Senin, September 20, 2021
BerandaNewsJatimKhofifah Beber Kunci Sukses Entaskan Jatim dari Zona Merah

Khofifah Beber Kunci Sukses Entaskan Jatim dari Zona Merah

NUSADAILY.COM- SURABAYA- Gubernur Jawa Timur (Jatim), Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. Rabu (7/10/2020), di Grahadi, membeberkan rahasia dan kunci sukses Jatim berhasil menekan penyebaran COVID-19 hingga terbebas dari zona merah.

“Prinsipnya, kami selalu mempertimbangkan masukan dari pakar epidemiologi dalam penanganan COVID-19 di Jatim.

Kunci sukses kali ini, kita mendapatkan data bahwa penggunaan masker yang masif dan serentak, terbukti mampu menurunkan kurva penambahan kasus COVID-19 di berbagai negara,” bebernya.

Kata Khofifah, pihaknya sangat meyakini teori pakar yang menyatakan bahwa apabila 60 persen dalam suatu populasi disiplin memakai masker, maka Rate of Transmission atau tingkat penularan bisa turun di bawah satu .

“Oleh karena itu, kita adopsi gagasan yang telah scientifically proven ini di Jawa Timur,” tuturnya.

Khofifah menyebut sebulan terakhir penanganan COVID-19 di Jatim difokuskan kepada perubahan perilaku dengan kampanye penggunaan masker yang massif oleh para tokoh. Tak hanya itu, juga diikuti operasi Yustisi di sejumlah titik di Jatim. Semua tim gabungan di seluruh Kabupaten / Kota serentak dan kompak.

Bagi yang melanggar prokes akan diberi sanksi hukuman teguran, administratif, dan kerja sosial. Selain itu yang terpenting, memberi  reward kepada masyarakat yang telah patuh protokol kesehatan.

“Saya setiap weekend bersama tim dari Forkopimda, Pangdam, Kapolda,  Bupati, Walikota juga pimpinan instansi vertikal seperti BI, BPN, OJK  dan para survivor COVID-19 bergantian untuk keliling Kabupaten dan Kota di Jawa Timur terjun langsung kepada masyarakat dengan cara gowes untuk menyampaikan ajakan “Pakai Masker” sambil membagikan masker gratis dan sembako untuk mengapresiasi kepatuhan mereka kepada protokol kesehatan,” ungkap Khofifah.

Menurut data yang masuk, sudah ada 1,275,928 masyarakat Jatim yang telah ditindak penegakan disiplin  oleh operasi Yustisi.

Dampaknya, kepatuhan masyarakat akan protokol kesehatan semakin meningkat.

Hal itu membawa impact berupa penurunan tingkat penularan atau rate of transmission atau RT  di Jatim bisa di bawah angka 1 selama 14 hari.

Tak hanya peningkatan cakupan penggunaan masker, percepatan 3T yang lebih masif juga sebagai kunci utama guna mengendalikan laju penyebaran COVID-19.

Secara kumulatif, testing di Jatim per 6 Oktober 2020 telah dilakukan kepada 1,346,878 orang, dengan rincian rapid test sebanyak 976.711 test dan PCR sebanyak 370.107 test.

“Saat ini, positivity rate Jatim  telah turun dari 31 persen di Bulan Juli menjadi 10 persen per minggu ini yang artinya testing terus konsisten meningkat sementara semakin sedikit kasus positif COVID-19 yang ditemukan di masyarakat. Ini merupakan pertanda bahwa intervensi kita on the right track,” ujar Gubernur Khofifah.

Lanjut Khofifah, Pemprov Jatim bersama 127 RS Rujukan juga telah mempersiapkan bed yang cukup untuk Isolasi. Rinciannya 6.611 bed isolasi biasa dan 860 bed isolasi tekanan negatif/ICU yang jumlahnya tertinggi se – Indonesia.

“Penurunan kasus COVID-19 di Jawa Timur juga dapat dilihat di BOR Rumah Sakit di Jawa Timur yang konsisten menurun. Dua minggu sebelumnya, BOR RS Rujukan COVID-19 di Jawa Timur adalah 49 persen. Laporan terkahir dari Kemenkes RI menunjukkan bahwa BOR Jawa Timur saat ini adalah 38 persen. Padahal standar WHO kapasitas bed dikatakan aman bila dibawah 60 persen. Artinya memang benar, tren kasus cenderung menurun,” tambah Khofifah. (ima)

RELATED ARTICLES
- Advertisement -spot_img

popular minggu ini

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Pemkot Malang Alokasikan Dana Cukai Hasil Tembakau untuk Jaminan Kesehatan

NUSADAILY.COM - MALANG - Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan memanfaatkan Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau (CHT) untuk program pemenuhan dan penyediaan...