Selasa, Oktober 26, 2021
BerandaNewsJatimJadi 'Korban' PPKM, Masyarakat Parekraf Mojokerto Kibarkan Bendera Putih

Jadi ‘Korban’ PPKM, Masyarakat Parekraf Mojokerto Kibarkan Bendera Putih

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Berada di titik nol selama berlakunya kebijakan PPKM, Masyarakat Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Mojokerto mengetuk hati Presiden RI Jokowi dan Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dengan mengibarkan bendera putih di kawasan segitiga pariwisata.

Yakni, di wilayah wisata Air Panas Padusan Kecamatan Pacet, wisata Taman Ghanjaran, Sumber Gempong, Kecamatan Trawas, dan percandian Kecamatan Trowulan.

Tak sampai disitu, pengibaran bendera putih sebagai simbol menyerah inipun berlanjut ke kecamatan lain di wilayah Kabupaten Mojokerto.

BACA JUGA: Dampak PPKM, Pusat Perbelanjaan hingga Pasar Tradisional Kota Batu Paceklik

Diantaranya, area wisata air Lebak Jabung, Kecamatan Jatirejo, wisata Waduk Tanjungan, Kecamatan Kemlagi, wisata Bukit Kayu Putih, Kecamatan Dawarblandong, sejak Sabtu, 24 Juli 2021 kemarin.

“Kami mengetuk pintu hati Bupati, mengetuk pintu hati Presiden Jokowi karena kami bagian dari masyarakat Indonesia yang amat sangat terdampak langsung secara ekonomi dari adanya kebijakan penutupan usaha-usaha kami ini,” ungkap Koordinator Lapangan (Korlap) aksi Wiwit Haryono atau biasa disapa Sarko saat dikonfirmasi, Minggu, 25 Juli 2021.

Sarko menjelaskan sejak diberlakukannya PPKM Darurat pada tanggal 3 Juli lalu, dan diperpanjang kembali tanggal 21 Juli sampai 25 Juli 2021 dengan nama PPKM Level 3 dan Level 4, sangat memberikan dampak signifikan terhadap Masyarakat Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Mojokerto yang sehari-hari menggantungkan kehidupan dari usaha tersebut.

Di kawasan wisata Air Panas Padusan Pacet saja, yang terdata ada lebih 200 pelaku usaha dan pekerja yang menggantungkan hidup di sektor non esensial itu. Namun kini, mereka yang menjadi ‘korban’ pemberlakuan PPKM ini, sudah tak bisa bertahan hidup lagi.

BACA JUGA: Ringankan Beban, Pasukan Tempur Yonif Para Raider 503 Bagikan Sembako ke Warga Pedesaan Terdampak PPKM

“Modal kami sudah tidak ada, dana sampingan juga habis. Sementara listrik ditempat usaha tetap harus bayar, pegawai atau pekerja pun juga tetap digaji. Karena mereka menjaga tempat usaha. Belum lagi bahan dagangan yang busuk, seperti pedagang buah, sayur, bahan-bahan makanan di warung, cafe, dan restoran,” bebernya.

Untuk itu, dirinya dan rekan lainnya di sejumlah lokasi yang mewakili ribuan Masyarakat Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Mojokerto yang terdampak PPKM ini menyampaikan aspirarisi melalui pengibaran bendera putih serentak dari berbagai wilayah. Bahkan video aksi pengibaran bendera putih mereka menyebar cepat di media sosial Group Whats Up (GWA).

Dampak Luar Biasa

Tak hanya itu, dirinya menyampaikan sejumlah aspirasi terkait dampak luar biasa yang dirasakan.

Pertama, seandainya PPKM ini tidak ada kejelasannya, para pelaku Parekraf Mojokerto sangat membutuhkan suplai sembako untuk makan setiap hari.

Kemudian, dilanjutkan dengan kompensasi terhadap semua kerugian barang atau bahan dagangan yang rusak akibat tutup total sejak awal PPKM Darurat diberlakukan.

“Sudah satu bulan, tidak ada bantuan sembako sama sekali yang diterima. Info memang ada, katanya ke desa. Tapi sampai saat ini tidak ada bantuan yang diterima sama sekali. Sekalinya panggilan pertemuan, dikira penyaluran sembako, ternyata sosialisasi SE PPKM,” tegasnya.

BACA JUGA: Resmi! PPKM Level 4 Diperpanjang Hingga 2 Agustus

Selain itu, pihaknya berharap adanya ganti rugi pendapatan untuk pengusaha dan gaji untuk para pekerja. Sebab, tidak akan bisa memberhentikan para pekerja begitu saja.

“Soalnya kan tetap menjaga barang, dan mereka juga butuh makan setiap hari. Darimana lagi bisa memenuhi kehidupan sehari-hari, minimal hanya untuk makan saja bersama keluarga masing-masing,” cetusnya.

Dirinya mengimbau ke pemerintah pusat, provinsi, maupun daerah untuk memperhatikan nasib mereka yang juga salah satu sektor penyumbang banyak PAD dari retribusi pajak selama ini.

Dimana kondisi PPKM jika dianggap semakin tak menentu, maka berharap akan ada pemberlakuan atau pelaksanaan Undang-undang (UU) Karantina Kesehatan yang lebih jelas mengatur hajat hidup orang banyak selama suatu daerah mengalami pandemi atau penyakit.

“Saran kami, jika semakin tidak menentu maka harusnya UU Karantina Kesehatan diberlakukan ketimbang PPKM yang hasilnya juga tidak maksimal dalam penanganan ini,” cetusnya.

Pejabat Diharapkan Mau Berbagi

Hal konkrit dari pemangku kepentingan daerah sangat diharapkan masyarakat selama ini, sebagai wujud kebersamaan dan tolong menolong dalam situasi sulit. Lanjut Sarko, harusnya seluruh ASN termasuk semua pejabat yang dibiayai negara harus mau menyisihkan gajinya untuk disumbangkan mensubsidi kebutuhan warga terdampak PPKM Jawa dan Bali ini.

“Kalau keinginan dan masukan kami gak dipenuhi juga, terakhir yah contoh konkrit pejabat kita harusnya berbagi. Seluruh ASN yang dibiayai negara harus rela untuk dipotong gajinya membantu semua,” harapnya.

BACA JUGA: Waduh! WHO Desak RI Tak Longgarkan PPKM Darurat Setelah 25 Juli

Pihaknya tak menolak adanya PPKM ini, namun ucap Sarko, para pelaku Parekraf Mojokerto ke depan diizinkan untuk tetap membuka usaha kembali dengan pembatasan pengunjung dan prokes ketat.

“Kami gak menolak PPKM, tapi bentuk nyata pemerintah sangat diharapkan. Kami juga ingin buka kembali, tidak apa-apa walau harus dibatasi hanya 25 sampai 30 persen pengunjung saja. Terpenting usaha kami semua masih bisa berjalan dan berputar,” tukasnya.

Sekedar diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya menyatakan akan memperpanjang pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 Jawa-Bali.

Dalam pernyataan secara langsung dari Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (25/7/2021), Jokowi memutuskan melanjutkan penerapan PPKM Level 4 hingga tanggal 2 Agustus 2021.(din/lna)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Istri Selingkuh, Suami Bawa Alat Berat Hancurkan Rumah😱##tiktokberita

♬ kau curangi cintaku - Milan indramayu