Sabtu, Oktober 23, 2021
BerandaNewsJatimKisah Perburuan Penyelundup Satwa Bersama BKSDA Jatim dan Pol Airud

Kisah Perburuan Penyelundup Satwa Bersama BKSDA Jatim dan Pol Airud

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM-SURABAYA- Ini adalah kisah perburuan penyelundup bersama BKSDA Jatim. Udara dingin mulai terasa. Semua pintu rumah sudah tertutup rapat. Di langit yang tampak hanya bulan dikelilingi tiga bintang. Mobil kami pun mulai melaju kencang di jalan raya.

BACA JUGA: Javan Langur Center dan BBKSDA Jatim Evakuasi Lutung Tengkorak Berlubang

BACA JUGA: BREAKING NEWS: BBKSDA Jatim Ringkus Penjual Satwa Online di Kota Malang

Mobil double cabin hitam yang di belakangnya ada dua sangkar besar dalam kondisi kosong dan ditutupi terpal itu melaju kencang ke arah pelabuhan Tanjung Kamal, Bangkalan, Madura.

Nusadaily.com dan tiga orang berpakaian preman di dalam mobil ini, menembus keheningan jalan raya Kota Pahlawan yang belakangan semakin senyap akibat ulah virus COVID-19 ini.

Jalan sepi. Tak biasanya bagi Kota metropolitan Surabaya di kala tak ada Covid. Jarum lonceng persis menunjuk di arah pukul 01.55 WIB, empat penumpang mobil berpelat merah ini terdiam. Ada yang berdoa.

“Bismillah..semoga kita berhasil kali ini,” ujar Wiwit Widodo, seorang yang duduk di sebelah Nusadaily.com, dialah komandan BKSDA Wilayah II Jawa Timur, pemimpin operasi.

Senin 5 Oktober 2020 dinihari ini, memang ada rencana operasi penangkapan transaksi gelap perdagangan satwa dilindungi. Ini kisah perburuan penyelundup BKSDA Jatim

Sejurus kemudian, di ujung telepon lelaki bertubuh tegap ini, menginformasikan. Bahwa semua personel Dit Pol Airud Polda Jatim sudah standby menunggu di titik kumpul terakhir sebelum menuju sasaran.

Sasaran itu adalah lokasi transaksi penjualan satwa dilindungi. Si informan telah mengabarkan posisi transaksi sudah A 1 (a satu, berarti valid, Red).

Begitu tiba di salah sebuah lokasi titik kumpul, empat personel berunding. Menyusun strategi. Beberapa menghubungi personel lain untuk datang.

Setelah semua hal dibahas. Posisi sudah didapat. Satwa yang hendak ditransaksikan itu informasinya ada lima ekor. Tiga ekor lutung, dan dua jenis burung julang, burung ngrangkong.

Lelaki bertubuh tegap pun langsung berangkat. Strategi penangkapan telah disusun. Ciri – ciri kapal pengangkut, pembawa satwa dan pelaku sudah dikantongi. Semua bergerak. Memakai empat mobil.

Kolaborasi BKSDA dan Pol Air Tanjung Perak Selamatkan Satwa

Sayang, perjalanan terhenti. Ada perubahan skenario. Informan mengatakan si calon pembeli masih belum naik ke kapal untuk menyeberang. Lalu si penjual barang belum kunjung datang.

Satu mobil diperintahkan meluncur terlebih dahulu. Berisi tiga orang personel BKSDA Kantor Bidang Konservasi Wilayah II Gresik, bertugas mengidentifikasi ciri – ciri penjual di Pelabuhan Kamal Madura.

Sudah berjalan satu jam tidak ada kabar. Beberapa personel Dit Pol Airud Polda Jatim mulai gelisah. Salah seorang dari mereka menanyakan kepastian informasi tersebut. Perburuan penyelundup BKSDA Jatim dan Pol Airud semakin serius.

“Jangan jangan Amsyong ini infonya,” ujar pria berkaos abu abu dengan rambut dikuncir di atas ini.

Empat anggota Dit Pol Airud langsung meminta Widodo, agar bergerak ke Pelabuhan Tanjung Kamal untuk mendekati sasaran agar lebih mudah. Di seberang, anggota lain memberi saran untuk salat jamaah subuh terlebih dahulu.

Serombongan aparat yang mampir di SPBU Banyu Ajuh, Kamal, Madura ini pun berangkat salat subuh berjamaah. Tak selang berapa lama, mereka meluncur ke Pelabuhan.

Setiba di Pelabuhan Kamal, Madura, ini kendaraan roda empat berpelat umum untuk penyamaran ini masuk lokasi parkir samping peron.

Hemm..kendaraan standby dan dengan mesin tetap menyala semua kelelahan. Capek menunggu. Ada yang terlelap. Tak terasa sudah dua jam. Tiba pukul 06.14, menunggu hingga pukul 08.49.

Sayup dari luar mobil ada seorang salesgirl sedang cekikan sambil menawarkan agar dua pria di depannya membeli rokok dagangannya.

Tak selang berapa lama, informasi masuk. Widodo langsung mengajak empat personel menuju kapal penyeberangan. Belum sampai masuk kapal, ada perubahan info lagi. Bahwa si penjual binatang langka itu sudah ada di kawasan parkir.

