Jumat, Agustus 19, 2022
BerandaNewsJatimKota Batu Bertahan di PPKM Level 4 Meski Kurva Kasus Menurun, Mengapa?

Kota Batu Bertahan di PPKM Level 4 Meski Kurva Kasus Menurun, Mengapa?

NUSADAILY.COM – KOTA BATU – Status level 4 masih disematkan pada Kota Batu bersama dua daerah lainnya yang masuk kawasan Malang Raya, yakni Kota Malang dan Kabupaten Malang.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso menjelaskan penyebab Kota Batu masih tertahan status PPKM level 4. Meski angka persebaran Covid-19 maupun tingkat keterisian tempat tidur di isoter maupun rumah sakit menunjukkan penurunan. Kondisi ini lantas tak membuat Kota Batu turun tingkat menjadi PPKM level 3.

Punjul menerangkan, penentuan level PPKM dilakukan berdasarkan kondisi aglomerasi. Yakni penggabungan kota dan kabupaten sekitarnya. Oleh karena itu, kawasan Malang Raya masih masuk dalam level 4 termasuk Kota Batu.

BACA JUGA: Percepat Vaksinasi Malang Raya, KD Distribusikan 1000 Dosis Vaksin di Kota Batu

“Kami tidak mempersoalkan jika saat ini Kota Batu masih masuk level 4 padahal suah berstatus zona oranye. Karena penentuan level berdasarkan hasil gabungan dari daerah lain di Malang Raya,” sebutnya.

Punjul menyatakan, dengan adanya penggabungan di wilayah Malang Raya ada suatu semangat positif. Sehingga ada sebuah upaya kolektif untuk saling berkontribusi menurunkan level PPKM dari empat menjadi tiga maupun dua.

“Mungkin kenapa Malang Raya masih masuk level 4 karena ada salah satu daerah yang tingkat persebaran Covid-19 masih tinggi,” katanya.

Sementara itu, mengacu pada laporan harian Covid-19 Kota Batu. Saat ini angka penularan dan jumlah kasus kematian terpantau menurun dibanding sebelumnya.

Selain itu, tempat tidur ICU di RS rujukan juga sudah ada yang kosong. Karena beberapa waktu lalu keterisiannya selalu berada di angka 100 persen.

BACA JUGA: Dampak PPKM, Pusat Perbelanjaan hingga Pasar Tradisional Kota Batu Paceklik

Dari sajian data perkembangan Covid-19 di Kota Batu per 27 Agustus, terdapat tambahan 8 kasus aktif dengan jumlah kesembuhan sebanyak 7 orang. Jumlah kasus aktif tercatat 151 orang. Kumulatif kasus sebanyak 2942 orang.

Selanjutnya kesembuhan secara kumulatif berjumlah 2452 orang. Tingkat kematian kumulatif sebanyak 249 orang.

Dari tingkat keterisian tempat tidur di isoter sebesar 44,23 persen. Terdapat 69 pasien dari ketersediaan 156 tempat tidur. Lalu keterisian tempat tidur ICU rumah sakit rujukan terdapat 8 pasien dari ketersediaan 12 tempat tidur atau sekitar 66,67 persen. Keterisian tempat tidur isolasi di rumah sakit rujukan 24,26 persen. Terpakai 33 tempat tidur dari jumlah ketersediaan 136 tempat tidur.(wok/lna)

BERITA KHUSUS

Peringatan HUT ke-77 RI Kota Pasuruan, Dari Upacara Bendera Hingga Bagi Akta Kelahiran

NUSADAILY.COM - PASURUAN - Puncak Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 di Kota Pasuruan dilaksanakan pada Rabu, 17 Agustus 2022. Dimulai dengan Upacara peringatan...

BERITA TERBARU

3 Bandara Internasional Terbaik dan Tersibuk di China

NUSADAILY.COM – JAKARTA –Setiap kali berkunjung ke suatu negara atau daerah tertentu, pandangan kita pasti tidak lepas dari keindahan bandara udara. Karena tempat pertama...