Jumat, Mei 27, 2022
BerandaNewsJatimKasus Dugaan Pungli Prona Tak Diproses, Warga Kembali Datangi Kejaksaan Sumenep

Kasus Dugaan Pungli Prona Tak Diproses, Warga Kembali Datangi Kejaksaan Sumenep

NUSADAILY-SUMENEP– Warga Desa Kombang Kecamatan Talango Sumenep Madura Jawa Timur Entor (42) kembali datangi kantor Kejaksaan Negeri Sumenep. Mereka datang pada Selasa pagi sekitar pukul 09.00 WIB, 8 September 2020 terkait kasus Prona.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA: Kinerja Kejari Sumenep Tangani Dugaan Pungli Prona Dipertanyakan

Adapun maksud kedatangannya ke Korp Adhyaksa Sumenep tersebut untuk mempertanyakan kejelasan kasus dugaan pungutan liar (Pungli). Yakni Program Agraria Nasional (Prona) di Desa Kombang yang sudah dilaporkan sejak bulan November 2019 yang lalu.

Kasus dugaan pungli yang menyeret aparat desa, hal itu ditegaskan warga bernama Entor. Awalnya muncul komplain dari masyarakat. Sebab, sertifikat yang dijanjikan hingga saat ini belum juga keluar.

“Awalnya itu ada beberapa masyarakat yang komplain tentang Prona gratis. Ada sekitar 8 sampai 10 orang waktu itu,” cerita Entor kepada induk imperiumdaily.com ini.

“Memang diumumkan oleh pihak desa bahwa ada pembuatan sertifikat. Tapi tidak bilang gratis, cuma waktu itu diminta uang Rp 500 ribu. Rp 250 ribu di awal, sisanya kalau sudah selesai sertifikat,” tambahnya.

Menurutnya, dari jumlah dusun yang ada di desa tersebut yakni 6 dusun, rata-rata mengusulkan kepada pihak desa untuk dibuatkan sertifikat Prona.

Di antaranya, Dusun Kombang, Lembana, Talaga, Gelisik Laok, Gelisik Daja, dan Dusun Gunung Malang.

“Jika ditotal yang buat itu ada sekitar 600 orang lah. Tapi, sampai sekarang saya saja tidak dapat. Padahal sudah bayar, sebenarnya itu bapak saya yang buat cuma karena sudah tua jadi saya yang urus,” tambah Entor.

Sudah Bayar, Warga Kombang Tak Dapat Sertifikat

Bahkan, kata Entor, di Dusun Lembana, tepatnya di daerah Gili Labak rata-rata masyarakat hingga saat ini juga belum dapat sertifikat. “Di sana (Gili Labak_red) banyak yang buat itu, tapi tidak selesai juga,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya saat ini didampingi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Brantas untuk terus mengawal kasus tersebut hingga tuntas.

“Soalnya kalau cuma saya sendiri kemungkinan gak akan bisa ngurus ini. Termasuk, ngawal di kejaksaan yang hingga saat ini masih belum jelas, terlalu banyak alasan,” bebernya

Ia berharap, kasus tersebut segera ditindaklanjuti oleh Kejaksaan Negeri Sumenep. Supaya masalah yang menyangkut masyarakat banyak tersebut cepat terselesaikan.

“Semoga cepat selesai, cepat dipanggil dan klir semuanya. Yang paling penting biar masyarakat tahu mana yang benar dan yang salah,” seraya berharap.

Di sisi lain, Ketua LSM Brantas, Muhammad Chanif menyebutkan, kasus dugaan pungli tersebut telah dilaporkan di Kejaksaan suemenep selama kurang lebih 10 bulan. Namun, hingga saat ini masih belum ada kejelasan.

“Masih pending, kemarin sempat ke sana (Kejaksaan, red) lagi, ternyata tim penyidiknya pulang kampung. Hari ini kita atur waktu ternyata masih sakit. Jadi belum ada respon,” jelasnya

Ia menilai, Kejaksaan lambat dalam penanganan kasus tersebut , pihaknya berjanji akan terus mengawal kasus dugaan pungli tersebut hingga tuntas.

“Saya berharap agar praktek pungli seperti itu tidak lagi terjadi di masyarakat. Masyarakat sudah tertindas, jangan sampai masyarakat dibodohi oleh Pungli seperti itu,” harapnya.

Sementara, Kepala Desa Kombang, Kholik belum memberikan keterangan. Lantaran, saat dihubungi melalui WhatsApp media ini, namun ia tidak memberikan respons. Kendati WhatsApp aktif.

Selain itu, Kasi Intel Kejaksaan Sumenep, Novan Bernadi juga belum menjawab saat dihubungi via sambungan WhatsApp, Kendati terdapat tanda berdering.(nam/cak)

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

Nicolo Zaniolo Bangkit Jadi Pahlawan AS Roma!

NUSADAILY.COM - TIRANA - Nicolo Zaniolo mendedikasikan gelar Conference League untuk pihak yang di sisinya saat situasi sulit. Ia bangkit menjadi pahlawan AS Roma...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily