Rabu, Januari 19, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsJatimHari Aksara Internasional ke-55, Wagub Emil: Literasi Warga Jatim Naik

Hari Aksara Internasional ke-55, Wagub Emil: Literasi Warga Jatim Naik

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyebut literasi masyarakat Jawa Timur terus meningkat. Melek literasi bukan sekadar melek aksara, mampu baca tulis, melainkan mampu memahami informasi yang dibaca.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Bahwa literasi itu muara melek aksara. Melek literasi ini kita bisa memakai berbagai upaya untuk meningkatkan minat baca. Lalu informasi itu menjadi sesuatu yang berguna bagi masyarakat,” ujar Emil, saat peringatan Hari Aksara Internasional ke-55 Provinsi Jatim di Islamic Center Surabaya, Kamis (12/11/2020).

Kata dia, jumlah penduduk Jatim sekitar 40 juta orang, angka melek huruf mencapai 99 persen lebih. Namun di kelas usia di atas 50 tahun persentase masih 79,56%.

BACA JUGA: Wisata Aman dari COVID-19, Emil Dardak: Ayo Berwisata ke Banyuwangi

Meski pun kecil, namun angka buta huruf di kelas usia ini perlu menjadi perhatian. Apalagi, perkembangan gadget, melek literasi ini bukan sekadar baca lewat gadget, namun mampu memahami sesuatu yang dibaca sehingga daya nalar meningkat.

“Hari ini terlalu mudah memperoleh informasi, akhirnya kedalaman untuk menggali literasi menjadi berkurang, termasuk ketekunan membaca. Inilah yang kemudian menjadi tantangan,” tegasnya.

Bahwa realitanya belum tentu bisa mengoperasikan gadget tapi memiliki kedalaman cara berpikir. Sedangkan berkreasi bisa terbatas sehingga seolah-olah hanya menjadi konsumen informasi, bukan produsen karya.

Penyebaran Informasi

Banyak informasi di media sosial malah antara judul dan isi tidak sesuai, ada yang baca judulnya lalu menyebarkan ke orang lain tanpa membaca apa isi dari berita itu.

“Nah semangat membaca di tengah masyarakat ini harus kita tingkatkan. Jangan sampai gadget ini justru membuat orang semakin sering mengkonsumsi informasi tanpa mengasah sisi kritisnya,” tukasnya.

Jika asal share sebelum dibaca isinya, artinya kemampuan literasinya kurang. Ini yang menjadi tantangan saat ini.

Sehingga ke depan mampu diintegrasikan dalam memberdayakan masyarakat lebih sejahtera serta mampu membangun karakter bangsa.

“Mudah-mudahan kita bisa mewujudkan melek literasi di Jawa Timur dan menjadi lokomotif kemajuan ekonomi secara berkelanjutan,” katanya.

Di tempat yang sama, Bunda Baca Jatim, Arumi Bachsin Emil Dardak mengatakan, kemampuan melek informasi menjadi prasyarat kehidupan cepat.

BACA JUGA: Perluas Kampanye Gemarikan, Arumi: Konsumsi Ikan Terus Naik

Sehingga mereka mudah dan cepat belajar ilmu pengetahuan dan ketrampilan baru seiring perubahan cepat itu.

“Maka minat baca anak-anak harus didorong jadi kebutuhan dasar untuk menambah pengetahuan dan informasi. Di masa pandemi Covid-19 banyak tantangan baru baik bagi anak-anak pun juga orang tua,” katanya.

Kegiatan anak yang disuka adalah mendongeng dan membacakan cerita. Suasana ini harus dibangun karena banyak merangsang minat baca.

“Riset mengatakan pengaruh positif kognitif, bahasa, dan emosi anak pada kegiatan mendongeng atau membacakan cerita bisa menjadi pengikat emosional, ” tukasnya.

Kondisi pandemi pendidik anak-anak adalah ayah bunda. Situasi di rumah saja justru bisa menjadi saat melekatkan kembali hubungan emosional ortu dan anak.

“Saatnya orang tua menjadi pendidik utama bagi ananda.  Kita satukan semangat menjaga mereka ke masa depan.  Yakinlah cerita yang kita sampaikan akan mereka rindukan saat mereka sudah dewasa nanti,” pungkasnya.(ima/lna)

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Perampok di Sukun Malang Tertangkap di Taman Dayu Pandaan ##tiktokberita

♬ original sound - Nusa Daily