Memakai sedan berpelat N 831 NF, warna biru tua. Kendaraan berisi aparat BKSDA dan Pol Air Tanjung Perak ini berputar haluan. Keliling mencari sedan yang mencurigakan.

“Itu Pak, kita masuk.Kita pepet saja mobil sedan depan itu. Yang kap mobil nya dibuka itu,” ujar pria di samping sopir.

Polisi bingung kali keduanya. Betapa tidak. Mereka tidak mengenali wajah penjual. Kembali informan ditelepon.

“Wajahnya gimana, ciri cirinya apa. Pakai baju warna apa ?,” sergah Widodo.

“Itu itu Mas. Ada pemuda bawa kardus mengeluarkannya dari mobil sedan itu,” tukas pria yang juga anggota Polisi ini.

Trengginas Sergap Pelaku

Kendaraan suzuki Ertiga langsung tancap gas. Parkir di sebelah sedan pelaku. Dua personel keluar dengan sigap. Mereka tanpa membawa senjata langsung menghampiri pelaku yang berniat hendak memeriksa satwa langka itu.

“Ayo ..ayo ikut kita. Masuk mobil. Itu hewan dari mana?, Jelaskan nanti,” ujar pelaku.

Dua pemuda ini langsung dimasukkan ke mobil ertiga. Sedangkan teman satunya lagi berhasil kabur. Pria tambun dengan topi itu lari. Kabur ke kampung. Lolos.

Kepada petugas, pelaku yang berperawakan tinggi kurus ini mengaku bernama Muhammaf Syamsudin (20), dan Muhammad Fani (25). Keduanya mengaku berasal dari Tanah Merah, Bangkalan, Madura.

Saat diinterogasi awal, Fani, mengaku sebagai penjual satwa langka. Dia mengelak disebut sering.

“Baru sekali ini Pak, sumpah,” ujarnya.

Dia pun cerita bahwa dia hendak mengantarkan pesanan satwa langka itu ke seseorang dari Surabaya. Janjiannya di Pelabuhan Kamal.

Ditanya asal barang dari mana ? Dia menjawab tidak tahu. Dia hanya membeli di Pasar Bligeh, Tanah Merah. Dia membeli ke seseorang yang biasa menjual satwa.

Saat membeli, sekira hari Jumat dia mendapatkan empat ekor lutung kacamata, anakan. Lutung merupakan kelompok monyet dunia lama yang membentuk genus Trachypithecus.

“Saya tidak tahu dari mana, cuma saya beli di Pasar. Saya kan memang pedagang burung. Saya belinya 400 ribu dan saya jual 500 ribu,” ujar Fani, diiyakan Samsudin.

Pemuda dengan logat bahasa Madura kental ini, mengaku sempat diberi peringatan harus hati – hati.

“Kalau gini yaa saya siap Pak, risiko saya,” akunya pasrah.

Dia pun mengatakan yang diperjualbelikan itu melanggar. Memperdagangkan hewan satwa dilindungi tanpa hak atau dokumen negara sesuai UU No 5 tahun 1990, tentang konsevasi sumberdaya alam hayati, pasal 21 ayat 2.

Peran KSDA Wilayah II Gresik Buru Penjual Satwa

Di dalam pasal 21 ayat 2 Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya , menerangkan, ‘Setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup; menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati; mengeluarkan satwa yang dilindungi dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia; memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh, atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia; mengambil, merusak, memusnahkan, memperniagakan, menyimpan atau memiliki telur dan atau sarang satwa yang dillindungi.’

Dalam Undang undang itu ancaman hukumannya lima tahun dan denda sebesar Rp 100 juta.

Wiwid Widodo, Kepala Bidang KSDA Wilayah II Gresik, yang meliputi Madura, Gresik, Surabaya dan Lamongan, mengatakan bahwa benar dalam kegiatan patroli gabungan antara BBKSDA Jatim dan Pol Air telah dilakukan penggagalan perdagangan satwa liar dilindungi jenis lutung dan dua orang tersangka FN dan SY.

“Kami akan terus melakukan kegiatan pemantauan di Pelabuhan pelabuhan kecil yang sering digunakan sebagai jalan keluar masuk perdagangan satwa liar dilindungi.”

Penyidik segera akan melakukan pendalaman lebih lanjut dalam rangka memutus mata rantai sindikat perdagangan satwa liar di Jawa Timur.

“Kita akan terus pantau kawasan pelabuhan kecil – kecil, dan untuk kasus ini kita kembangkan dan usut tuntas,” ujar Widodo.

Kini, kedua tersangka diamankan petugas untuk menjalani proses hukum selanjutnya. Untuk barang bukti satwa dilakukan pemeriksaan kesehatan dengan terlebih dahulu memindahkan ke kandang transit.

“Setelah itu kalau sudah sehat kita akan lepaskan ke habitat nya kembali,” pungkasnya.(ima/cak)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

Bali

Kabar Gembira, Kawasan Wisata GWK Cultural Park Buka Kembali

0
NUSADAILY.COM - BADUNG - Kawasan pariwisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park di Kabupaten Badung, Bali, buka kembali untuk kunjungan bagi wisatawan setelah ditutup sejak bulan...