Senin, September 27, 2021
BerandaNewsJatimIsu Penyembunyian Data Kematian, Kadinkes Surabaya: Tak Ada Data yang Disembunyikan, Semua...

Isu Penyembunyian Data Kematian, Kadinkes Surabaya: Tak Ada Data yang Disembunyikan, Semua Transparan!

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Soal adanya isu penyembunyian data kematian, Kepala Dinas Kesehatan Surabaya angkat suara dan menegaskan bahwa tidak ada data yang disembunyikan dari masyarakat dan semua data tersebut bersifat transparan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Febria Rachmanita, Senin (02/08/2021), memaparkan jika pelaporan kasus kematian, harusnya melalui proses tracing. Ia menilai bahwa kasus-kasus yang ada saat ini keluarnya dari rilis. Rilis adalah data-data yang sudah diakui, sedangkan yang dilakukan sekarang adalah otorilis. Otorilis tersebut adalah pengumuman orang-orang terkonfirmasi positif yang diakui dan ditarik langsung dari sistem new all record (NAR).

“Data pasien sembuh dan meninggal yang masuk itu pun tidak bisa diperbaiki saat itu juga, melainkan besoknya atau h+1. Nah kemudian kita mencari yang meninggal, meninggalpun kita lihat dari pelaporan. Jadi bisa dibedakan antara sistem NAR dan sistem pelaporan rumah sakit. Yang diambil menjadi laporan yang kemudian di teruskan kepada provinsi adalah irisan antara data sistem NAR dan sistem pelaporan rumah sakit dan data tersebut tidak real time,” papar Febria.

BACA JUGA: Menanti Sikap Pemerintah Menetapkan PPKM di Tengah Positif Covid Bertambah 30.738 dan Kematian 1.604

Dalam keterangannya, Febria mengatakan bahwa setelah kasus otorilis tersebut keluar, pihaknya baru bisa melakukan tracing dan dilaporkan ke provinsi. Ia lagi-lagi menekankan bahwa data tersebut bukan data real time. Data tersebut sewaktu-waktu bisa berubah namun dalam proses perubahannya tidak bisa dilakukan hari itu juga, melainkan keesokan harinya.

“Jadi sekali lagi saya tegaskan, tidak ada yang namanya penyembunyian data, tidak ada data yang tidak transparan dan semua pasti transparan,” tegasnya.

BACA JUGA: Wakil Wali Kota Surabaya Minta Kemenkes Percepat Rekrutmen Nakes

Lebih lanjut, Febria menekankan bahwa semua data pelaporan tersebut dilakukan secara transparan ke provinsi. Menurutnya, titik perbedaan yang saat ini diisukan sebagai data penyembunyian adalah adanya perbedaan data antara Pemkot dengan pemakaman yang ada di DKRTH.

BACA JUGA: Resmikan RS Darurat GOR Indoor GBT, Walikota Eri Maksimalkan Untuk Pasien Surabaya Barat

“Kalian harus tahu bahwa data dari DKRTH itu meliputi data covid, data suspect, dan data probable. Kemudian data ini juga ada yangg dari rumah, yang kemungkinan antara swab atau belum kita juga tidak tahu, nah apakah data rumah ini bisa langsung serta merta dimasukkan di data covid? Jelas tidak, tapi tetap kita lakukan pemakaman sesuai protokol kesehatan,” jelas Kadinkes Surabaya.

Tidak hanya itu, Kepala Dinas Kesehatan Surabaya tersebut juga menambahkan jika hal itu dilakukan karena pihaknya tidak tahu bahwa yang meninggal suspect atau tidak. Ia mengatakan bahwa hal tersebut juga menjadi bagian dari pencegahan penularan terhadap petugas.(jar/lna)

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

The Legion Nutrition dan Amarta Hills Berkolaborasi Gelar Body Competition

NUSADAILY.COM - KOTA BATU - Produsen suplemen olahraga, The Legion Nutrition tak berhenti memberikan dukungannya di bidang olahraga. Kali ini mereka ambil bagian sebagai...