Kamis, Oktober 21, 2021
BerandaNewsJatimIni Respons Bupati Sumenep Soal Video Viral Camat Batang-Batang

Ini Respons Bupati Sumenep Soal Video Viral Camat Batang-Batang

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – SUMENEP – Aksi camat Batang-Batang, Joko Suwarno yang mengungkapkan kata-kata bernada ancaman bagi warga yang tidak mau divaksin, mengundang banyak respons warga, hingga Bupati Sumenep, Achmad Fauzi.

Pasalnya, tak hanya mengungkapkan kata – kata tak pantas bagi warga yang tak mau divaksin, namun pejabat negara tersebut juga mencatut nama “Bupati” hingga memerintahkan untuk mencuri sapi milik warga.

“Kelebunnya takut dengan masyarakat. Tako’ ta’ epele pole 2025 atau 2026. Itu, kan, masih lama. Kelebun punya kartu as. Punya (kartu?) sakte. Keco’ sapena, cakna bupati, sampe’ begitu. Keco’ sapena mon oreng se ta’ endha’ evaksin, (Kepala desanya takut dengan masyarakat. Takut tidak dipilih lagi di 2025 atau 2026. Itu kan, masih lama. Kepala desa punya kartu as. Punya (kartu?) Sakti. Curi sapinya. Kata Bupati, sampai begitu. Curi aja sapinya kalau ada orang tidak mau divaksin)” ujar Camat Batang-Batang dalam video tersebut.

BACA JUGA: Tak Mau Divaksin, Camat Batang-Batang: Curi Sapinya

Bupati Fauzi memastikan bahwa pihaknya tidak pernah memerintahkan hal seperti yang disampaikan Camat Batang-Batang dalam potongan video viral tersebut.

Menurutnya, menyuskseskan vaksinasi memang penting, namun juga bukan dengan cara yang tidak elok seperti yang diucapkan camat Batang – Batang tersebut.

“Saya pastikan, saya tidak pernah menyuruh hal tercela seperti itu demi menyukseskan program vaksinasi Covid-19. Vaksinasi memang penting, tapi untuk menyukseskannya tidak bisa dilakukan dengan cara tidak baik,” tegasnya kepada awak media, Senin, 16 Agustus 2021.

Selanjutnya, pihaknya akan terus berupaya agar program vaksinasi Covid-19 berjalan sesuai harapan.

BACA JUGA: Begini Cerita Lengkap Pemuda yang Viral Serang Anggota TNI di Sumenep

Tentu, kata kata orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu, dengan cara-cara yang dapat dibenarkan. Baik dari sisi etika sosial maupun hukum formal.

“Kami tidak mungkin menggunakan cara-cara yang dapat merugikan masyarakat untuk menyukseskan vaksinasi. Tujuan baik harus dicapai dengan cara yang baik pula,” jelasnya menegaskan.

BACA JUGA: Viral Video Perampasan Jenazah Covid-19 di Mlandingan, Satreskrim Polres Situbondo Bakal Panggil Warga yang Terlibat

Bupati Fauzi mengaku sudah memanggil dan menegur yang bersangkutan berkaitan dengan viralnya video Camat Batang-Batang yang menuai kontroversi tersebut.

“Secara birokrasi, biar Camat yang bersangkutan nanti dipanggil oleh BKD sama Inspektorat untuk ditindaklanjuti. Kalau perlu ada pembinaan kepada yang bersangkutan,” tandasnya. (nam/lna)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

Polda Metro Periksa Rachel Vennya Hari Ini

0
NUSADAILY.COM - JAKARTA - Penyidik Polda Metro Jaya berencana memeriksa ​selebgram Rachel Vennya terkait dugaan kabur dari isolasi di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet...