Saturday, September 18, 2021
HomeNewsJatimJNE Mengembalikan Kenangan yang Tertinggal

JNE Mengembalikan Kenangan yang Tertinggal

NUSADAILY.COM-MALANG­- JNE mengembalikan kenangan yang tertinggal. Hal ini diungkapkan Anisa (38 tahun). Ia mengingat kembali dua peristiwa penting dalam hidupnya. Peristiwa yang melibatkan JNE. Ia hidup di desa pinggiran Kabupaten Malang Jawa Timur. Agen JNE (Jalur Nugraha Ekakurir) terdekat dari rumahnya berjarak sekitar 3,4 km.

Itu adalah jarak terdekat dicek sesuai dengan google maps. Malah, jika ia memutar, jarak tempuhnya bisa 4,8 km, itu melewati Kota Batu. Desa tempat Anisa tinggal memang berdekatan dengan Kota Batu. Perumahannya ada di ujung bukit dari Pegunungan Putri Tidur. Di sekitar rumahnya, pemandangannya adalah gunung gemunung.

Maka ketika ia meluncur ke JNE terdekat. Anisa seperti menuruni bukit. Benar-benar turun bukit, di tikungan dekat rumahnya kelihatan dari jauh komplek rumah-rumah di kota. Lokasi JNE berada di bawah pemukimannya, berbeda beberapa Mdpl saja. Tepatnya di Jalan Sidomakmur Sengkaling Kecamatan Dau Kabupaten Malang.

“Saya sering mengantar barang dengan JNE, tapi ada dua peristiwa pengiriman barang penting yang melibatkan JNE, ada kenangan di dalamnya,” akunya kepada nusadaily.com.

Anisa masih ingat peristiwa itu, namun soal tahun ia agak lupa. Peristiwa pertama adalah sekitar tahun 2015. Ketika itu ada kawan berkunjung ke kediamannya untuk liburan. Mereka sekeluarga dari Banyuwangi.

Menginap di rumahnya beberapa hari. Bahkan bersama keluarganya keliling tempat wisata di Kota Batu. Saat itu, Anisa menumpang mobil kawannya itu. Setelah puas keliling tempat wisata Kota Batu. Kawannya langsung pulang ke Banyuwangi di hari terakhir.

Beberapa jam temannya pamitan dari rumah. Anisa ingin mengecek foto-foto mereka selama berwisata bersama. Ia mencari ponselnya, tidak ada.

“Ternyata ponsel saya tertinggal di mobil teman saya. Sesampainya di Banyuwangi, kemudian dikirim lagi ke saya lewat JNE,” ungkap Anisa kepada nusadaily.com, Kamis 31 Desember 2020.

BACA JUGA: Tombak Pusaka Kiai Upas dan Legenda Jawa “Baru Klinting” – Nusadaily.com

BACA JUGA: Budh (Pencerahan): Makna Cahaya Hidup – Imperiumdaily.com

Ponsel kesayangannya itu datang beberapa hari kemudian. Anisa tak bisa menggambarkan kegembiraannya. Menurutnya, HP sangat berkoneksi dengan aktivitasnya, kehidupan sehari-hari. Maka ketika ponselnya bisa kembali, ia merasa sebagian hidupnya kembali.

“Lalu ada peristiwa juga tahun 2018, sekitar bulan Mei,” imbuhnya.

JNE Kembalikan Jam Tangan Kenangan

Ketika itu, ia kedatangan saudara dari Jakarta. Menginap di rumahnya beberapa hari. Kali ini berkunjung juga ke Bromo dan sejumlah tempat di Kota Batu.

“Ketika saudara saya pulang ke Jakarta, saya mendapat telepon soal barang tertinggal,” ungkapnya.

Barang yang tertinggal ini punya kenangan. Sebuah jam tangan pemberian kekasihnya yang warga negara asing. Tentu harganya mahal, namun yang lebih berarti adalah kisah dari pemberian jam tangan itu.

“Saudara saya bingung, setelah tahu jamnya tertinggal, ia lega dan minta dikirim ke Jakarta,” ungkap Anisa.

Setelah berunding, dipilih JNE untuk mengantar jam itu. Sebab Anisa percaya dengan layanan JNE. Memastikan jam tiba di Jakarta utuh dan aman adalah proritasnya.

“Saya juga memakai asuransi di layanan JNE itu. Jam tangan tersebut tiba dengan aman di Jakarta. JNE mengembalikan kenangan yang tertinggal,” ungkapnya.(cak)

#jne #jne30tahun #connectinghappiness #30tahunbahagiabersama

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular