Senin, Oktober 18, 2021
BerandaNewsJatimGubernur Khofifah: Jangan Ada Kalimat 'Itu Bukan Tupoksi Saya, Saya Tidak...

Gubernur Khofifah: Jangan Ada Kalimat ‘Itu Bukan Tupoksi Saya, Saya Tidak Tahu’

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Wabah Corona mencabik – cabik perekonomian rakyat kecil. Yang terdampak begitu luas. Pemerintah pun tergopoh – gopoh, merealokasi anggarannya untuk direfocusing memback-up rakyat.

Seluruh ASN bahkan diarahkan konsentrasi membantu Tim Gugus Tugas yang dibentuk di daerah. Termasuk Pemprov Jatim.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, tak kurang dari 6 kali merotasi pejabatnya, mengisi seluruh jabatan dan posisi kosong.

‘Pasukan’ pun bertambah. Tak lain agar semua ASN memiliki tanggungjawab bersama. Memiliki empati, simpati yang sama melihat situasi utamanya yang terdampak.

Khofifah tidak mau lagi mendengar ada pejabat Pemprov tidak tahu apa-apa soal perkembangan Covid dan penanganannya.

“Jangan sampai ada kalimat ke masyarakat saat ditanya soal wabah Covid dan bantuan pemerintah soal BPNT, dan BLT dengan mengatakan, ‘saya tidak tahu. Itu bukan tupoksi saya’. Jangan ada lagi seperti ini,” ujar Gubernur Jawa Timur, mewanti – wanti 60 – an pejabat administrator dan pengawas eselon III dan IV Dinas Sosial Pemprov Jatim yang dilantiknya, di Gedung Negara, Grahadi, Surabaya, Sabtu, 11 April 2020.

Ditegaskan bahwa mengatasi dampak sosial ekonomi masyarakat, Pemerintah Pusat menggelontor Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dengan uang Rp 200 ribu per bulan selama 9 bulan. Mereka adalah yang terdata di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Kalau ditanya masyarakat ‘apa saya masuk DTKS atau tidak’ , jangan menjawab tidak tahu. ASN terutama pejabat Dinsos ini harus jadi frontliner bisa memberikan penjelasan yang melegakan dan mengupayakan,” ujar Khofifah.

Bantuan Model Lain

Kata Khofifah, warga yang tidak masuk DTKS akan tetap didata dengan bantuan model lain BLT selama tiga bulan sebesar Rp 600 ribu.

Seluruh ASN terutama Dinsos harus menjadi speaker, corong pemerintah, bertindak responsif, cepat, akurat, transparan dan akuntabel.

Tugas berat itu juga harus diimbangi membangun komunikasi two way trafic yang baik ke masyarakat, ke antar ASN, atasan hingga ke Tim Gugus Tugas Covid.

“Bangun ketenangan di masyarakat, bahwa Pemerintah pusat mengalokasikan bantuan BPNT kepada 1,047 juta warga Jatim dengan bentuk natura dan uang Rp 200 ribu selama sembilan bulan. Kalau tak masuk di DTKS akan diberi lewat jalur BLT nominalnya Rp 600 ribu untuk tiga bulan,” papar Khofifah.

Pekan ke-3 April 2020 kartu baru selesai dicetak. Prediksinya baru ada pekan ke-4 sudah bisa dibagikan.(ima)

- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Meski Usia Baru Seumur Jagung, Kota Batu Bertabur Prestasi

NUSADAILY.COM - KOTA BATU - Kota Batu masih berusia relatif muda dibandingkan daerah-daerah lainnya di Jawa Timur. Tepat di hari ini, Minggu (17/10), kota...