Selasa, Oktober 26, 2021
BerandaNewsJatimKetika Risma Tanda Tangan Pakta Integritas di Depan Gubernur Khofifah

Ketika Risma Tanda Tangan Pakta Integritas di Depan Gubernur Khofifah

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM- SURABAYA- Wali Kota Surabaya Tri Risma Harini tanda tangan pakta integritas di depan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Ini adalah hal menarik di Grahadi Surabaya pada Kamis (11/6/2020).

Sebab rapat pembahasan komitmen bersama untuk menghasilkan pakta integritas sesuai saran Pangdam V Brawijaya, sempat alot. Namun di Grahadi Risma akhirnya menandatangani pakta integritas di depan Gubernur Khofifah.

Bupati dan Wali Kota di Surabaya Raya, yang terdiri dari Wali Kota Surabaya Tri Risma Harini, Bupati Sidoarjo- Pj. Nur Ahmad Syaifudin dan H Sambari Halim Radianto, Bupati Gresik. Mereka bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, melakukan penandatanganan Pakta Integritas, komitmen bersama pencegahan penanggulangan COVID-19.

Komitmen Bersama ini merupakan jawaban atas ketiga daerah yang belum memenuhi syarat mengakhiri PSBB. Namun, karena banyak pertimbangan ekonomi maka harus dibuat pakta integritas.

Hal itu demi menjamin keselamatan masyarakat dari wabah dan penularan yang tiada henti di Surabaya Raya. Rate transmission dan attack rate masih tinggi di Surabaya Raya.

Bahkan PSBB yang digelar tiga putaran belum mampu memaksa disiplin warga memakai protokol kesehatan. Itu terjadi baik di tingkat pasar, kampung dan tempat kerja.

Dari situlah diminta Forkopimda Pemprov untuk membuat pakta integritas. Melanjutkan secara serius Kampung Tangguh, Kampung Wani Jogo Suroboyo, dan lain sebagainya demi memacu disiplin masyarakat mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Semata hal itu untuk mencegah penularan Covid yang sangat massif dan meluas di Surabaya Raya. Bahkan 75 persen lebih kasus di Jawa Timur adalah didominasi tiga daerah Surabaya Raya ini.

Dengan berakhirnya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Tahap III, pada 8 Juni 2020 lalu. Yakni pencegahan dan penanganan COVID-19, melalui Peraturan Walikota Surabaya, Peraturan Bupati Sidoarjo, dan Peraturan Bupati Gresik , harus diterbitkan.

Ini Poin Pakta Integritas

Dalam naungan komitmen itu, atau pakta integritas itu ditandatangani bersama yakni berisi antara lain :

  1. Melaksanakan pencegahan dan penanggulangan dampak wabah Covid-19 dengan mengerahkan ketersediaan sumber daya personel, marteriil, prosedur dan anggaran yang dimiliki.
  2. Melaksanakan pemenuhan dan penegakan disiplin protokol kesehatan berkaitan dengan pencegahan Covid-19.
  3. Melaksanakan test, tracing, intervensi dan treatment penanggulangan Covid-19.
  4. Melakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran atas ketentuan peraturan perundang-undangan dalam pencegahan dan penanggulangan Covid-19 sesuai dengan kewenangan masing masing.
  5. Saling bekerja sama, berkoordinasi, dan bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, terkait pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto mengatakan komitmen lima point yang telah ditandatanganinya, adalah bukti keseriusan ke depan pencegahan Covid.

Dia berharap berjalan lancar, dan membangun kebersamaan dalam mengatasi COVID-19.

“Satu Wali Kota, dua Kabupaten menuju ke depan. Komitmen itu bahwa masalah penyebaran Covid ini. Insya Allah pelan-pelan dan pasti diselesaikan bersama,” ujarnya di Gedung Grahadi, Surabaya, dikutip nusadaily.com, Kamis (11/6/2020).

Sedangkan Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin berharap lima poin yang telah ditandatangi bersama ini akan diimplementasikan dengan Perbup dan Perwali.

“Kita harap setelah PSBB III, hari ini kita menuju transisi new normal. Mudah-mudahan ikhtiar ini menjadi kebijakan tepat, dan didukung oleh masyarakat,” ujar Cak Nur, sapaan akrabnya.

Masyarakat Surabaya Diminta Tetap Disiplin

Sementara Kasatpol PP Kota Surabaya Eddy Christijanto yang mewakili Pemkot Surabaya menegaskan hal penting. Meski PSBB III berakhir pihaknya tetap memperketat dan menindak tegas pelanggar Perwali tentang Covid-19.

“Masyarakat Kota Surabaya utamanya, kami mohon tetap disiplin memakai masker. Sarung tangan saat keluar, cuci tangan pakai sabun, atau hand sanitizer, tetap di rumah. Keluar rumah saat ada urusan penting saja. Jangan bergerombol, kerumunan dan jaga jarak,” paparnya dikutip induk imperiumdaily.com ini.

Jika masih ada yang bandel maka Pemkot Surabaya melalui Gusgas Covid Kota Surabaya akan melakukan penindakan tegas sesuai Perwali Kota Surabaya.

Sementara data sebaran Covid di Kota Surabaya untuk kasus positif totalnya ada 3.627 , Sidoarjo ada 818, dan Gresik ada 247. Total ketiga daerah ini saja totalnya 4.692 atau 70,18 persen dari total positif se Jatim. (ima/cak)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Istri Selingkuh, Suami Bawa Alat Berat Hancurkan Rumah😱##tiktokberita

♬ kau curangi cintaku - Milan indramayu