Senin, September 27, 2021
BerandaNewsJatimMlijo di Kota Malang Wajib Terima Pesan Antar

Mlijo di Kota Malang Wajib Terima Pesan Antar

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – MALANG – Selain memperkuat posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, dalam ketentuan PPKM Level 4 di Kota Malang, juga memperketat kegiatan masyarakat di lingkungan RT/RW, untuk mencegah timbulnya kerumunan.

Salah satu kegiatan yang berpotensi menyebabkan kerumunan, yakni aktivitas mlijo atau penjual sayur keliling. Dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang Nomor 46 Tahun 2021 tentang ppkm Level 4 Covid-19 dan Penguatan Posko Mikro Tingkat RW/RT, perangkat RT/RW haru membantu mensosialisasikan, menginformasikan dan menyampaikan kepada pedagang sayur/mlijo.


“Penjual sayur/mlijo yang beraktivitas di lingkungan wilayah RT harus menggunakan masker dan tidak menimbulkan kerumunan,” terang Wali Kota Malang, Sutiaji, Rabu (4/8/2021).

Tidak hanya itu penjual sayur/mlijo ini juga disarankan untuk memberikan layanan pensan antar melalui WA (Whatsapp).

“Ini disarankan agar tidak menimbulkan potensi resiko penularan covid-19,” kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, berkaitan dengan penguatan PPKM Mikro di tingkat RT/RW dalam hal ini setiap wilayah diminta untuk membentuk tim relawan berjumlah tiga orang dan bekerjasama dengan pengurus Pemberdayaan Kesejahteraan Keluraga (PKK) dan kader kesehatan di tingkat RT/RW. Nantinya, relawan tersebut akan berkaitan dengan pengidentifikasian, pendataan, dan pelaporan warga dengan risiko tinggi melalui sistem online. Hal ini berkaitan dengan masyarakat dengan riwayat komorbid.

“Seperti diabetes, jantung coroner, gangguan ginjal, darah tinggi, paru-paru, dan penyakit kronis lainnya. Juga, mendata masyarakat berdasarkan usia, lansia, ibu hamil, ibu menyusui hingga usia produktif dengan risiko penyakit penyerta. Termasuk memberikan edukasi warga tentang Covid-19,” jelas dia.

Di samping itu, penguatan PPKM Mikro tingkat RT/RW ini juga mengatur pembatasan aktivitas keluar masuk wilayah hingga pukul 20.00 dengan melaksanalam penutupan portal, penjagaan bergilir batas wilayah RT. Tetapi, pengecualian bagi yang sakit atau memiliki keperluan membeli obat.

“Hingga, melaksanalan cek point atau pos pantau di masing-masing wilayah RT untuk membatasi keluar masuk orang. Kemudian, penerapan 3T (testing, tracing dan treatment di masing-masing wilayah,” tandas dia.(nda/aka)

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

The Legion Nutrition dan Amarta Hills Berkolaborasi Gelar Body Competition

NUSADAILY.COM - KOTA BATU - Produsen suplemen olahraga, The Legion Nutrition tak berhenti memberikan dukungannya di bidang olahraga. Kali ini mereka ambil bagian sebagai...