Senin, September 20, 2021
BerandaNewsJatimLima LC Layani Seks di Tempat Karaoke In Lounge Kota Madiun

Lima LC Layani Seks di Tempat Karaoke In Lounge Kota Madiun

NUSADAILY.COM-SURABAYA- Ada lima Lady Companion atau LC yang layani seks di tempat karaoke In Lounge Kota Madiun. Aksi itu dibongkar Ditreskrimum Unit III Asusila Subdit IV Renakta Polda Jatim. Polisi menggerebek Pub and Karaoke In Lounge Kota Madiun, ada pelanggan sedang berhubungan intim di room.

BACA JUGA: Tamu dan Pemandu Lagu Ngeseks di Room, Polisi Temukan Kondom Bekas dan Utuh di In Lounge

Polisi juga mengamankan 5 orang LC yang dijadikan korban melayani tamu dan pelanggan. Mereka dikendalikan mucikarinya, bernama Papi A alias Y.A.P (46) warga Jalan Borobodur Kota Madiun.

Sebelumnya Polda Jatim juga meringkus Mami C, seorang mucikari pemandu lagu di Surabaya. Klik di sini, baca berita imperiumdaily.com ini.

Kombes Pol Drs Trunojudo Wisnu Andiko, didampingi Kasubdit IV Kompol Lintar Mahardhono, SH, S.IK, dalam rilis di Mapolda Jatim, Senin (14/9/2020) sore. Ia mengatakan mucikari YAP (46), bertugas sebagai penyedia LC atau pemandu lagu yang juga dapat memberikan layanan seks.

Penggerebekan itu berdasarkan laporan dari masyarakat. Lalu tanggal 9 September 2020 lalu petugas kemudian menggerebek In Lounge Pub & Karaoke Madiun.

“Saat itu didapati LC dan tamu sedang melakukan hubungan seks di kamar mandi room,” tukas Kombes Pol Trunojudo.

“Beberapa waktu lalu sudah melakukan pengungkapan di Madiun Kota tepatnya 9 September lalu. Penyidik melakukan kegiatan penyidikan terkait tindakan asusila yaitu pemucikarian. Dari profesi tersebut kemudian mengambil keuntungan dari para korbannya,” imbuh Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, di halaman Ditreskrimum Polda Jatim.

Para LC Asli Madiun, Sleman, Kediri dan Ponorogo

Truno juga menyatakan mengamankan 5 korban dari perbuatan YAP tersebut. Antara lain AF (20) warga Jiwan Madiun, WA (20) warga Sleman, Yogyakarta, DS (20) warga Kandat Kediri. Serta SM (21) warga Ponorogo dan DW (35) warga Puncu, Kediri.

Ke 5 korban atau LC ini merupakan orang dewasa. Dari kegiatan tersebut YAP mendapat uang tip Rp. 400 ribu untuk dirinya sendiri dan Rp 1,5 juta untuk korbannya.

“Pidananya adalah pemucikarian sampai dengan mengambil keuntungan terpenuhi unsurnya,” tukas Trunojudo terkait lima LC layani seks di Madiun.

YAP mengaku bekerja menjadi papi para LC sudah 6 tahun. Sementara ia baru dua bulan merangkap menjadi mucikari.

Polisi saat itu mengamankan barang bukti uang, ada dua buah alat kontrasepsi yang belum terpakai. Serta kondom baru, satu buah pakaian dalam pria dan satu buah pakaian dalam wanita.

Dalam kasus ini, mucikari tersebut dijerat hukuman pasal 296 dan pasal 506 KUHP tentang pemucikarian.

“Ancaman maksimal 1 tahun 4 bulan namun Polda Jatim akan melakukan penahanan. Penahanan tidak masuk dalam hitungan ancaman hukuman,” ujar Kombes Pol Trunojudo.

Dari sini Kombes Pol Trunojudo, menegaskan di situasi pandemik Covid, polisi juga menegakkan disiplin protokol kesehatan.

“Kita minta masyarakat juga taat protokol kesehatan, sebagai upaya mencegah pencegahan penyebaran Covid-19, di Jawa Timur,” pungkasnya.(ima/cak)

RELATED ARTICLES
- Advertisement -spot_img

popular minggu ini

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Pemkot Malang Alokasikan Dana Cukai Hasil Tembakau untuk Jaminan Kesehatan

NUSADAILY.COM - MALANG - Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan memanfaatkan Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau (CHT) untuk program pemenuhan dan penyediaan...