Minggu, Desember 5, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsJatimKapolres dan Dandim Ponorogo: Netralitas Harga Mati, Anggota Bertaruh Nyawa Amankan Pilkada

Kapolres dan Dandim Ponorogo: Netralitas Harga Mati, Anggota Bertaruh Nyawa Amankan Pilkada

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM-PONOROGO- Kapolres dan Dandim Ponorogo tegaskan netralitas harga mati dalam Pilkada 9 Desember 2020. Ini diungkapkan oleh Kapolres Ponorogo AKBP Muhammad Azis Noor dan Dandim 0802 Ponorogo Mayor Infantri Sigit Sugiarto, Sabtu (05/12/2020).

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA: Debat Terakhir Ponorogo, Sugiri Puji Bambang Birokat Berpengalaman – Imperiumdaily.com

BACA JUGA: Kapolres Ponorogo: Polri Tak Netral di Pilkada Kena Sanksi Berat

Hal itu ditegaskan dalam acara rakor sinergitas persiapan pengawasan pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo tahun 2020. Acara itu bersama Plt Bupati Soedjarno, Bawaslu setempat di Hotel Gajah Mada. .

Kapolres kepada nusadaily.com dan hadapan Seluruh Kapolsek se – Ponorogo yang hadir dalam acara tersebut memberi penegasan. Bahwa anggota Polri jangan sampai ada yang terlibat dalam politik praktis.

“Jangan sampai ada keberpihakan pada salah satu Paslon dalam Pilkada Ponorogo. Jika ada yang ketahuan akan saya tidak tegas sesuai dengan undang-undang,”  tegasnya.

Kapolres Ponorogo juga mempersilahkan bagi masyarakat yang melihat ada anggotanya yang terlibat politik praktis untuk melapor ke Propam. Dan pasti akan ditindak tegas. Sanksi indisipliner hingga hukum.

Dandim Ponorogo: Anggota TNI Terapkan 3 M dalam Bertugas

Hal senada juga disampaikan oleh Dandim 0802/Ponorogo Letkol Infantri Sigit Sugiarto. Bahwa TNI dilarang terlibat dalam politik praktis dalam Pilkada Ponorogo.

“Jangan sampai ada anggota TNI yang terlibat TNI wajib netral, netral harga mati, ” tegasnya Dandim Ponorogo.

Dalam pelaksanaan pilkada tidak hanya Penyelengara Pemilukada yang bertaruh nyawa lajut Dandim. Tetapi anggota TNI dan Polri juga dalam membantu pengamanan pelaksanaan Pilkada Ponorogo.

Seperti diketahui, pelaksanaan Pilkada Ponorogo di tengah pandemi. Anggota TNI dan Polri bisa juga tertular COVID-19. Untuk itu ia berpesan dan membekali anggota yang bertugas dengan 3M. Yaitu memakai masker mencuci tangan dan jaga jarak.

“Anggota juga kami bekali vitamin dan pelindung. Selain itu anggota juga diwajibkan juga sebagai pelopor kesehatan. Mengedukasi masyarakat untuk tetap menerapkan 3M,”  pungkasnya di Ponorogo.

Dalam pelaksanaan Pilkada Ponorogo, Rabu 9 Desember 2020 nanti anggota Polri yang dilibatkan sebanyak 850 anggota. Mereka dibagi dalam tiap TPS bersama 300 personel anggota TNI dari Kodim. Kedua Institusi TNI dan Polri sekali lagi tegaskan. Bahwa bagi anggota netralitas adalah harga mati, melanggar pasti akan dikenakan sanksi.(nto/cak)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR