Kamis, Desember 9, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsEkonomiKadisnakertrans Jatim Catat 40.000 Pekerja Dirumahkan dan Ada yang Tak Digaji di...

Kadisnakertrans Jatim Catat 40.000 Pekerja Dirumahkan dan Ada yang Tak Digaji di Tahun 2020

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Persoalan tenaga kerja di Jawa Timur yang terpaksa dirumahkan atau diberhentikan oleh perusahaan selama pandemi, masih menjadi satu hal yang perlu dicermati. Pasalnya dengan tingginya jumlah pengangguran di Jawa Timur menjadikan sektor ekonomi seperti mati suri.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, Himawan Estu Bagijo mengungkapkan jika sepanjang tahun 2020 tercacat lebih dari 40.000 pekerja yang diberhentikan dan dirumahkan.

Tahun 2020 merupakan tahun terpuruk karena mulai banyak pekerja yang dirumahkan. Bahkan ada sekitar 608 perusahaan dengan sebagian pekerja yang tidak diberi upah atau hanya diberi upah separuh.

BACA JUGA: Pemkot Madiun Bantu 548 Pekerja Seni Yang Terdampak PPKM

Beberapa alasan perusahaan menghentikan atau merumahkan sebagian besar pekerjanya adalah terganggunya proses, baik penjualan produk maupun jalur pendistribusian akibat pandemi.

Namun Himawan menyebut fase tersebut telah lewat. Sebelumnya ia membenarkan jika fase terpuruk adalah pada tahun 2020, ia menilai hari ini pengangguran dan perekonomian sudah mulai dapat teratasi.

“Pada 2021 permasalahan ketenagakerjaan sudah lebih membaik karena angka pengangguran mulai teratasi dengan adanya bantuan anggaran dana dari pemerintah dan bantuan dari sektor internal melalui dinas koperasi dan UMKM yang turut bergerak maju dalam mengurangi angka pengangguran,” jelas Himawan. 

Dalam keterangannya, Himawan mengatakan bahwa mengenai jam operasional di beberapa perusahaan dan industri besar menerapkan beberapa batasan-batasan dan juga protokol kesehatan yang sangat ketat pada lingkungan perusahaan dan industri. Sehingga jam operasional perusahaan tidak mengalami perubahan yang signifikan.

Selain itu, menurutnya para pekerja yang sudah memiliki jamsostek juga telah diberikan BSU (Bantuan Subsidi Upah). Hal ini menjadi upaya solutif yang diberika pihak Pemerintah Provinsi melalui Disnakertrans dan beberapa kedinasan lain dengan program selama pandemi.

BACA JUGA: Kadisnakertrans Riau : Perusahaan Harus Utamakan Tenaga Kerja Lokal

Himawan menambahkan jika selama ini juga ada bantuan berupa insentif yang akan diberikan kepada mereka, meskipun tidak secara langsung mendatangkan efek.

“Agar semua pekerja tercatat dan terdaftar di Jamsostek, Kementerian ingin mendorong dan melakukan pengawasan kepada perusahaan – perusahaan agar pekerjanya dapat terdaftar di Jamsostek,” pungkas Himawan.(jar/lna)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Peningkatan aktivitas gunung Semeru ##tiktokberita

♬ suara asli - Nusa Daily