Jurnalis Kendari Tuntut Penyelesaian

Lebih lanjut, pelaku akan diminta untuk membuat permohonan maaf dan diunggah di akun media sosial pribadinya. Harapanya kasus pencemaran nama baik di dunia maya ini menjadi yang terakhir.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk bijak dalam bermedia sosial.

“Jangan mudah menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya. Saat berkomentar pun, di sana ada hak orang lain yang harus dihargai,” pungkas Kapolresta Madiun. (nto/lna)

BERITA KHUSUS

Dok! Seluruh Fraksi di DPRD Ponorogo Setujui Perubahan SOTK Satpol PP dan RSUD

NUSADAILY.COM - PONOROGO - Usulan Raperda Perubahan kedua atas Perda No.6 Tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah untuk OPD Satpol PP yang...

BERITA TERBARU

Polresta Deli Serdang Amankan Nenek  Miliki Ganja

NUSADAILY.COM - DELI SERDANG - Sat Narkoba Polresta Deli Serdang amankan seorang nenek berinisial A (61) warga Jalan Seksama Gang Abadi Kelurahan  Menteng VII...